
Kini sampailah dirumah setelah perjalanan yang lumayan panjang karena macet, tapi selamat sampai tujuan.
Aku kebagian menggendong Aya dan kak Fida dibantu didorong sama bibi, dan yang lain membawa barang-barang untuk dibawa masuk.
"Aelamat datang Ayesha Putri Ahmad dirumah" kata Fariel.
"Selamat menikmati hidup dalam rumah ini hingga nanti."
"Yuk kita lihat kamar Aya didalam seperti apa."
Dan kita pun langsung masuk kedalam kamar Fida dan Aya yang sudah didesain buat Aya juga, jadi banyak barang dan mainan baru didalam kamar.
"Ayok kita lihat" kata Fariel.
"Ih, kok dah banyak banget barang didalam kamarku" kata Fida.
"Pasti Uda ini yang bikin kamar nyai jadi seperti ini."
"Hehehehe" kata Fariel.
"Ya masa iya kamarnya gak dirubah."
"Kan harus ada tempat tidur buat Aya juga, sama mainan juga."
"Jadi dirubah sedikit, buat anak kok pelit."
"Ih ngatain nyai pelit" kata Fida.
"Nyai gak pelit ya, hanya kaget aja lihat barang segedabreg kaya gini."
"Mana serba pink lagi barangnya."
"Emang gak ada barang yang bewarna lain apa, harus satu warna seperti ini."
"Hehehehe" kata Fariel.
"Ini kenapa bantal nyai ikutan warnanya pink begini sama selimutnya juga" kata Fida.
"Tembok nya gak sekalian dicat pink."
"Boleh kalau mau, biar besok Uda cat" kata Fariel.
"Ehhh jangan, ini kamar gak boleh pake warna lain, cukup warna ini aja" kata Fida.
"Ya udah kalau gak mau" kata Fariel.
"Sekarang Aya tidur di tempat Aya yang baru."
__ADS_1
"Nih dah om belikan tempat tidur buat Aya, jadi Aya bisa tidur disini."
"Nih ada mainannya juga."
"Besok nyai mau tukeran sama kamar Uda, biar ada udara segar dan bisa bawa Aya bejemur dipagi hari" kata Fida.
"Ya silahkan kalau mau" kata Fariel.
"Uda juga dah gak lama lagi pindah dari sini kok."
"Ih kan jahat banget, pake ninggalin nyai sama Aya sendiri" kata Fida.
"Nanti kalau Aya nangis minta Uda gimana."
"Emang bisa" kata Fariel.
"Yang nangis paling juga Mamanya bukan Aya nya."
"Ya gak Ayesha."
"Ih tega banget sama nyai gitu amat" kata Fida.
"Kan Aya juga butuh kamu disini buat nemenin kalau nyai lagi ngerjain sesuatu."
"Kan masih ada yang lain juga, kenapa harus Uda" kata Fariel.
"Untuk urusan Akikahnya nanti nunggu Papi sama Mami pulang."
"Masalah kambingnya dah Uda pesan tinggal dibawa kemari saat acara Akikah."
"Makasih dah mau nyariin kambingnya buat Akikah Aya nanti" kata Fida.
"Dan makasih juga dah mau nemenin nyai disana dan jagain Aya terus."
"Iya sama-sama" kata Fariel.
"Buat nyai dan Aya mah tenang aja, pasti Uda bantuin, masa sama keluarga sendiri gak bantuin."
"Emang nanti Uda bakal pindah kemana, rumah mana" kata Fida.
"Gak tau, Mami yang nyiapin rumahnya, Uda hanya boleh nurutin Mami kalau mau pindah, kalau gak nurut gak boleh pindah" kata Fariel.
"Ohhh gitu" kata Fida.
"Tapi nanti Uda bakal sering kemari kan."
"Iyalah, Uda bakal sering kemari, rang Mami nyuruh kalau sarapan pagi disini sama makan siang dan malam, biar kumpul terus" kata Fariel.
__ADS_1
"Padahal Uda kan bisa masak sendiri dan makan sendiri dirumah nanti."
"Oh ya Da, apa Mama dan Bapak dah tau kalau nyai dah lahiran" kata Fida.
"Belom, Uda belum sempat ngabarin mereka" kata Fariel.
"Kalau gitu kabari sekarang, kan nyai juga kangen sama masakan Mama, apalagi peyek nya, bikin laper aja kalau lihat peyek" kata Fida.
"Perasaan dah lahiran dah gak ngidam lagi, kok masih doyan aja sama peyek" kata Fariel.
"Emang nyai harus hamil dan ngidam dulu buat makan peyek Mama, kan enggak" kata Fida.
"Ya engga sih, heran aja" kata Fariel.
"Alnya peyek Mama enak sih, rasanya jadi pingin makan terus" kata Fida.
"Cepetan hubungin Bapak sama Mama, dah kangen nih mau ngobrol."
"Lah pake HP nyai lah, kenapa minta ke Uda buat hubungi mereka" kata Fariel.
"Ih dasar sama orang tua kok gitu" kata Fida.
"Iya iya, yang sekarang dah jadi orang tua, dan aku masih muda, jadi aku bakal sering kena perintah dari yang tua" kata Fariel.
"Ih bukan gitu" kata Fida.
"Maksudnya tuh ya, Uda itu durhaka sama Bapak dan Mama, karena gak mau ngubungin mereka."
"You understand."
"Hmmm yesss" kata Fariel.
"Sekarang cepetan telpon Bapak Mama" kata Fida.
"Iya nyai bawel, nih Uda hubungin nih" kata Fariel.
"Mamamu sekarang jadi bawel dan suka merintah ya."
"Nanti kalau Aya dah besar jangan kaya Mamamu ya, jangan suka merintah."
"Uda jangan ngomongin nyai sama Aya yang macam-macan, sekarang cepetan" kata Fida.
"Iya, sabar napa" kata Fariel.
"Bentar ya anak manis, Om mau ngubungi Mama sama Bapak dulu."
"Aya lanjut tidur aja ya, nanti kalau dah bangun dan mau main lagi, tinggal teriak yang keras ya."
__ADS_1
Aku langsung menghubungi Bapak dan Mama dengan telpon biasa.