Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dambaan hati


__ADS_3

Setelah Shalat lalu aku menyenderkan badanku dengan dibantu Papi dan menyelimuti kakiku.



Lalu Mami masuk dengan Ervi dengan membawa makanan dan minuman.


"Nak fariel makan dulu ya, biar Mami suapin" kata Mami.


"Aku makan sendiri aja ya Mi" kata Fariel.


"Udah gak papa, Papi gak bakal cemburu kok, atau Ervi aja yang nyuapin, sekalian biar dia itu tanggung jawab karena perbuatannya padamu Nak" kata Papi.


"Iya, Mami juga setuju kalau Nak Ervi mau nyuapin kamu makan. Anggap aja itu permintaan maafnya padamu, iyakan Ervi" kata Mami.


"Iiiya Mi" kata Ervi, dengan sedikit takut, lalu meletakkan makanannya diatas meja.


"Tapi Mi" kata Fariel.


"Nanti selesai makan obatnya diminum ya, biar cepet sembuh" kata Papi.


"Iya Pi" kata Fariel.


"Ervi cepet kamu suapin Masmu, minta maafnya nanti kalau sudah selesai makan" kata Mami.


"Iiiiya Mi" kata Ervi, dengan sedikit kaku, karena harus menyuapi seorang yang sangat didambakan dalam hatinya, dan apa lagi pertama kalinya menyuapi seorang laki-laki dan ini pada orang yang selalu ada dalam hatinya.


Lalu dengan perlahan dan sedikit malu juga terpaksa, karena itu perintah Papi dan juga Mami nya. Lalu Ervi menyendok nasi dan lauknya yang ada di piring lalu menyuapi ku.

__ADS_1


"A a a" ucap Mami.


Dan akupun langsung membuka mulutnya, Ervi langsung memasukkan makanannya kedalam mulutku.


"Nah gitu, kan bagus" kata Mami, sambil terasa senang.


"Mami sama Papi mau keluar sebentar ya, mau ngambil sesuatu. Makannya dilanjutkan sampai habis lalu diminum obatnya".


"Yuk Pi" lanjutnya sambil menarik tangan Papi.


"Papi tinggal bentar ya Nak Fariel" kata Papi.


"Ervi, kamu suapin yang bener, dan jagain Mamasmu itu ya".


"Iya Pi" kata Ervi.


"Assalamu'alaikum" ucap Papi dan Mami.


"Waalaikumsalam" Kata Ervi, dan aku hanya menjawab dalam hati.


Kemudian setelah mereka keluar, Ervi sedikit gugup dan rada takut karena hanya berdua dalam kamar, jadi sedikit gemetar tangannya sambil menyuapi ku karena takut akan kena marah atau apalah dariku.


Sedangkan Papi dan Mami justru malah senang ketika meninggalkan mereka berdua berada dikamar. Biar leluasa mungkin untuk mereka ngobrol, dan terutama buat Ervi yang harus bisa meminta maaf dengan sendirinya bagaimanapun caranya.


"Jenapa Mami malah ngajak Papi keluar, dan ninggalin mereka berduaan dikamar" kata Papi.


"Biar mereka bisa saling dekat aja Pi, dan Ervi bisa mengungkapkan rasa bersalahnya tanpa bantuan kita. Anak kita kan sudah besar, masa harus kita bantuin terus" kata Mami.

__ADS_1


"Iya sih, terus kita mau kemana Mi" kata Papi.


"Ambil buah terus nguping deh, apa yang akan mereka bicarakan didalam" kata Mami, dengan senyum girangnya.


"Ih Mami ada-ada aja, masa ngupingin mereka, gak baik tau" kata Papi.


"Gak papa, Mami cuman mau mastiin, Ervi bisa ngomong apa gak didepan Mamasnya yang selama ini didamba-dambakan tapi malah buat kesalahan padanya" kata Mami, yang sambil berjalan menuju kamarku sambil membawa beberapa buah-buahan.


"Maksud Mami apaan" kata Papi.


"Gini loh Pi. Kemaren tu, Mami sedikit cerita tentang Nak Fariel, tapi mami bilangnya itu pake nama Ahmad. erus Mami ceritakan banyak banget pada Ervi, terus kata Ervi jadi pengen ketemu sama orangnya, dan akan memanggilnya Mas"


"Dan papi tau gak" kata Mami.


"Enggak, kan Mami belum cerita" kata Papi.


"Kalau Ervi beneran punya rasa pada Nak Fariel, dan beberapa hari ini dia kehilangan semangatnya karena gak ketemu dengannya. Juga dia curhat banyak banget tentang dia, bahkan sampai meminta Izin pada Mami kalau pengen dekat dengannya, dan bahkan menjadikannya pendamping hidupnya nanti. Jadi Mami suruh aja Nak Ervi VC ke Nak Fariel" kata Mami.


"Terus gimana" kata Papi, dengan keponya


"Dan beneran di VC sama Ervi, dan diangkat, sampai mukanya merah loh Pi, karena katahuan pengen ketemuan ngajak jalan atau apa gitu sama Nak Fariel. Dan juga sempat dibilang kenapa malah nunduk, karena mukanya merah loh Pi, bahkan sama Mami sampai ku godain mereka yang lagi VC berduaan. Mami hanya senyum-senyum melihat tingkah Ervi yang sudah salah tingkah" kata Mami.


"Berarti Nak Fariel sudah tau kalau Mami itu Mami nya Ervi dong dari kemaren" kata Papi.


"Enggak dong Pi. Mami kan hanya disamping Ervi, gak kena kamera juga kok, jadi tenang aja deh, kemungkinan baru tau sekarang kok Pi" kata Mami.


"Oh gitu" kata Papi.

__ADS_1


"Husst diem" kata Mami, dengan jari telunjuknya di mulutnya, karena sudah didepan pintu karena mau mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


__ADS_2