Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Jail


__ADS_3

"Jangan main ambil dulu, sabar" kata Fariel, sambil meletakkan nasgor.


"Iya iya" kata Ervi.


"Tunggu dulu, mas panggil yang lain, sapa tau mereka juga mau, kamu ambilkan krupuk biar makin pas sama potongin timun dikulkas" kata Fariel.


"Iya massss" kata Ervi.


"Biasa aja napa, gak usah sambil ngegas gitu" kata Fariel.


"Iya masku yang ganteng kaya pangeran kodok" kata Ervi.


"Ya udah, mas mau manggil yang lain dulu, siapain ya" kata Fariel, sambil berjalan kearah ruang nonton.


Sampai disana langsung kutawarkan pada mereka


"Pi, Mi, dan Kak, apa ada yang mau ikut makan nasgor, itu dah jadi, dan aku juga masak banyak, kalau dimakan berdua gak bakal abis" kata Fariel.


"Kakak mauuu" kata Fida.


"Ya udah ayok kebelakang" kata Fariel.


"Papi sama Mami apa mau ikut makan disana apa makan disini."


"Tapi gendong" kata Fida.


"Idiiih" kata Fariel.


"Hehehe, becanda" kata Fida.


"Gendongnya nanti kalau ada waktunya" kata Fariel.


"Tapi bukan kakak yang ku gendong alias dedek bayinya."


"Apa Papi mau, biar Mami ambilin" kata Mami.


"Boleh Mi" kata Papi.


"Ya udah Mami ambilkan dulu" kata Mami.


"Yuk nak."


"Ayok Mi" kata Fariel.


"Kakak bisa jalan kan."


"Bisa dong" kata Fuda.


"Gak perlu adek pegangin kan, bisa sendiri" kata Fariel.


"Mami duluan aja, nanti kami nyusul."


"Tentu bisa" kata Fida.


"Ya udah ayok pelan-pelan aja jalannya, kaka pegangan tanganku ya" kata Fariel.


"Iya" kata Fida.


Lalu kami pun jalan menuju dapur, sampai didapur.


"Kakak duduk aja ya, biar ku ambilkan" kata Fariel.


"Iya dek" kata Fida.


"hlHmmm manja" kata Ervi.


"Adek mau Mami ambilkan juga" kata Mami.


"Gak usah Mi, Mami ambilin buat Papi aja" kata Ervi.


"Bilang aja minta masnya yang ambilin" kata Fida.


"Sok tau" kata Ervi.


"Udah-udah, ini mau makan apa mau debat dulu baru makan" kata Mami.

__ADS_1


"Jangan kebiasaan napa" kata Fariel.


"Ya udah kalian duduk, biar aku yang ambilkan buat kalian berdua, udah ya jangan pada debat, aku lagi gak mau dengar debat di meja makan, disini tempat buat makan bukan meja meja hijau buat debat paham."


"Tuh dengerin nak Fariel ngomong, ini tuh meja makan bukan meja hijau" kata Mami.


"Mami dah selesai, Mami kedepan lagi ya" sambil membawa nampan berisi nasgor dan air minum.


"Kalian makan abisin biar gak debat mulu, ini Mami dah cukup sama Papi" lalu berjalan.


"Sekarang kalian duduk yang tenang jangan kaya anak kecil, biar aku ambilin" kata Fariel.


"Kakak mau seberapa nasgor nya."


"Setengah aja, nanti kalau kurang nambah lagi" kata Fida.


"Oke" kata Fariel, lalu menyendokkan nasgor dalam piring.


"Pake krupuk dan timun."


"Iya, krupuk nya yang banyak" kata Fida.


"Oke" kata Fariel.


"Nih kak nasgornya"


"Makasih adek kakak" kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


"Ade mau seberapa nasgor nya."


"Penuh, timunnya dikit krupuknya yang banyak" kata Ervi.


"Oke, beres" kata Fariel, langsung menyendokkan nasgor lalu timun dan krupuk nya.


"Nih nasgornya ya cantik, jangan lupa habis makan bayar ya."


"Hah kok bayar" kata Ervi.


"Kan iya, makan gratis habis makan bayar" kata Fariel.


"Becanda kak, bayarannya hanya bantuin nyuci piring sama alat masak aja, kalau kakak gak usah bayar, kaka duduk aja nanti ya, kasian nanti dedeknya cape karena bantuin nyuci" kata Fariel.


"Makasih adekku yang baik" kata Fida.


"Berarti nanti ade yang nyuci ini semuanya dong" kata Ervi.


"Mama mas juga" kata Fariel.


"Yuk makan, dan berdoa masing-masing."


