Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Bikin malu


__ADS_3

"Gendongnya harus kaya tuan Putri atau Cinderella" kata Ervi.


"Oke" kata Fariel, angsung turun dari kasur.


"Ayok siappp. "


"Kaburrrrr" lari masuk kedalam kamar mandi.


"Aaaaaaa aaaa Sami mah" kata Ervi.


"Nangis nih kalau enggak digendong nih."


"Nangis yang keras biar semua orang dengar yang ada dirumah ini."


"Miiiiii."


"Mami, Papi."


"Sami nakal, ninggalin."


"Aaaa aaaaaaaa aaaaaaa."


"Mami Sami nakal Mi" kata Ervi, dengan teriak.


"Mii."


"Apaan sih teriak-teriak adek" kata Mami, dibalik pintu


"Masih pagi kok gitu "


"Kenapa, ada apa."


"Sami nakal nih Mi, ninggalin" kata Ervi.


"Dah ya jangan teriak-teriak" kata MamiMami.


"Mami mau buat minum sama buatin jamu untukmu."


"Kenapa sih Nis" kata Fariel.


"Bikin malu aja nih."


"Sami tadi kebelet, enggak bisa nahan, maaf."


"Sami harus dihukum hari ini sebagai gantinya" kata Ervi.


"Kok gitu" kata Fariel.


"Kalau Sami enggak mau gimana."


"Harus mau, sebagai hukuman karena bikin Sanis marah pagi ini" kata Ervi.


"Iya deh iya" kata Fariel.


"Sekarang mau mandi atau gimana."


"Gendong dulu baru mandi" kata Ervi.


"Masa mau mandi disini, ditempat tidur."


"Iya tau kalau gitu" kata Fariel.


"Yaudah yuk Sami gendong."


"Ucapan selamat pagi belum" kata Ervi.


"Iya deh iya" kata Fariel, langsung kucium kening dan, skip aja ya.


"Makasih" kata Ervi.


"Yuk" kata Fariel,langsung kugendong seperti yang dimintanya.


"Duh beratnya, kok makin hari makin berat ya, apa Sami yang dah enggak kuat ya."


"Makanya jangan kebanyakan godain Ibu-ibu" kata Ervi.


"Mentang-mentang lagi naik daun karena acara TV jadi buat kesempatan."

__ADS_1


"Mana ada" kata Fariel.


"Kan kalian yang minta buat ikutan, katanya kapan lagi bisa masuk TV buat acara olahraga."


"Sama yang minta buat ikutan main film daerah juga Sanis yang minta, katanya buat bantu dan melestarikan budaya, makanya Sami mau ikutan."


"Kalau tau bakal jadi masalah seperti ini Sami enggak mau kemarin ikutan."


"Iya deh Sanis yang salah juga" kata Ervi.


"Maafin karena bikin Sami jadi tambah capek."


"Iya" kata Fariel.


"Sami juga minta maaf jadi kurang waktunya buat kalian."


"Tapi Sami enggak akan ninggalin kalian kok, kan hanya kalian yang selalu kusebut dalam setiap do'a dan langkahku selain orang tuaku."


"Makasih" kata Ervi.


"Dah ya turun, kan mau mandi katanya" kata Fariel.


"Ayok" kata Ervi.


"Kan Sanis belum dilepas pakaiannya, masa mau mandi pake baju seperti ini" kata Fariel.


"Langsung masuk aja."


"Nanti aja dilepasnya" kata Ervi.


"Mau berendam sama pakaiannya."


"Hemmm" kata Fariel.


"Sami juga gitu aja, enggak boleh dilepas" kata Ervi.


"Harus nih" kata Fariel.


"Harus dong" kata Ervi.


"Duren aja dibelah bukan dibedong."


"Ada aja" kata Fariel.


"Kalau dibedong."


"Hancur dong" kata Ervi.


"Hehehehe."


"Tapi risih tau kalau mandi masih pake celana panjang kek gini" kata Fariel.


"Ya dah lepas yang panjang" kata Ervi.


"Beneran boleh, enggak papa" kata Fariel.


"Enggak papa, asal masih pake celana pendek atau boxer" kata Ervi.


"Iya tau kalau itu" kata Fariel.


"Ya dah buruan, atau mau Sanis yang lepasin juga" kata Ervi.


"Bisa sendiri" kata Fariel.


"Dah sini, biar Sanis aja" kata Ervi.


"Selagi pengen nih, kapan lagi kan Sami mandi diperlukan seperti ini sama Sanis."


"Hemmm" kata Fariel.


"Ha hemm ha hemm mulu akhir-akhir ini" kata Ervi.


"Dah diem berdiri aja kek gitu."


"Jangan gerak nanti kena."


"Kena apa tuh" kata FarielFariel.

__ADS_1


"Kena sepak terjang lagi sama Sanis kaya dulu" kata Ervi.


"Mau."


"Ihhh jahatnya" kata Fariel.


"Jangan dong, masa mau dibuat replay."


"Sakit tau."


"Bisa pecah telor nanti enggak jadi netas telor puyuhnya."


"Hahahahaha" katabErvi.


"Bisa netas aja enggak kok."


"Itu hanya buat pelengkap aja kayaknya disitu."


"Bikin berat aja tuh."


"Ih jahatnya bilang hanya pelengkap doang" kata Fariel.


"Tapi suka kan."


"Suka, asal dibuat mata sapi" kata Ervi, sambil tersenyum dan melepaskan celana panjangku.


"Dikira telor ayam apa" kata Fariel.


"Kan tadi bilang Sami telor puyuh" kata Ervi.


"Enak berarti kalau direbus terus digoreng dan dikasih saos atau sambal, pasti gurih."


"Amit-amit, jangan sampai terjadi" kata Fariel.


"Hanya dua mau direbus, bisa bahaya nanti nyariin telornya yang hilang dicuri tu puyuh."


"Dah" kata Ervi.


"Angkat kakinya."


Langsung kuangkat satu-persatu kakinya secara bergantian.


"Ikat pinggangnya dilepas sekalian dong" kata Fariel.


"Iya Mi" kata Ervi.


"Ini mau kelepas juga."


"Lagian kan masih banyak ikat pinggang Sami dilemari."


"Kalau kurang nanti kukasih punya Sanis yang hitam atau punya Pak Udin biar kupinjam kan."


"Itumah sabuk silat, beda dong" kata Fariel.


"Kalau punya Pak Udin itu sama aja kek punya Sanis, hanya lebar aja, malu pakeknya."


"Masa mau kekantor pake sabuk begituan, dikira mau pantun kali ya."


"Hahahahaha" kata Ervi.


"Dah nih sabuknya."


"Celananya lempar aja ya" langsung dilemparnya kesembarang tempat.


"Ih kenapa asal lempar, kan ada tempatnya buat pakaian kotor" kata Fariel.


"Biarin aja, nanti juga bakal ada yang pungut" kata Ervi.


"Bentar, taro ini dulu disitu" kata Fariel.


"Handuknya juga belum kuambil."


"Yaudah ambil, tapi jangan lama" kata Ervi.


"Iya, paling hanya sejam aja" kata Fariel.


"Iihhhhh" kata Ervi.

__ADS_1


__ADS_2