
Pagi ini hanya makan berdua dimeja makan dengan Fida saja, karena mereka sedang berada dirumah yang lain.
"Uda pagi ini mau kemana" kata Fida.
"Kenapa, apa ada yang mau Uda lakuin buat nyai" kata Fariel.
"Gak sih, hanya ingin ditemani buat ngobrol aja" kata Fida.
"Ohh kirain Uda apaan, kalau ngobrol mah bisa sama yang lain aja, Uda akan keluar buat ngecek beberapa lokasi, apa nyai mau ikut" kata Fariel.
"Gak ah males, capek kalau lihat lokasi, mending dirumah rebahan, tapi kalau jalan-jalan mah nyai mau" kata Fida.
"Ada aja mah nyai ini, jalan-jalan mulu maunya, mending sekarang banyakin istirahat" kata Fariel.
"Iya Uda, nanti nyai istirahat sambil nonton TV" kata Fida.
"Nah itu baru nyaiku" kata Fariel, sambil mengelus jilbabnya.
"Iya ulUda, nyai bakal nurut sama Uda, asal Uda juga ada saat nyai butuh Uda" kata Fida.
"Iya, kalau Uda bisa pasti Uda akan selalu ada buat kalian semua, Uda gak mau dibilang kacang lupa kulitnya" kata Fariel.
"Ya udah kalau gitu Uda mau keatas buat ganti baju terus berangkat, yuk biar Uda bantu jalan sampe depan TV."
"Ayok auda" kata Fida, yang langsung berdiri dan memegangi lenganku terus berjalan kearah TV.
"Dah nyai duduk aja dibawah, nanti Uda ambilkan selimut" kata Fariel.
"Iya, makasih Udaku yang baik" kata Fida.
__ADS_1
"Uda naik dulu ya, mau ganti baju dulu" kata Fariel.
"Iya Uda" kata Fida.
Akupun langsung naik keatas buat ganti baju dan celana panjang, tak lupa memakai sedikit minyak wangi dan sedikit minyak rambut biar sedikit rapi gak berantakan walau sudah gondrong.
Setelah itu langsung keluar sambil membawa selimut kecil buat Fida dibawah.
"Nih nyai pake selimut nya biar gak terlalu dingin, AC nya kecilkan aja lagi" kata Fariel.
"Iya Uda, ini nyai kecilkan AC nya" kata Fida.
"Uda pulangnya jam berapa."
"Gak tau, kenapa" kata Farielm
"Kan ada Bibi, ajak aja Bibi buat ngobrol nemenin nyai nonton, pasti mereka mau, apa mau Uda panggil mereka buat temanin nyai" kata Fariel.
"Boleh, tapi ulUda jangan lama pulangnya ya, Nyai gak mau ditinggal" kata Fida, dengan sedikit cemberut
"Iya nyai, nanti Uda usahakan pulang cepat deh, dah ya Uda mau panggil mereka buat nemenin nyai disini" kata Fariel.
"Iya Uda" kata Fida.
"Jangan cemberut gitu, gak baik" kata Fariel.
"Dah ya Uda tinggal."
__ADS_1
Akupun langsung kebelakang menuju dapur Bibi berada.
"Bi, nanti tolong ya temenin kak Fida didepan buat ngobrol, karena aku mau keluar, lagi nonton didepan" kata Fariel.
"Baik Den, nanti Bibi kesana setelah selesai nyuci piring Den" kata Ani.
"Kalau gitu aku tinggal ya Bi, ajak aja yang lain kedepan biar rame sapa tau bisa buat dia tersenyum" kata Fariel.
"Iya Den, nanti Bibi ajak yang lain juga" kata Ani.
Akupun langsung keluar menuju garasi buat ngambil motor dan minta kunci.
"Pak Udin kemana, kok gak ada apa ikut Papi dan Mami ya" kata Fariel.
Lalu aku langsung mengambil HP dalam kantong celana dan menghubungi nya.
"Hallo Assalamu'alaikum, Bapak dimana, saya mau minta kunci motorku" kata Fariel.
"Saya lagi di bengkel den habis ngantarin Papi sama Mami tadi malam dan nginep disini, ini mampir ke bengkel dulu, kuncinya ambil aja didalam Den, kuncinya ada di gantungan, dan kunci kamar dibawah fase bunga paling ujung" kata Udin.
"Ya udah nanti aku ambil sendiri" kata Fariel.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" kata Udin.
Akupun langsung menuju dimana letak kunci berada, setelah mengambil kunci langsung kubuka gemboknya lalu kuambil kunci motorku yang ada di gantungan setelah itu keluar dan mengunci lagi pintunya lalu meletakkan lagi kunci di tempat semula.
Lalu kehidupin motornya buat memanaskan mesinnya sebentar, habis itu cabut buat ke lokasi sebentar dan habis itu baru ketujuan.
__ADS_1