Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Salah berucap


__ADS_3

"Sekarang mau tiduran lagi atau mau apa" kata Fariel.


"Tiduran lagi sambil dipjijitin" kata Ervi.


"Ya udah ayok kita naik keatas" kata Fariel.


"Boboan disini aja, dipangku kepalanya" kata Ervi.


"Ya ayok sini" kata Fariel.


"Keningnya aja yang dipijit atau ada yang lain juga."


"Kepalanya sama kaki juga" kata Ervi.


"Kalau gitu tiduran diatas aja ya, biar enak mijitnya" kata Fariel.


"Kalau kekgini Sami enggak bisa mijit kakimu, susah."


"Diatas aja ya biar enak."


"Angkatin" kata Ervi.


"Males berdirinya."


"Iya" kata Fariel.


"Ini mukenanya enggak dilepas dulu, mau dipake aja."


"Lepasin" kata Ervi.


"Ya udah duduk dulu, biar enak lepasinnya" kata Fariel.


Setelah duduk langsung kulepasin mukenanya.


"Duh beratnya" kata Fariel, yang mengangkat keatas kasur.


"Mana ada berat, masih sama kok kek dulu" kata Ervi.


"Jangan bilang aku gemukan sekarang."


"Enggak kok, mana ada gemukan, masih keliatan seksi kok" kata Fariel.


"Ah bohong" kata Ervi.


"Bilang aja sekarang aku gemuk."


"Sami jahat, ngatain aku gendut" lalu menangis.


"Sami jahat."


"Loh kok malah nangis gitu" kata Fariel.


"Sami jahat ngatain gendut" kata Ervi.

__ADS_1


"Sana pergi aja" sambil menangis dan mendorong tanganku.


"Sami minta maaf kalau Sami salah" kata Fariel.


"Tapi Sami enggak ada bermaksud ngatain kamu gendut atau apalah."


"Sanis masih cantik gini, seksi juga, malah makin cantik dan seksi aja sekarang."


"Berarti kemarin-kemarin Sanis enggak cantik, enggak seksi, jelek gitu" kata Ervi.


"Lah kok makin marah dan nangis" kata Fariel, dalam hati.


"Apa yang salah denganku hari ini jadi seperti ini."


"Sana pergi aja sana" kata Ervi.


"Sana sama Aya aja sana atau sama Mama aja sana."


"Sami jahat."


"Iya Sami jahat dah ngatain Sanis gendut" kata Fariel.


"Tapi Sami tetap sayang sama Sanis walaupun Sanis mau gendut dah enggak cantik lagi."


"Sami akan tetap suka dan sayang sama kamu."


"Bohong" kata Ervi.


"Buat apa Sami bohongin kamu dan semuanya."


"Kan Sami sayang sama kalian semua apa adanya."


"Bohong" kata Ervi.


"Bilang aja Sami mau cari yang lain lagi, mau nyari yang lebih cantik dan seksi enggak gendut kaya aku."


"Sami dah bosan sama aku."


"Siapa bilang Sami mau cari yang lain lagi, dan dah bosan sama kamu dan Mama Aya" kata Fariel.


"Sampai kapanpun Sami enggak akan pernah bosan dan ninggalin kalian semua."


"Sami janji enggak akan pergi jauh dan ninggalin kalian."


"Janji" kata Ervi.


"Iya janji" kata Fariel.


"Enggak bohong kan" kata Ervi.


"Enggak dong, masa sama bidadariku berbohong sih" kata Fariel.


"Pangeran enggak akan pernah ingkar janji."

__ADS_1


"Apalagi janji buat selalu ada dan mencintai kalian semua."


"Biar kau gendut, pipimu tembem, kutetap suka."


"Bodimu bulat, perutmu buncit, kutetap cinta padamu."


"Karena kucinta kau apa adanya."


"Biar jelek tidak masalah."


"Ah gombal" kata Ervi, sedikit mulai hilang tangisnya.


"Gombal atau enggaknya itu Sanis yang nilai" kata Fariel.


"Tapi kalau yang Sami ucapkan itu adalah janji yang sebenarnya janji untuk kalian."


"Sami kan enggak mau ditinggal dan berpisah dari kalian, apalagi sama bidadari-bidadariku."


"Gombal" kata Ervi.


"Bidadari yang mana, pasti banyak" kembali ngambek.


"Apa aku salah ucap lagi" kata Fariel, dalam hati.


"Ya kan bidadari Sami hanya kamu dan dia" kata Fariel.


"Ervida dan Fida."


"Kalian kan bidadariku yang diciptakan hanya untukku, jadi akan kujaga sampai nanti sampai waktunya tiba untuk kita berpisah."


"Yaitu waktu dimana kita sudah tak bernyawa lagi."


"Tapi Sami selalu memohon pada Tuhan, nanti satukan kami lagi disurga, karena Sami enggak mau berpisah dari bidadariku ini."


"Gombal aja terus" kata Ervi.


"Enggak dong, masa gombal sih" kata Fariel.


"Tanpa kalian para bidadariku hidupku akan merana."


"Merana apa merene" kata Ervi.


"Hemmmm apa ya" kata Fariel, langsung kugelitiki perutnya.


"Ampun Mi" kata Ervi.


"Geli Mi, ampun."


"Aku percaya sama Sami, tapi dah jangan gelitikin lagi, geli."


"Yakin nih percaya sama Sami" kata Fariel.


"Iya, ahhhhh hahahaha" kata Ervi.

__ADS_1


__ADS_2