Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Masih kurang


__ADS_3

"Tenang, kamu masih bisa jalan-jalan menikmati masa mudamu walau sudah menikah, jadi slow aja, hanya mungkin dengan keadaan yang berbeda aja" kata Fariel.


"Maksudnya" kata Tania.


"Gemmm apa ya" kata Fariel.


"Masa gak ngerti sih."


"Udah terima aja, pepet aja terus sekarang, jangan kelamaan nanti diambil orang baru nyaho" kata d.


"Iya, pepet aja terus, bilang aja iya mau, apa susahnya sih tinggal bilang iya aja" kata a.


"Banti diambil orang nangis."


"Apa aku masih kurang tampan nih" kata Fariel, dengan gayanya.



"Dah tampan banget malah Bang" kata a.


"Iya Bang, aku aja sampai tesepona loh lihat Abang sekarang dengan rambut gondrong nya, apa lagi dengan sedikit warna rambut seperti itu, makin tambah ganteng, ada antingnya lagi, makin bikin meleleh siapapun yang melihat" kata d.


"Jadi gimana" kata Fariel.


"Apanya sih, heran aku" kata Tania.


"Mau kapan ke penghulunya" kata Fariel.


"Taun depan" kata Tania.


"Oke, aku tunggu taun depan, janji ya, karena tahun depan kan tinggal beberapa minggu lagi, ya kan" kata Fariel.


"Iya bang, kurang lebih sekitar enam mingguan kurang" kata d.


"Hah, bukan tahun besok tapi satu tahun lagi dari sekarang" kata Tania.


"Kelamaan, keburu nanti aku diambil orang, kenapa gak minggu ini aja" kata Fariel.

__ADS_1


"Bak Fariel kamu ngapain gangguin orang kerja hah, dasar anak bandel, bukannya bantuin malah ngajak ngobrol, mana gombalin cewek lagi" kat Mami.


"Hehehe, maaf Mi, namanya juga usaha" kata Fariel.


"Usaha boleh, tapi jangan diwaktu kerja, kan bisa nanti jam pulang kerja" kata Mami.


"Mami mah dukung aja kalau Tanianya mau, ya sapa tau minggu-minggu ini Mami dapat mantu kan, kan Mami dah pengen nimang cucu, biar Mami bisa betah dirumah, rumah pun jadi rame kalau ada suara anak kecil, pasti lucu deh."


"Tuh dengarin, dah dapat lampu merah tuh, jawab iya mau gitu, biar minggu besok aku ngasih kado sama makan gratis yang enak-enak" kata d.


"Iya, aku juga dah pengen makan yang enak-enak, gratis lagi" kata a.


"Kalian apaan sih, aku lagi males mikir dulu ke arah sana" kata Tania.


"Gimana Tania, apa mau sama anak Mami, kalau kelamaan nanti diambil orang loh, alnya banyak banget yang mau loh sama anak Mami ini, termasuk Putri tuh yang juga ingin banget dapatin anak Mami, masa kamu gak mau, padahal anak Mami kan maunya sama kamu, gimana, jawab sekarang aja ya, kalau kelamaan nanti bakal kacau, alnya dia mau dijodohin sekitar sepuluh hari lagi dari sekarang sama Papinya kalau gak bisa bawa calon mantu kerumah, jadi kalau kelamaan kan bisa gagal nanti Mami punya mantu yang imut kaya kamu" kata Mami.


"Tuh dengarin bos ngomong" kata a.


"Gimana Tania, apa mau" kata Mami.


"Kalau bingung ya udah lain kali aja jawabnya, sekarang Mami sama anak Mami mau pulang, jadi Mami kasih waktu besok pagi."


"Yuk nak pulang, habiskan minumnya."


"Iya Mi, bentar, Mi bayarin cemilan ku ya, lupa ga bawa duit, hanya dompet nya saja, rupanya kosong isinya, hee" kata Fariel.


"Iya, Mami bayar, kamu minumnya habiskan terus kita pulang naik mobil, motormu biar nanti dibawa sama Pak Ari, tadi Pak Udin dah didepan sama Pak Ari juga" kata Mami.


"Emang Mami gak mau aku bonceng Mi, kan biar kaya muda lagi" kata Fariel.


"Gak ada, Mami pake rok, jadi lain kali aja, kamu juga masih dalam proses penyembuhan, sekarang kita pulang naik mobil" kata Mami.


Aku langsung meminumnya dengan sedikit cepet.


"Dah Mi, ayok pulang" kata Fariel.


"Iya ayok" kata Mami.

__ADS_1


"Kalian lanjut kerja nya ya, duluan Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" jawab berempat.


"Titip bidadari bumiku ya" kata Fariel.


"Kalau ada apa-apa hubungi aku, kalau kangen juga hubungi aku, dada bidadari."


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" bertiga kecuali Tania.


"Kok gak di jawab salam dari pangeran sih bidadari bumiku" kata Fariel.


"Iya Waalaikumsalam, dah" kata Tania.


"Kalau lagi ngambek gini makin imut jadi makin gak sabar pengen cepet-cepet aku miliki, biar bisa kupeluk saat malam sambil tidur" kata Fariel.


"Dada bidadari bumi."


Akupun langsung keluar dari minimarket menuju mobil.


"Kebiasaan sekarang anak Mami suka gangguin cewek ya" kata Mami.


"Hehehehe, maaf Mi, habis gak boleh kerja sama Mami, ya udah sebagai gantinya kerjanya ya godain pegawai Mami aja" kata Fariel.


"Hangan suka mainin hati cewek, kasian, kalau nanti dia terus mau beneran dan berharap gimana, terus kamunya malah sama yang lain gimana, apa gak bakal buat dia patah hati nantinya, ingat jangan gampang mengatakan cinta dan sayang pada semua orang, karena itu gak boleh buat mainan" kata Mami.


"Iya Mi iya, kalau nanti dia mau ya udah langsung aja dibicarakan secara baik-baik, gimana kelanjutan nya" kata Farie.


"Ingat nasi kering dipinggir megic comjuga sayang" kata Mami.


"Ini urusan sayang dari hati ke hati, bukan asi kering dalam magic com."


"Sekarang kita masuk dan pulang."


"Oke Mi" kata Fariel.

__ADS_1


Kita olpun langsung naik ke dalam mobil untuk pulang.


__ADS_2