Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Nyulik Aya


__ADS_3

Sampailah kini dikamar kak Fida, Aya masih bermain bebek-bebekan yang bergantungan, tangan mungilnya mencoba beberapa kali ingin meraihnya.


"Assalamu'alaikum" kata Friel.


"Waalaikumsalam Den" kata Ani.


"Apa Aya tidur Bi" kata Fariel.


"Enggak Den, nih lagi mainan bebek-bebekan yang tergantung" kata Ani.


"Padahal tadi dah tidur eh bangun lagi, malah mainan bebek-bebekan."


"Oh, yaudah bibi kalau mau keluar-keluar aja, bibi belum makan kan" kata Fariel.


"Belum sih Den" kata Ani.


"Apa gak papa ni Den bibi keluar."


"Gak papa Bi, kan ada aku disini yang bakal jagain Aya" kata Fariel.


"Lebih baik sekarang bibi makan malam dulu aja sana, ini biar aku aja."


"Baik Den, kalau gitu bibi keluar ya Den" kata Ani.


"Permisi Den, Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


Bibi pun keluar dan meninggalkan aku dan Aya.


"Hee Ayesha" kata Fariel.


"Lagi main ya."

__ADS_1


"Aya bangun lagi ya karena belom ngantuk, belum mau bobo ya."


"Apa Aya mau ngajakin Om main nih."


"Pipinya makin tembem aja nih kaya bola" sambil menoel pipinya, yang ditoel pipinya malah ketawa ceria sambil memainkan kaki dan tangannya.


"Duh ceria bener."


"Mau ikut Om, mau Om gendong."


"Ayok ikut" sambil menjulurkan tanganku lalu meraih badannya dan ku gendong.


"Duh beratnya sekarang Aya."


"Aya makan apa aja nih sampe berat begini, Om hampir gak kuat nih."


"Hmmm makan apa, makan bubur sama pisang, he'em makan bubur sama pisang yang bikin pipi tembem kaya bola, sama perutnya jadi gendut gini."


"Yuk kita main dikamar Om yuk, biar Mamamu nyariin nanti, Aya Om culik" sedangkan Aya malah ketawa.


"Ayok kita kekamar Om, bawa bebeknya satu aja, nihhh."


Langsung kubawa Aya ke kamarku, ingin kuajak bermain dikamar ku sambil rebahan.


"Ayok kita masuk, dah sampai dikamar Om nih" kata Fariel.


"Nih kamar Om."


"Sekarang Aya tiduran dikamar Om, Om mau lepasin jaket dulu" langsung kubaringkan Aya dan kulepas jaket kulit yang masih menempel pada badanku.


"Kita main sambil rebahan."


"Aya harus bobo ya, jangan main mulu."

__ADS_1


"Sini Om nyanyiin lagu biar Aya cepet ngantuk dan bobo."


"Aya bobo, oh Aya bobo, kalau tidak bobo digigit nyamuk" diulang ulang sambil menepuk-nepuk bokongnya supaya cepet ngantuk.


"Belum mau bobo Aya, Aya belum ngantuk, mau ngajakin Om main bebek-bebekan he'em."


"Tapi ini dah malam, Aya sekarang bobo."


"Aya bobo sama Om disini malam ini mau, tapi Aya harus segera bobo, jangan main mulu, oke."


"Sini Om peluk."


Lalu kutepuk-tepuk bokongnya dengan pelan dan Aya mulai memejamkan matanya walau tangan dan kakinya masih digerakkan.


Tanpa sadar aku sampe ikutan tertidur.


Dilain sisi, Fida yang mencari Aya.


"Assalamu'alaikum" kata Fida


"Loh kok kosong, pada kemana."


"Perasaan tadi dibawah gak ada, apa iya diruang nonton dibawa Uda kebawah karena belum tidur si Aya."


Fida langsung turun kebawah lagi setelah baru sampai dkamarnya yang ternyata kosong.


"Nyariin apa sih kak, kok kaya kebingungan gitu" kata Mami.


"Kirain Uda bawa Aya kebawah, alnya dikamar ku gak ada" kata Fida.


"Paling dikamarnya" kata Papi.


"Yuk kita ke kamar nak Fariel, siapa tau lagi bermain dikamarnya" kata Mami.

__ADS_1


"Ayok Mi" kata Fida.


Mami dan kak Fida langsung naik lagi keatas dan menuju kamarku.


__ADS_2