Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Mata-mata


__ADS_3

"Es krim rasa strowberi lima" kata Fariel.


"Apel dan jeruk lima juga."


"Coklat kopi dan vanila dua aja."


"Baik Pak" kata Pe.


"Apa ada yang lain lagi" setelah mengambil apa yang kusebutkan.


"Buah semangka ada" kata Fariel.


"Ada Pak, dibagian yang sana untuk buah" kata Pe.


"Mari."


langsung kuikuti dari belakang sambil menuntun Aya yang sedang asik dengan esnya.


"Ini Pak semangkanya, mau yang mana, semuanya InsyaAllah manis Pak" kata P, tunjuknya pada potongan semangka.


"Mana aja boleh, empat potong aja" kata Fariel.


"Baik Pak" kata Pe.


"Bengkoangnya dua ikat sama salaknya juga dua kantong" kata Fariel.


"Dah Pak, apa ada yang lain lagi" kata P.


"Mau minta apa lagi anak Ayah" kata Fariel.


"Dadan" kata Aya.


"Sini keranjangnya biar saya aja" kata Fariel.


"Enggak usah Pak, enggak papa" kata Pe.


"Selagi ada kesempatan buat bisa melayani artis"


"Maaf Pak, kalau enggak sopan dengan ucapan saya."


"Yah" kata Aya, dengan menarik-narik tanganku.


"Iya ayok" kata Fariel, langsung mengikutinya dan juga dia mengikuti kami dibelakang.


"Pilih mau yang mana" kata Fariel.


"Ambil aja."


"Ni" kata Aya.

__ADS_1


"Sini sama Kakak, biar Kakak masukin ke keranjang" kata P.


Tiba-tiba HP dalam kantong berbunyi.


"Mba, tolong ya" kata Fariel.


"Saya mau angkat telpon, sebentar."


"Iya Pak" kata P.


"Aya, sama Kakak dulu ya sebentar" kata Fariel.


"Ambil aja yang mau diambil ya."


"Mba tolong" kata Fariel.


Setelah Aya mau dengannya, dan aku langsung mengangkat telpon.


"Hallo Assalamu'alaikum" kata FarielFariel.


"Waalaikumsalam" kata Ervi, dengan jawaban sedikit dengan nada ngambek.


"Lama banget sih ngangkatnya."


"Maaf, namanya juga lagi nemenin anak lagi minta jajan dan minta kesana kemari, ya lama" kata Fariel.


"Ada apa kok kayaknya penting banget."


"Sami enggak ada deket sama siapapun, kecuali sama anak" kata Fariel.


"Bohong" kata Ervi.


"Pasti Sami lagi didalam toko kan."


"Pasti ada cewek yang ngikutin Sami."


"Enggak ada" kata Fariel.


"Enggak usah bohong" kata Ervi.


"Aku tau dari sini kalau Sami ada sama cewek juga yang nemenin Aya" kata Ervi.


"Hah" kata Fariel, langsung melihat keberbagai arah untuk mencari keberadaannya.


"Iya kan Mi" kata Ervi.


"Dimana orangnya, apa didepan sana" kata Fariel, dalam hati.


"Enggak ada Nis."

__ADS_1


"Kalau enggak percaya coba deh kesini lihat sendiri."


"Enggak ah males, mending makan buah sambil nonton drama" kata Ervi.


"Oh ya belikan buah bengkoang ya Mi sama mangga yang jangan terlalu matang."


"Iya nanti ku carikan" kata Fariel.


"Awas aja kalau lupa" kata Ervi.


"Kutonjok biar enggak bisa jalan."


"Ih teganya sama Suami sendiri kek gitu" kata Fariel.


"Biarin, siapa suruh enggak bisa nurutin kemauan istri" kata Ervi.


"Pokoknya harus ada, Wassalam" langsung terputus.


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Apa dia pake orang buat ngawasin aku ya, kok bisa tau gitu."


"Wah bahaya kalau gini, bisa jadi perang dunia dirumah kalau sempat iya dia pake mata-mata buat ngawasin gerak-gerikku, apa yang kulakukan serba salah kayaknya sekarang."


"Anakku kemana lagi ini" langsung berjalan mencoba mencari Aya yang sedang mencari jajanan.


Begitu ketemu dengannya sudah berbeda, yang tadi memakai keranjang biasa sekarang malah menjadi troli atau keranjang dorong.


"Banyak banget jadinya" kata Fariel.


"Anak Ayah ambil apa aja ini, kok sampai sebanyak ini."


"Dadan" kata Aya, sambil meraih apa yang ada didepan dan dimasukkan kekeranjang yang didorong pegawai tokonya.


"Dah ya, nanti enggak muat keranjang motor Ayah kalau kebanyakan" kata Fariel.


"Belinya besok lagi aja ya, sekarang dah dulu."


"Enggak au" kata Aya, sambil memasukan apa yang berhasil didapatnya.


"Ini kan bukan jajan, ini apaan" kata Fariel.


"Itu masker wajah Pak" kata P.


"Ini banyak banget, bukan jajan mah ini, bukan makanan" kata Fariel.


"Nanti bisa dikembalikan jika tidak jadi dibeli Pak" kata P.


"Dah ya, nanti dimarah Bunda sama Mama kalau belinya kebanyakan" kata Fariel.

__ADS_1


Seketika Aya langsung cemberut ketika dengar nama Mama dan Bunda disebut, mukanya langsung menunuduk dan mulut dikerucut atau maju kedepan, yang justru membuat jadi gemes bagi yang melihatnya dan akan tersenyum pastinya.


"Dah ya, sini Ayah gendong sini" kata Fariel.


__ADS_2