Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Nikah sama pohon


__ADS_3

"Mas hari ini jadikan jalan-jalan sorenya" kata Ervi.


"Iya, emang mau kemana sih" kata Fariel.


"Ya kemana aja yang penting bisa jalan-jalan sama mas sore ini" kata Ervi.


"Iya kalau gak hujan aja ya" kata Fariel.


"Gak bakal hujan, dah ku telpon simbah buat nunda hujannya sore ini" kata Ervi.


"Hahahaha iya iya iya" kata Fariel.


"Jangan lupa transfer ya."


"Tapi mas kayaknya malah minta hujan sore ini biar bisa rebahan sore."


"Ih gitu kali sama adek sekarang" kata Ervi.


"Gak mau bikin adek senang."


"Emang harus jalan-jalan ya yang bikin adek senang" kata Fariel.


"Salah satunya iya" kata Ervi.


"Pi kita kebelakang aja yuk, ganggu orang lagi pacaran disini, masa mau jadi nyamuk" kata Mami.


"Ayok ah, entar ganggu malah bikin riweh" kata Papi.


"Mami emang paling mendukung" kata Ervi.


"Adek kasih jempol dua buat Mami dan Papi."


"Sana buruan kebelakang, jangan ganggu apa lagi sampe nanti ngintipin kami lagi romantisan."


"Heleh heleh anak Papi dah mulai nih Mi, kumatnya dah mulai" kata Papi.


"Ya udah yuk Pi, kasian yang lagi pdkt, nanti kalau ganggu malah gagal deh pdktnya" kata Mami.


"Awas aja kalau macam-macam, Papi nikahin langsung" kata Papi.

__ADS_1


"Jangan ada peluk-peluk apa lagi yang lain."


"Mau kalau dinikahin sekarang, asal sama mamas" kata Ervi.


"Tuh kan makin kumat" kata Papi.


"Nikah aja sono sama pohon mangga dibelakang kalau mau sekarang" kata Fariel.


"Hahahaha, kawus" kata Mami.


"Emang enak digituin sama anak Mami ini."


"Kalau nak Fariel Papi mah percaya bisa jaga jarak, tapi kalau anak Papi kayaknya susah, maunya nempel mulu kaya prangko" kata Papi.


"Mami mah gak dukung adek" kata Ervi.


"Papi juga pake ngatain kaya prangko."


"Mas pun tega masa suruh nikah sama pohon, kan adek maunya sama mas Sielfa Akhmad Mufariel bukan sama pohon mangga."


"Lah emang ya Mi kaya prangko nempel mulu" kata Papi.


"Awas jaga jarak" kata Papi.


"Papi mau ikutan romantisan sama Mami di belakang, jangan ganggu apalagi ngintip biar ngikutin gaya Papi dan Mami yang lagi berduaan."


"Papi sok romantisan, padahal mah garing" kata Ervi.


"Papimu beda romantisan nya sama Mami, gak kaya anak muda jaman sekarang suka gombal" kata Mami.


"Ya udah hus sana pergi" kata Ervi.


"Ih ngusir" kata Mami.


"Mami kebelakang ya nak Fariel, jagain yang bener, kalau macam-macam nanti jitak aja kepalanya."


"Mami gak masalah kok kalau adek berani bertingkah aneh-aneh."


"Tenang aja Mi, bakal kuikat nanti pake kawat di kaki meja biar gak berani macam-macam" kata Fariel.

__ADS_1


"Cocok" kata Papi.


"Papi tinggal ya."


"Mas mah tega sama adek, masa mau diikat dikaki meja pake kawat" kata Ervi.


"Adek kan maunya diikat pake cincin pernikahan, bukan pake kawat, emang maling apa."


"Hhaha pake apa tadi" kata Mami.


"Pake cincin."


"Ngimpiiiii" Papi dan Mami.


"Hahahahahaha."


"Ihh Papi sama Mami mah nyebelin" kata Ervi.


"Sana kebelakang sana, ganggu aja."


"Hahahaha, habis lucu sih anak Papi ini" kata Papi.


"Mas pun kenapa ikut senyum-senyum gitu" kata Ervi.


"Gak ada, biasa aja kok nih" kata Fariel.


"Mas" kata Ervi, sambil meraih lenganku.


"Mas ikat nih di meja nih kalau gak di lepas tangannya" kata Fariel.


"Iih mas kok gitu sih" kata Ervi.


"Kan mau bermanja sama mas selagi gak ada Papi dan Mami."


"Gak ada peka kaya gini, apalagi peluk-peluk mas, mas mau rebahan" kata Fariel.


"Adek dibawah aja sana di lantai."


"Gak mau, maunya disini aja sama mas" kata Ervi.

__ADS_1


__ADS_2