
Akhirnya sampai didepan gerbang kos kusus Putri, kalau kos untuk Cowok itu disebrang jalan biar gak terjadi kejadian yang tidak diinginkan oleh pemilik kos kalau sampai terjadi yang diluar dugaan antara sepasang muda mudi. Bahkan keamanannya pun bisa dibilang cukup baik, karena ada beberapa CCTV dari depan pintu rumah kos sampai didepan gerbang dan juga satpam. Jadi aku hanya bisa menunggu di gerbang, terkecuali minta izin untuk masuk ke halaman kos sama satpam kos yang sedang berjaga. sebenarnya pintu gerbang sering terbuka, karena diluar gerbang banyak yang jualan makanan dari nasgor, pangsit, mie goreng, bakso dan lain-lain.
Akhirnya ku coba minta izin untuk masuk kehalaman kos untuk menunggu bidadariku.
"Pak boleh saya masuk sampai halaman untuk menunggu seseorang" kata Fariel.
"Boleh, tapi hanya dihalamannya saja" kata Satpam.
"Makasih pak" kata Fariel, langsung aku masuk ke halaman yang lumayan banyak kendaraan terpakir dari roda dua dan empat.
"Emang nungguin siapa Bang" tanya Satpam.
"Kak Tia Pak, kemarin ngajakin jalan-jalan ke kebun buah" kata Fariel.
"Pacarnya ya Bang, karena setauku dia itu gak punya saudara cowok karena anak tunggal setauku sih, jadi dah pasti situ pacarnya" kata Satpam, sambil tersenyum. Ya dia memang hafal semua penghuni kos disini dari nama-namanya dan tentang keluarganya walaupun begitu banyak penghuni kos apalagi dengan rumah kos yang bertingkat seperti ini yang dikhususkan untuk para mahasiswi. jadi kalau ada yang sedikit asing hanya boleh menunggu didepan gak boleh masuk selain keluarganya itu sendiri, apalagi cowok, terkecuali orang yang bersangkutan sudah ngasih tau kalau nanti ada temennya yang datang kemari.
"baru beberapa hari Pak" kata Fariel.
"Oh, disini kalau cowok gak boleh masuk, kecuali sudah ada amanah dari yang bersangkutan. Tadi Tia sudah ngasih tau kalau ada yang akan datang cowok spesial pake motor scorpio, makanya saya memperbolehkan anda masuk sampai halaman" kata Satpam.
"Oh gitu ya Pak, aku baru tau kalau seperti itu peraturannya" kata Fariel.
"Ya dah saya tinggal dulu ke pos, kalau mau nunggu di depan pos sambil duduk, disini banyak CCTV jadi jangan berbuat yang aneh-aneh" kata Satpam.
"Baik Pak" kata Fariel, akupun langsung jalan menuju tempat yang dimaksud untuk menunggu.
Sambil duduk aku mengetik pesan kalau aku sudah dihalaman dan sedang duduk di samping pos satpam.
"Dah ditungguin tuh sama Abang pangeran" ucap kata Nia, kepada Tia yang masih berdandan
"Lama bener dandannya, mentang-mentang yang mau pacaran" kata Indah.
"Iri bilang bos" kata Tia, jawab dengan ketusnya.
"Gak dong, kita juga mau jalan-jalan, mungkin bisa ketemu nanti disana dan liat pemandangan yang lagi main gendong-gendongan" kata Indah, sambil menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Kayak apa Ndah" kata Nia, terus tertawa
"Aku lupa, kaya apa ya, loe tau ga Tia" kata Indah, dengan senyum-senyum.
Sedangkan Nia ketawa ngakak karena kelakuan Indah terhadap Tia yang menanyakan langsung.
"Loe pikir aja sendiri" kata Tia. sambil cemberut karena mereka.
"Yah Tuan Putri marah" kata Nia.
"Dah sana, kasian tuh pangerannya di kerubutin lalat. Gak liat apa banyak lalat yang liatin kearah pangeranmu, sambil godain" kata indah.
Tia yang sudah selesei berdandan langsung keluar tanpa menyapa mereka yang berada di depan.
"Main slonong aja tuh bocah, gak pamitan sama kita" kata Indah.
"Loe sihh" kata Nia.
Berbeda denganku yang berada di samping pos satpam sedang menunggunya.
"Wah ada cogan tuh lagi metingkring".
"Itu liat di samping pos yang lagi duduk".
Yang lain langsung melihat ketempat yang dimaksud.
"Godain yuk, sapa tau bisa kenalan dan jadi jodohku".
"Ngarep loh".
Langsung mereka capcus kedepan ku dan ada pula yang langsung ikut duduk disampingku.
"Bang, nungguin siapa" sapa salah satu penghuni kos.
"Yang pasti bukan nungguin elo" jawab temannya yang lain.
__ADS_1
"Lagi nungguin Tia" kata Fariel, dengan santai.
"Ohhh, emang sapanya Tia ya" kata dari mereka.
"Temen spesial" kata Fariel.
"Ohhh" serentak mereka.
"Mungkin ini pacarnya Kak Tia, pangeran kan" kata Dini.
"Ohhh, ini toh yang diceritain sama Kak Indan dan Kak Nia" kata Susi.
Aku hanya senyum dengan menunjukkan sederet gigiku.
Tak lama kemudian Tia pun keluar dari dalam rumah kosnya langsung menyapaku.
"Ayok" kata Tia, ucapnya singkat.
"Ambil motor dulu, tunggu sebentar ya" kata Fariel.
Tia hanya diam sambil berdiri.
"Permisi" kata Fariel, ucapku pada mereka.
Aku langsung ambil motor dan langsung menuju kekasih hati.
"Yuk naik" kata Fariel.
Tia langsung naik keatas motor, tapi gak seperti biasanya, dan aku hanya diam saja, karena yang aku pikirkan mungkin karena aku belum pakai minyak wangi karena habis, jadi ya udah langsung kutancap gas untuk jalan, dan menyapa mereka yang masih disitu dan tak lupa pula kusapa Pak Satpam dengan menganggukkan kepala dan senyumannya.
"Kita mampir sebentar ya ke toko parfum" kata Fariel.
"Terserah" kata Tia.
Dalam hati seperti ada yang janggal dengan tingkahnya seperti ada yang beda.
__ADS_1
"Tapi ya sudahlah biarin aja" ucapku dalam hati.
Sampai ditoko parfum.