
Inilah mungkin hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua pihak, apalagi kalau bukan acara pernikahan putra putrinya yang akan dilaksanakan hari ini.
Mataku masih sedikit terpejam saat sedang dirias dan wajahku dipolesi oleh mereka.
"Ihh kok malah merem mulu" kata Be.
"Buka matanya, kan mau bahagia, harus dikasih make up dulu biar makin keren" An.
Aku hanya mendengarkan ucapan mereka saja, karena dari beberapa hari ini susah tidur memikirkan hal ini yang seperti mimpi yang gak akan mungkin terjadi dalam hidup ini.
"Ayo dong buka matanya" kata An.
"Ayo dong buka matanya terus ini pakaiannya dipake, jangan merem."
"Bukannya tadi dah mandi, masa masing ngantuk."
"Banyakan begadang pasti ini" kata Be.
"Biasa mikir hari bahagia dapat double" kata An.
"Buka dong matanya, terus pakai ini" kata Be.
"Loh kok anak Mama belum selesai sih" kata Mama.
"Ayo dong buka matanya terus pakai bajunya, kan mau berangkat nih, jangan kelamaan, nanti telat kasian yang nunggu disana. "
"Iya nih Bu, si ganteng gak mau buka matanya lebar-lebar" kata Be.
Langsung kuberdiri dan masuk kedalam kamar mandi buat memakai baju dan celananya lalu keluar.
"Nah gitu dong, jangan tegang biasa aja" kata Mama.
"Tegangan nya cukup malam nanti aja" kata An.
"Sini duduk biar diselesaikan dulu ini mukanya biar keliatan cerah dan makin ganteng" kata Be.
"Dah selesai tinggal pakai peci lalu berangkat biar bisa langsung main kuda-kudaan nanti sehabis ijab" kata An.
"Semangat dong, jangan lesu gini."
"Ayok anak Mama semangat" kata Mama.
"Kasian Bapak didepan tuh nungguin anak bujangnya yang mau nikah kelamaan keluar kamarnya."
"Ayok, dah siap semua tuh buat berangkat."
"Mama tunggu ya didepan."
"Ayo jalan ganteng" kata Be.
"Masa badannya dah cucok masih lemas nih."
"Apa mau dapat hadiah dariku, spesial buat ganteng nih kalau mau."
Dengar ucapan itu dari depanku langsung kubuka mataku lebar-lebar dan langsung berdiri dan jalan keluar kamar.
"Ih mau dikasih hadiah langsung out aja nih" kata Be.
"Yuk bantu jalan, hadiahnya nanti aja, jangan digodain dia normal" kata An.
"Emang aku gak normal apa yeeee" kata Be.
"Inikan hanya profesi aja, harus oo."
"Terserah padamu aja" kata An.
"Pelan-pepan dong ganteng jalannya, masa Nona ditinggal sih" kata Be.
"Nona palalo" kata An.
__ADS_1
"Bilang aja iri kalah cantik dariku" kata Be.
"Yakan ganteng."
Aku hanya diem saja tanpa menjawab apapun darinya.
Langsung aku masuk kedalam mobil biar bisa sedikit tenang dan bisa merem lagi matanya yang masih ngantuk.
"Loh kok malah merem lagi" kata Bapak.
"Jangan banyak dipikirkan, santai aja."
"Gak usah takut sama penghulunya, gak gigit kok nanti, hanya salaman sambil mengucapkan ijabnya."
"Masa mau dapat yang istimewa dari yang lain kok malah lemes" kata Fajar.
"Semangat dong broo" yang duduk disetir dengan perias.
"Tenang nanti kubakal bantu semangat dari belakang, jangan lesu dulu, semangat."
"Ganteng semangat dong, nanti nona kasih hadiah spesial" kata Be.
"Tuh ada yang mau ngasih hadiah, mau gak tuh" kata Fajar.
"Buat lo aja hadiahnya, kan lo masih jomblo" kata Fariel.
"Jomblo bukan berarti tak laku" kata Fajar.
"Kalau sama ini mah ogah, masa mau main pedang, ihhh."
"Jangan gitu dong, kan malah oke bisa perang ketajaman" kata An.
"Hahahahahaha" ketawa Bapak, Mama, dan Fariel.
