
Dimimpiku kembali hadir dirinya.
"Camiii."
"Camiii aku disiniii."
"Cami tolong aku."
"Aku butuh kamu camii" dengan menangis.
"Cami dekaplah tubuh ku mi."
"Aku kedinginan."
"Aku butuh pelukanmu."
"Aku butuh kehangatanmu."
"Miii camiii."
"Kemarilah, aku disini."
"Bawalah aku pulang bersama mu mi."
"Peluk dan dekaplah aku mi" dengan memeluk kedua lututnya.
"Mi aku gak mau kita berpisah."
"Aku gak ingin."
"Mii."
"Aku sayang kamu mi."
Membuatku terus memanggil-manggil namanya dalam tidurku sambil mengangkat tangan kananku yang seolah ingin meraihnya.
"Mii, kemarilah."
"Dingiiiinnnn miii."
"Dinginnn."
"Aku gak akan pulang tanpamu mii."
__ADS_1
"Camiii."
"Aku kangen kasih sayangmu."
"Kangen dengan candaan mu mii."
"Senyuman mu."
"Semua tentangmu mi, yang memanjakanku."
"Bawalah aku bersamamu mi."
"Genggam tanganku mi."
"Aku merindukanmu mii."
"Jemput aku miii."
"Bawalah aku pergi mii."
"Aku hanya ingin bersamamu."
"Hidup bahagia bersama mu."
"Membangun keluarga kecil bersamamu."
"Melihat tingkah lucu anak-anak kita mi."
"Mi aku disini."
"Bawalah aku mi."
Tanpa sadar dalam tidurku mengeluarkan air mata yang terus mengalir dan selalu menyebutkan namanya, dan ingin meraihnya tapi terasa jauh untuk ku raih.
"Mii."
"Aku gak sanggup mi."
"Mi sisakan cintamu untukku mi jika kita tak bersama."
"Maaf jika aku pergi jauh, sejauh mungkin."
"Aku gak sanggup menahan nya mi."
__ADS_1
"Aku sakit tanpamu."
"Kaulah hidupku dan matiku."
"Senyum ku dan bahagia ku bersamamu."
"Ijinkan aku pergi jika kita tak disatukan tuk bersama."
"kKuberharap akan disatukan nanti disurga mi."
"I love you mi."
"Selamat tinggal."
"Selamat jalan."
"Semoga cami bisa dapat penggantiku."
"Aku akan pulang tapi bukan kerumah."
"Pulangku ketempat yang jauh."
"Maaf jika hanya tertinggal namanya saja dihatimu."
"TIDAKKK, jangan pergi" ucapku dalam tidurku dengan menjulurkan tangannya.
"Semoga cami masih menginginkan aku nanti disana."
"Selamat tinggal dan selamat jalan."
"Aku akan menunggumu disana nanti" dengan senyuman manisnya.
"Dada cami" dengan melambaikan tangannya.
"Selamat tinggal." lalu terjatuh dan mengeluarkan darah dari tubuhnya.
"TIDAKKKKK" dengan membuka mataku.
"Nak, tenang nak, kami disini nak" kata Mama, dengan menangis yang sedari tadi.
"Sabar nak mama ada disini."
"Kamu harus kuat nak."
__ADS_1
Aku menangis membayangkan jika itu benar terjadi padanya maka akulah yang bersalah.
Lalu Dokter masuk dan menyuntikan sesuatu padaku, karena sedari tadi dalam tidurku, aku memukul dadaku dan kasur yang kutiduri, bahkan mereka sampai memegangi kedua tangan dan kakiku, hingga membuat mereka harus memanggil Dokter untuk menyuntikan obat tidur atau obat penenang.