"Enak dek, adek belajar dari mana buat nasgor kaya gini, ada rasa kunirnya dan kunyit putih nya, besok-besok buat lagi ya dek buat kaka" kata Fida.


Aku hanya mengacungkan jempolnya, karena gak baik makan sambil ngomong, bisa nanti jadi tersendat makanan.


Sedangkan Ervi makan dengan diam sampai habis bahkan nambah nasgor nya, sedangkan aku dan kak Fida belom habis, dia yang porsinya lebih banyak sudah habis duluan.


"Adek kesurupan" kata Fida.


"Kakak yang sedikit aja masih ada setengah, kok adek bisa yang ukurannya dua kali lipat bisa habis duluan."


Sedangkan Ervi hanya cuek.


"Itu yakin habis dek" kata Fida, yang melihat nasgor Ervi rata dengan piringnya.


"Tadi dah segunung sekarang juga hampir segunung, apa gak papa tuh perut" sambil geleng-geleng.


Ervi tetap fokus dengan nasgor nya, aku yang melihat hanya tersenyum bisa membuatnya makan dengan lahap.


"Kalau kurang ambil aja, gak usah malu" kata Fariel.


"Kakak kalau kurang bilang, biar ade yang ambilin."


"glGak usah dek, kaka bisa sendiri" kata Fida.

__ADS_1


"Adek udah makannya."


"Udah, lihat adek makan aku ikut kenyang" kata Fariel.


"klKok dikit amat makannya" kata Fida.


"Perutku gak muat, nanti gak bisa tidur kalau kebanyakan, jadi yang sedang-sedang aja" kata Fariel.


"Adek habisin ya, mas mau nyuci dulu, nanti kalau dah selesai pirinnya bawa kebelakang ya, biar mas cuci."


"Kakak makan yang banyak, biar dedeknya juga dapat asupan nya."


"Kalau bisa kalian habiskan semua."


"Oke, tenang ada Ervi yang bakal ngabisin semuanya" kata Fida.


Lalu aku kebelakang sambil membawa piring kotorku.


llLalu kucuci piring kotorku dan juga beberapa alat masak yang kotor juga.


"Mami nitip ya nak" kata Mami.


"Iya Mi, taro aja disitu biar nanti kucuci" kata Fariel.


"Nakasih ya nak, nasgor nya enak, Mami suka sama Papi juga, kecapnya pas ga kebanyakan, kunyit nya juga mantap" kata Mami.


"Makasih Mi pujiannya" kata Fariel.


"Ini bukan pujian, tapi memang enak" kata Mami.


"Dah ya, Mami mau lanjut nonton lagi."


"Iya Mi, silakan" kata Fariel.


Lalu aku lanjut mencuci piring dan gelas kotor dari Mami.


"Ni mas piring sama pancinya" kata Ervi.


"Bantuin dong, biar mas yang nyabunin, adek yang bilas, dan ini ditata ya yang sudah mas bilas" kata Fariel.


"Oke mas" kata Ervi.


"Dah kenyang makannya, apa kakak juga dah habis makannya" kata Fariel.


"Kenyang banget malah" kata Ervi, sambil mengelus perutnya.


"Paling bentar lagi selesai, kakak kan kalau makan lama, menghayati rasanya ngunyahnya juga harus seratus kunyahan biar halus total."


"Itu tandanya kakak itu sayang sama usunya, makanya ngunyahnya sampai halus total dan bisa dicerna dengan baik" kata Fariel.


"Itu perut ade dah berapa bulan."


"Emang adek lagi hamil apa, suami aja gak punya hamil dari mana sih" kata Ervi.


"Ini tuh karena makan habis dua piring."


"Tiga kali" kata Fida, yang sambil membawa piring kotor nya.


"Sini biar ade yang cuci, kakak balik aja duduk lagi, atau kedepan" kata Fariel, sambil meminta piring kotornya.


"Oke, kakak langsung kedepan aja ya, makasih dah dicuiin, dan makasih buat nasgor nya juga" kata Fida.


"Iya kak" kata Fariel.


klKami pun lanjut mencuci hingga selesai, langsung ide jail keluar.


"Dek, bentar ini ada apaan, kaya ada sabun" kata Fariel, sambil mencolek hidungnya dengan sabun ditangan.


"Mana" kata Ervi.


"Ini, nih" kata Fariel.


"Tuh kan sabun" yang menunjukkan tanganku ada sabun, langsung cuci tangan dan kabur


"lariiiiiii."

__ADS_1


"Mas awas ya" kata Ervi.


"Dasar jail, huh" dengan mengerucutkan bibirnya.


__ADS_2