Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pipi tembem


__ADS_3

Selesai mandi kami langsung memakai pakaian dan sarapan pagi dibawah bersama yang lain. Sebelum turun untuk makan, ada obrolan sedikit dikamar masalah pakaian.


"Sami enggak boleh pakai pakaian selain yang kupilih" kata Ervi.


"Diam, berdiri aja disitu dulu."


"Biar kupilih baju dan celananya."


"Iya, tapi jangan aneh-aneh loh" kata Fariel.


"Enggak kok, tenang aja" kata Ervi.


"Tunggu bentar sampai Sanis selesai pakaiannya."


"Iya, tapi jangan kelamaan, dingin" kata Fariel.


"Enggak kok, paling sejam lebih" kata Ervi.


"Ih teganya" kata Fariel.


"Mau buat Sami mati karena kedinginan."


"Ini kelamaan main air nih, jadi dingin gini."


"Dibawa gerak biar enggak dingin" kata Ervi.


"Enggak ah lagi males" kata Fariel.


"Mending selimutan lagi, kalau harus nunggu Sanis pakai pakaian."


"Ih, nanti basah" kata Ervi.


"Daripada kedinginan" kata Fariel.


"Kalau nungguin Sanis moles pipi terus ngelurusin alis dan bulu rambut dibuat berdiri seperti jarum yang siap meledakkan balon, mending tiduran aja lagi."


"Sanis kalau dandan lama, menceng dikit langsung dilurusin, sekalian aja pake waterpass biar lurus."


"Hihihihi" kata Ervi.


"Yang sabar ya sayangku, cintaku, suamiku, pangeran bumiku hingga nanti disorga."


"Iya, dah sabar banget malah ini" kata Fariel.


"Sami mau rebahan pokoknya ya."


"Nanti kalau Sami ketiduran, bangunin loh ya."


"Kalau inget ya Mi" kata Ervi.


"Ih, masa gitu" kata Fariel.


"Kalau enggak dibangunin, berarti Sami hanya ditutupi selimut doang dong badan Sami."

__ADS_1


"Kalau nanti ada yang masuk, Aya misalnya."


"Mau dikira ngajarin anak enggak bener."


"Iya, nanti kubangunin" kata Ervi.


"Dah tiduran aja, jangan banyak ngomong, dan jangan ngajak Sanis ngomong."


"Oke sip" kata Fariel.


"Jangan menor-menor, nanti kusawer dua ribuan."


"Tu pipi biasa aja pupurannya, dan livenannya enggak usah dibuat kaya cabe merah, natural aja."


"Pupur, emang bayi apa" kata Ervi.


"Ini cosmetic, skincare bukan pupur, kaya bedak aja pupur."


"Kalau yang ini namanya lipstik, bukan liven."


"Kaya jaman Mama sama Mami aja taunya liven."


"Bodo ah, enggak paham nama pupurmu" kata Fariel.


"Yang penting mau selimutan, sambil muter musik, mumpung punya alat musik baru."


"Jangan keras-keras Mi" kata Ervi.


"Ini kamar bukan studio musik ataupun tempat karaoke."


"Kalau keganggu kecilin sendiri aja nanti, tapi setelah Sami merem matanya."


Hanya acungan jempol dari Ervi, karena sedang memakai lipstik kesukaannya.


Setelah mungkin sekitar sejam atau lebih aku hanya dibalut selimut, tapi masih ada handuk yang menempel dipinggangku, akhirnya dibangunkan juga.


"Bangun Mi" kata Ervi, sambil menggerakkan badanku.


"Ini pakai pakaiannya."


Langsung kubuka matanya dan duduk.


"Cuci muka lagi aja sana" kata Ervi.


"Nanti baru pakai pakaiannya."


"Iya" kata Fariel.


"Awas melorot handuknya" kata ErviErvi.


"Melorot enggak papa, kan enggak ada yang lain selain Sanis disini, mau lihat juga enggak masalah" kata Fariel.


"Huh dasar" kata Ervi.

__ADS_1


"Sana buruan, keburu dingin lagi nanti."


"Dinginnya dah ilang" kata Fariel, langsung berdiri.


"Huh" kata Ervi.


"Emmuachh" kata Fariel, Memeluk dan mencium pipinya.


"Ihhh" kata Ervi.


"Sana ahhhh."


"Jagan peluk-peluk."


"Nanti rusak riasanku loh, ini lagi pake cium segala."


"Biarin" kata Fariel.


"Bis nyaman sih kalau kekgini."


"Sami jangan kekgini ah" kata Ervi.


"Dah siang ini "


"Kasian nanti yang nungguin kita buat sarapan."


"Cium dulu, kan belum dicium pagi ini" kata FarielFariel.


"Kan tadi udah, waktu dikamar mandi" kata Ervi.


"Ya itukan beda Nis" kata FarielFariel.


"Pokoknya kalau belum dikasih kisah belum kulepas, belum mau pergi buat cuci muka."


"Ih" kata Ervi.


"Manjanya minggu-minggu ini Sami."


"Kenapa sih suka banget."


"Enggak tau, lagi pengen aja" kata Fariel.


"Buruan, kis dulu."


"Iya" kata Ervi, langsung mencium pipi kanan dan kiriku juga.


"Dah sana cuci muka."


"Oke Sanisku yang cantik" kata Fariel.


Lalu pergi, tapi sebelum pergi tak lupa mencubit pipi kanan dan kirinya yang mulai berisi dan lalu hidungnya.


"Ihh suka banget sekarang nyubit pipi sama hidung deh" kata Ervi.

__ADS_1


"Abis gemes sih, hehehehehe" kata Fariel, lalu masuk kedalam buat cuci muka.


__ADS_2