
"Ayok bangun kasih Asi padanya"
"Sekarang dah kuberikan namanya untuk nya"
"Kamu harus bangun, dan komen kalau namanya kurang bagus menurut mu"
"Ada beberapa nama yang harus kita pakai"
"Kamu harus bangun dan memilihnya"
"Kamu mau kasih nama anak kita siapa"
"Gibran, atau Ramadhan, atau Irham, atau Azka atau yang lainnya"
"Kamu harus bangun untuk memilihnya"
"Tapi untuk sementara akan kuberikan nama Rezki Akhmad Maulana Ramadhan"
"Jika menurut mu gak cocok nanti kita ganti dengan nama yang menurut mu bagus"
"Jadi ayok bangun lihat dan kasih nama anak kita"
"Apa kamu tega membiarkan anak kita tanpa nama"
"Apa kamu tega membiarkan dia minum susu selain dari Asi kamu sendiri"
"Kan kamu pernah bermimpi kalau nanti ingin menyusui anak kita sampai umur dua tahun gak boleh minum susu lain selain dari Asi mu"
"Jadi ayok bangun"
"Kasihkan Asi mu pada anak kita"
"Dia juga ingin bermain dengan mu"
__ADS_1
"Ingin mencium mu"
"Ingin dalam gendongan mu, dengan kasih sayang dan belaian lembut dari tanganmu"
"Ingin tidur ditemani mu"
"Mandi dan ganti popok digantikan olehmu"
"Jadi ayok bangun"
"Aku kangen dengan kamu Nis"
"Aku kangen saat kamu menyuruhku buat melakukan permintaan mu"
"Apa kamu masih ingat waktu itu kamu pernah memintaku untuk membawakan air kelapa saat kamu sedang ngidam"
"Dan saat aku membawakan tapi kamu buang, karena kamu minta harus aku yang metik dan manjat sendiri kepohon"
"Aku rela melakukan itu untuk kamu, walaupun aku harus manjat pohon tanpa tangga untuk metik kelapa muda"
"Aku bahagia saat kamu tersenyum saat aku berhasil mendapatkan kelapa mudanya walaupun badanku gatal karena semut"
"Aku tetap bahagia walaupun kamu hanya minum sedikit dan harus aku yang menghabiskan"
"Tapi apa kamu masih ingat yang ini saat meminta satu hal yang sangat aneh padaku, dan aku gak boleh nolak sedikitpun"
"Kamu pernah memintaku untuk memakai daster warna ping lalu memakai bandu dikepala yang ada telinga kelinci dan rambuku gak boleh pendek harus panjang sebahu biar kamu ikat setiap hari"
"Aku lakukan semuanya sama kamu, gak peduli walaupun akun harus malu karena menemanimu jalan-jalan yang seperti kamu juga seperti Ibu-ibu juga yang memakai daster selayaknya sedang hamil, hanya boleh menutupi muka pakai masker mulut dan kacamata, bahkan banyak yang mengira saya itu cewek juga, apalagi serba ping dari sepatu hingga bandu rambut dan lalu diikat rambutnya juga"
"Tapi aku bahagia saat melihatmu tersenyum tertawa terbahak-bahak"
"Lihat anak kita juga ikutan tersenyum, seperti sedang mengajak dia ngobrol"
__ADS_1
"Apa ini memang permintaan anak kita ini yang suka aneh yang suka bikin Ayahnya diketawain orang-orang"
"Ehh, lihat dia senyum lagi tuh"
"Jadi sekarang ayok kamu bangun"
"Lihat nih si Rezki minta digendong sama Bunda"
"Si Rezki minta mimi cucu katanya nih"
"Jadi ayok bangun"
"Anak Ayah mau bobo disamping Bunda, iya mau bobo disamping Bunda"
Hanya senyuman kecil dari Rezki.
"Hemmm lucunya anak Ayah ini, senyum terus ini"
"Mau ngajak Ayah becanda nih, mau ngajak Ayah main, iya"
"Dah sekarang Rezki bobo disamping Bunda, ajak Bunda ngobrol sama main biar bangun Bunda nya" yang langsung ku rebahkan disamping Ervi, dan tangannya dijadikan pembatas agar tak jatuh.
"Dah sekarang Rezki ajak main Bunda, ajak ngobrol"
"Lucunya kamu ini, senyum mulu gak berhenti"
"Ajak ngobrol Bunda, bilang minta mimi sama Bunda"
"Bisikkin Bunda biar bangun"
"Ayah mau makan sebentar"
"Rezki jangan rewel, ajak main Bunda ya"
__ADS_1
Hanya senyuman dari Rezki dan aku langsung lanjutkan makan yang tertunda yang masih tersisa dipiring, karena tadi kurang nafsu tuk makan.