
Sampai didepan butik langsung kutelpon Mami, kalau aku dah sampai didepan.
"Hallo Assalamu'alaikum Mi" kata Fariel.
"Waalaikumsalam nak" kata Mami.
"Aku dah didepan nih Mi, apa mau langsung pulang, kalau belum mau pulang aku masuk kedalam" kata Fariel.
"Ya udah kamu tunggu aja disitu ya, Mami beresin ini dulu, sebentar" kata Mami.
"Iya Mi" kata Fariel.
"Ya udah Assalamu'alaikum" kata Mami.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
Sambil menunggu Mami aku bercermin dulu takut ada noda bekas yang menempel dipipiku karena nya tadi.
"Untung aja dah bersih, kalau gak bisa jadi pertanyaan Mami, apa yang telah kulakukan" ucapku sambil membuang tisu basah.
Setelah aman gak ada bekas noda aku kmbali merebahkan dibangku sambil menunggu Mami datang.
Lalu Mami pun masuk kedalam mobil.
"Yuk nak pulang aja langsung" kata Mami.
"Iya Mi" kata Fariel.
"Itu dibelakang boneka sapa nak" kata Mami.
"Buat yang mau Mi, tadi mampir beli boneka buat adek, sapa tau suka ya aku beli dua karena ada diskon" kata Fariel.
"Ooh, ya udah nanti kamu kasih adekmu, kakakmu kasih satu, kasian kakamu hanya melukin bantal aja, kalau ada boneka kan sapa tau bisa membuatnya jadi sedikit lebih nyaman dalam tidurnya karena berasa ada yang meluk" kata Mami.
"Iya Mi, nanti aku kasih buat kakak juga kalau mau, kalau gak suka nanti biar aku balik lagi ke toko buat beli yang kakak mau" kata Fariel.
"Duh anak Mami perhatian juga ya sama kakaknya, Mami jadi makin sayang sama kamu nak" kata Mami.
"Makasih Mi" kata Fariel.
"Aku juga sayang sama Mami, Papi, kakak dan adek juga, karena kalian juga menyayangi aku."
"Mami senang kalau kamu itu dirumah bisa buat yang lain senyum ketawa, walau adekmu suka minta yang aneh-aneh sih" kata Mami.
"Gqk papa Mi, tapi malah membuat aku makin sayang sama adek kok Mi, berasa beneran punya adek jadinya" kata Fariel.
"Kalau gitu Mami minta kalu jagain adek dan kakak kamu ya, Mami belum tentu bisa menjaga mereka semua sepenuhnya" kata Mami.
"Iya Mi, tenang aja, pasti aku jagain mereka dengan baik Mi, Mami gak usah khawatir" kata Fariel.
"Makasih ya nak, kamu memang anak yang baik, Mami gak salah nilai kamu" kata Mami.
__ADS_1
"Iya Mi" kata Fariel.
"Dah sampai, kok cepet ya nak, perasaan baru beberapa meter, kok dah di rumah" kata Mami.
"Kan sambil ngobrol Mi, mana berasa kalau dah sampai, jadi berasa cepet" kata Fariel.
"Ya udah ayok turun nak" kata Mami.
"Ayok Mi" kata Fariel.
Lalu kami pun langsung turun dari mobil, lalu aku meraih bungkusan cincau.
"Pak tolong bawakan ini kedalam ya, suruh bibi sajikan ini, nanti bapak juga dapat bagiannya, ini aku pesan banyak" kata Fariel.
"Emang apaan Den" kata Udin.
"Cincau Pak, apa Bapak gak bisa makan cincau" kata Fariel.
"Bisa dong Den, panas-panas gini pasti seger Den kalau minum es cincau, jadi gak sabar" kata Udin.
"Ya udah kamu bawa kedalam ya" kata Fariel.
"Baik Den" kata Udin.
"Apa mau Mami bantu nak" kata Mami.
"Gak usah Mi, Mami langsung masuk aja duluan" kata Fariel.
"Ya udah Mami masuk dalam dulu" kata Mami.
"Mas dari mana, kenapa kabur" kata Ervi.
"Ninggalin adek pas lagi tidur."
"Masmu tadi Mami yang minta jemput Mami sayang, Mami ditinggal sama Papimu dibutik, jadi Mami nelpon masmu buat jemput Mami, bahkan tadi Mami sama masmu juga dah makan, apa adek dah makan" kata amami, yang ada dibelakang Ervi.
"Mami gak lagi bohong kan sama Ervi" kata Ervi.
"Gak dong sayang, tuh masmu aja beliin oleh-oleh biar kamu gak ngambek" kata Mami.
"Itu boneka buat adek mas" kata Ervi.
"Iya, tapi yang satu buat kakakmu, kamu mau yang mana" kata Fariel.
"Untung ada Mami, kalau gak bisa gawat, mau ngomong apaan" ucapku dalam hati.
"Itu yang kanan buat adek, yang kiri kasih kakak" kata Ervi.
"Ya udah nih ambil" kata Fariel.
__ADS_1
Lalu Ervi mengambilnya dari tanganku.
"Gak bilang makasih nih sama mas."
"Makasih masku yang ganteng, yang baik yang selalu sayang dan aku sayangi juga" kata Ervi.
"Ya udah kalau gitu mas mau kasih ini buat kakak ya, kamu masukan kekamar aja sana" kata Fariel.
"Iya mas, makasih bonekanya" kata Ervi, dengan senyumnya.
"Iya, adek mas yang cantik" kata Fariel.
"Kakak dimana."
"Tuh lagi nonton" kata Ervi.
"Ya udah mas ke sana ya" kata Fariel, sambil berjalan melewati Ervi lalu memberantaki rambutnya.
"Ih mas, rambutku jadi berantakan tau" kata Ervi.
"Belom mandikan" kata Fariel.
Ervi malah.
Lalu aku kali meberantaki rambutnya.
"Iih mas" kata Ervi.
"Kaburrrrr" kata Fariel, sambil jalan menuju kakak berada, sampai disamping nya langsung kupanggil.
"Kak."
"Hah" kata Fida, yang asik dengan acara nontonya.
"Kak ni kukasih boneka buat kaka" kata Fariel.
"Mana sini" kata Fida, yang masih fokus menatap ke arah TV.
"Nih buat kakak" kata Fariel, yang meletakkan disampingnya.
"Hah besar bener dek" kata Fida.
"Iya, buat nemenin kakak tidur" kata Fariel.
"Makasih adek kakak yang baik, kakak makin sayang sama adek yang selalu perhatian sama kakak" kata Fida.
"Ya udah kalah gitu aku mandi dulu ya kak, belum Shalat juga" kata Fariel.
"Iya dek, makasih ya bonekanya" kata Fida.
__ADS_1
"Iya kak" kata Fariel, sambil berjalan menuju kamar.
Sampai dikamar langsung mandi dan Shalat Dzuhur.