Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dibangunkan


__ADS_3

Ku terbangun di pagi hari sebelum Adzan subuh karena mendengar suara tangis disampingku


aku langsung membuka mata lebar-lebar.


"Huhh Aya bangun ya, haus ya" kata Fariel.


"Sebentar, Om mau panasin dulu susunya biar nanti Aya mimi cucunya."


Aku langsung bangun dan membuat minum buat Aya, kumasukan bubuk susu beberapa sendok dan air panas juga dingin, agar bisa langsung diminum.


Langsung kututup botolnya dan kukocok botol nya supaya susunya larut.


"Dah jadi nih cucu nya, sekarang Aya mimi cucunya" kata Fariel.


"Huhh haus dan lapar."


"Miminya pelan-pelan aja, Om gak minta kok."


"Aya ngompol gak nih bobo nya."


Langsung kucek kubuka celana nya dan pokoknya yang ternyata basah pokoknya tapi belum tembus ke celana nya.


"Duh Aya ngompol nih" kata Fariel.


"Om gantii popok nya ya, biar nanti bisa bobo lagi dengan nyaman."


"Om ambil popok nya dulu sama bedaknya."


Langsung kuelap dibagian tertentu dengan tisu basah lalu kubedaki dan kupakai kan popok baru dan celana baru.


"Dah selesai, sekarang Aya dah pake yang baru lagi, jadi sekarang Aya bisa bergerak bebas" kata Fariel.


"Om cuci tangan dulu sama cuci muka ya, Aya mimi cucu Aya disini, jangan bergerak kemana-mana, Om hanya sebentar."


Aya hanya memainkan botol nya sambil minum dan kaki yang diangkat-angkat sambil tangannya satu menarik-narik kaos kakinya.


Dan aku langsung secepatnya cuci tangan dan cuci muka, takut nanti Aya nangis kalau kelamaan ditinggal.


Aku langsung balik lagi ke Aya yang masih asik dengan botol nya yang sudah kosong.


"Duh kencang bener miminya" kata Fariel.


"Dah habis nih cucu nya, apa mau lagi, biar Om buatkan lagi cucunya."


Aya langsung melemparkan botol nya dan memainkan mulutnya yang dibuat manyun-manyun gitu.


"bentar ya biar om buatkan lagi"

__ADS_1


"Duh gemesnya ponakan Om ini."


Langsung kubuatkan minum lagi seperti tadi hanya setengah botol saja takut nanti gak habis dah malah terbuang dan mubazir.


"Nih minum lagi cucunya" kata Fariel.


Aya langsung minum lagi.


"Pelan-pelan dong miminya, gak usah takut Om minta, nanti kalau kurang Om buatkan lagi miminya."


"Sekarang pelan-pelan aja miminya ya."


"Sambil mimi cucu sambil bobo lagi ya, ini masih malam belum pagi, Aya harus bobo lagi."


"Jangan begadang sampai pagi, apa mau ikut Om Shalat Subuh nih."


"Duh habis lagi ini minumnya ini."


"Lapar ya si Aya ya, sampe habis dua botol ini mimi cucunya."


"Hore habis cucunya."


Sedangkan Aya hanya memaikan tangannya seperti bertepuk tangan dengan ceria.


"Ponakan omg mau ikut Subuhan ini."


"Apa mau main sama Om nih."


"Cium dulu pipinya."


"Duh duh duh kok Om dijambak nih."


"Gak mau Om cium nih, takut ketahuan bau ya."


Aya hanya ketawa sambil mengangkat kakinya.


"Tapi Aya gak bau kok, masih bau bedak bayi, hanya sedikit bau cucu."


"Assalamu'alaikum" kata Fida, sambil membuka pintu.


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Tuh Mama Aya datang tuh."


"Kasih salam dulu sama Mama itu."


Aya hanya bertepuk tangan dengan senang tapi langsung memelukku dengan erat.

__ADS_1


"Loh kok malah meluk Om lagi ini, itu Mamanya datang loh, masa mau Aya diemin itu" kata Fariel.


"Aya balik yuk kekamar sendiri yuk" kata Fida.


"Ini dah mau Subuh ini loh."


"Uda mau mandi dan Shalat Subuh."


"Pasti Uda Aya ompoli tadi."


"Kasur Uda pasti Aya pipisin ini."


"Gak kok" kata Fariel.


"Pipisnya belum tembus, dah kuganti popok nya sama celanya, jadi aman gak perlu takut."


"Kan Aya anak yang pinter jadi gak bakal ngompolin Omnya sama pipisin ini kasur."


"Duh cerianya anak Mama malam ini" kata Fida.


"Gak mau jauh dari Omnya nih, Mama malah sekarang jadi yang dicuekin nih sama Aya sekarang nih."


"Aya lebih milih Omnya daripada sama Mamanya sekarang."


"Dah gak papa, nyai tenang aja, Aya baik-baik aja gak nakal juga kok" kata Fariel.


"Nyai kalau mau mandi atau mau Shalat Subuh, shalat aja duluan sana, biar Aya sama Uda disini."


"Gak rewel aja kok disini."


"Sapa tau nanti bisa kuajak Shalat Subuh disini sambil mainan bebek-bebekan."


"Mama tinggal nih" kata Fida.


"Beneran ya Mama tinggal."


"Ih kok dicuekin sih Mama."


"Ya dah Mama mau kekamar lagi ya."


"Aya jangan nakal disini."


"Kalau Aya nakal nanti Omnya gak mau lagi sama Aya."


"Dada Aya, Mama tinggal."


"Dada Mama" kata Fariel.

__ADS_1


__ADS_2