
Kuucapkan salam dalam Shalatku kekanan dan ke kiri, yang ternyata ada Aya sedang melihat kearahku dengan tangan dimulutnya dan bertepuk tangan.
"Aya disini" kata Fariel.
Aya malah ketawa seolah ingin ikut padaku dengan kedua tangan terbuka seperti minta digendong.
"Yuk sini sama Om" kata Fariel.
Langsung kuangkat dan kupangku dan kedua tangannya dan telapak tangannya dibuka seperti meminta.
"Ya Allah, Aya mau kalau besar nanti Aya ingin jadi anak yang Shalehah."
"Semoga Mama Aya sehat selalu, diampuni dosa-dosanya ya Allah."
"Semoga yang lain diberikan kesehatan dan dilimpahkan rezekinya dan diampuni dosa-dosanya ya Allah."
"Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar."
"Aminn" dan telapak tangannya langsung membasuh kemuka Aya.
"Dah sekarang Aya harus sama Mama ya, Aya minum susu dan makan bubur ya."
"Om harus mandi dan nyuci baju, nih Aya kotorin baju Om nih."
"Tuh Mama Aya ada disitu tuh."
"Yuk sama Mama yuk" kata Fida, yang langsung berpindah tangan ke Fida dari ku.
"Ciluk baaa" kata Fariel.
"Om disini, cariin Om Aya."
"Cilukkkk baaa."
__ADS_1
Aya langsung loncat loncat dipangkuan kak Fida.
"Duh ceria bener cucu Mami ini kalau main sama Omnya nih" kata Mami.
"Jangan loncat-loncat dong Aya, Mama gak kuat kalau megangin Aya kaya gini" kata Fida.
"Aya sama Mama Aya disini aja mimi cucunya ya, Om mau nyuci baju dan mandi" kata Fariel.
"Nyai kasih minum Aya disini aja, mungkin kalau disini Aya bisa tenang."
"Ciluk baa."
Aku langsung membuka lemari mengambil baju ganti yang baru buat nanti dipake.
"Ciluk baaa."
"Dah ya, Om mau mandi dulu."
"Nanti lagi mainnya ya."
Dan aku langsung masuk kekamar mandi.
"Huh mana Omnya" kata Fida, yang melihat Aya mencari ku.
"Ciluk baaa" kata Fariel, dengan menampakkan kepalanya dari balik pintu, dan Aya loncat-loncat lagi.
"Dah sekarang mimi cucu dulu, nanti baru main sama Omnya ya" kata Fida.
"Sini kita bobo disini dikamar Om."
"Duh cucu Mami kok mimi cucu aja harus dikamar Om, harus diajak main dulu sama Om baru mau" kata Mami.
"Dah sekarang Aya mimi cucu dulu, biar nanti kalau main lagi Aya dah gak lapar lagi."
__ADS_1
"Anak pinter" kata Fida, yang Aya langsung meminum susunya.
"Anak cantik Mama dah mulai nakal sama Mama sekarang, kalau mimi harus ada Omnya dulu buat ngajak main."
"Dah nanti lagi, sekarang mimi lagi, Omnya lagi mandi, dan nanti Aya juga harus mandi dan ganti pokoknya dan bajunya."
"Kalau gitu Mami ambilkan buat dibawa kemari aja ya" kata Mami.
"Kalau dibawa kekamar kamu malah nanti nangis dan gak mau ganti baju nya."
"Iya Mi" kata Fida.
"Mimi cucu nya pelan-pelan aja, Mami gak minta kok" kata Mami.
"Itu cucunya buat Aya semua, kalau bisa Aya habiskan semuanya kalau perlu biar makin bulat."
"Iya Mih, ini Aya habiskan cucunya biar cepet gede Mi, biar bisa main dan jalan-jalan Mi sama Mami dan Mama" kata Fida, dengan suara anak kecil.
"Dada Aya" kata Mami.
"Mami mau ambil ganti buat Aya."
"Aya disini tungguin Om sampe selesai mandi dan nyuci ya."
"Apa buburnya juga sekalian kak."
"Iya Mi, tapi sedikit aja, nanti gak habis kalau kebanyakan, ini dah minum susu nyedot nya aja kencang bener nih si Aya, takut ada yang minta dan mau dihabiskan semuanya sendiri, sebelum ada yang minta" kata Fida.
"Duh cucu Mami haus ya, miminya sampai kaya gitu" kata Mami.
"Kaya habis nyangkul dari kebun aja minum nya nih si Aya."
"Biar nanti kuat saat main lagi Mi" kata Fida.
__ADS_1
"Ya dah Mami ambilkan semuanya dan bawa kemari" kata Mami.
"Makacih Mi" kata Fida, dengan suara kaya anak kecil.