"Bener tuh kata Tante" kata Be.
"Sialan bilang Tante" kata An.
"Ihh najis aku sama dia" kata Fajar.
"Amit-amit, amit-amit, jangan sampai ya Allah."
"Udah-udah sekarang jalan, yang lain dah pada siap buat jalan, jangan ribut, fokus nyetir" kata Mama.
"Oke Bude, siap laksanakan perintah" kata Fajar.
"Ah kamu mah sama bude gitu mulu, pasti nanti ada maunya nih anak" kata Bapak.
"Modus mu dah hafal aku Jar."
"Gak dong, paling hanya minta duit aja buat beli permen" kata Fajar.
"Iya nanti Bude kasih ya" kata Mama.
"Sekarang nyetir yang benar dulu, fokus ke jalan." Memang sudah berjalan di barisan ketiga rombongan para roda empat dan yang paling belakang roda dua.
"Jangan dikasih Ma, kebiasaan nanti" kata Fariel.
"Minta sama Bapakmu aja sana."
"Masa minta sama Mamakku mulu, mana sekolah suka pinjam motor Bapakku lagi, gak mau isi bensin pula."
"Hahahaha, kan namanya juga bestfriend ya gak Bude" kata Fajar.
"Dah kaya adek sendiri dan anak Bunda juga ya gak Bun."
"Iya-iya" kata Mama.
"Apa sih yang gak buat kalian ini."
__ADS_1
"Yang penting Mama sama Bapak sehat selalu bisa nyari rejeki terus."
"Mau kuliah dimana rencana, bukannya dah lulus sekolah."
"Jangan bilang mau numpang hidup sama Bude ya" kata Bapak.
"Nyari kerjaan kalau gak, atau kekebun bantuin Bapak, kalau gak kuliah."
"Kan ada abang sekarang yang dah sukses, masa iya gak dikasih kerjaan yang pas, yang banyak cewek anak kota yang cantik-cantik" kata Fajar.
"Mulai deh kumat" kata Fariel.
"Nanti kalau ada lowongan buat staff kebersihan ku kabari buatmu."
"Hahahaha, cocok itu" kata Bapak.
"Ih teganya sama ponakan sendiri" kata Fajar.
"Bude belain dong."
"Ngadu" kata Fariel.
"Tidur ah, masih lama juga perjalanan, daripada dengarin omongan ponakan yang datang dari ntah mana gak tau, lebih baik tidur."
"Perasaan Mama dan Bapak gak punya saudara lagi, kenapa punya ponakan ya."
"Dah gak papa" kata Mama.
"Walaupun bukan dari anak saudara Mama dan Bapak, tapi Mama dah sayang sama dia juga, makanya kalau kamu buat salah masih punya anak Mama yang bisa dijadikan anak juga."
"Tuh dengarin" kata Fajar.
"Sakarepmu" kata Fariel.
"Berarti nanti nona minta restunya sama Tante dong ya" b.
"Hahahaha" ketawa Fariel, Bapak, Mama, dan An.
"Ogah, aku sama batang pisang kaya lo" kata Fajar.
"Mending sama di sebelah lo yang dah jelas itu cewek, nah lo siluman."
"Hahahaha" ketawa kami berempat.
"Kalau gitu langsung kan aja Ma, selagi ada orangnya kan itu" kata Bapak.
"Cocok itu" kata Fariel.
"Mama ikut apa yang dimau orangnya langsung aja" kata Mama.
"Kayaknya juga cocok dan masih seumuran, atau kalau gak ya seumur hiduplah."
"Makasih tante, aku masih muda baru dua satu" kata An.
"Cocok kalau gitu" kata Bapak.
"Gak nolak kan kalau sama tuh bocah."
"Mana yang baik aja, kuterima jika memang jodohku" kata An.
"Nona bakal jadi sainganku" kata Be.
"Dah ngobrol nya nanti aja, sekarang santai dulu, kasian anak Mama nih, butuh konsentrasi dan siapin mental" kata Mama.
"Jangan ganggu dulu ya."
"Iya tante" kata An dan Be.
"Sip Bude" kata Fajar sambil nyetir.
__ADS_1
Dan kamipun diem hanya omongan kecil aja antara Bapak dan Mama.