
Dan aku langsung keluar dari dalam rumah, dan ada Ervi dengan muka cemberut sambil duduk dan memainkan kakinya.
"Kenapa mukanya ditekuk kaya gitu, apa gak jadi jalan-jalannya nih" kata Fariel.
"Kalau gak jadi mas mau main saya Aya di dalam."
"Iih mas gak peka" kata Ervi.
"Ditungguin kok lama bener."
"Mas itu dandan dulu apa gimana sih, adek aja yang cewek bisa cepet, masa mas yang cowok malah lama banget."
"Kaya lagi pamitan sama istrinya aja yang mau ditinggal keluar kota."
"Ngobrol bentar sama Mami tadi, masa iya mau keluar ngajak anak gadisnya gak pamitan sih" kata Fariel.
"Iya dong tadi pamitan dulu sama istri tercinta juga, biar gak nyariin dan gak merindukanku yang lagi pergi, rindu dan kangennya buat nanti aja pas pulang."
"Bilang aja tadi godain kakak dulu sama Aya" kata Ervi.
"Ihh ada yang lagi cemburu juga nih kayaknya nih" kata Fariel.
"Kenapa sih akhir-akhir ini suka banget cemberut dan cemburu kaya gini, padahal mas gak ngapa-ngapain deh."
"Ini jadi jalan-jalannya apa enggak nih, apa mau ngobrol disini aja."
"Ihh jadi dong" kata Ervi.
"Dah nunggu lama-lama buat jalan masa gagal."
"Gak lihat apa dah dandan cantik kaya gini."
"Oh iya dah cantik begini masa harus didiemin ya" kata Fariel.
__ADS_1
"Wah ini bakal harus mas gandeng dan dijagain yang bener nih biar gak ada orang lain yang ngerebut nih."
"Kan bisa bahaya kalau tiba-tiba ada yang gandeng, terus yang digandeng nyaman, bisa galau kedua kalinya nih nanti."
"Harus mas kekepin nih nanti biar gak bisa jauh dari mas."
"Mana kaya bidadari yang baru mandi dan turun langsung ke bumi lagi."
"Bakal banyak pasang mata yang melirik nih nanti."
"Mulai aja gombalnya" kata Ervi.
"Tapi yang digombalin kan seneng kan" kata Fariel.
"Enggak, siapa bilang" kata Ervi.
"Mas yang bilang sih" kata Fariel.
"Tapi kok senyum-senyum begitu ya, apa kayaknya lagi bahagia banget ya karena mau jalan-jalan sama orang terganteng di bumi ini, apa di kompleks ini ya."
"Sok kepedean" kata Ervi.
"Mas itu sebelas duabelas sama Pak Udin, jadi gak usah ke gran."
"Biasa aja, paham."
"Gak paham kayaknya nih" kata Fariel.
"Ya udah ayok berangkat, dah gak sabar nih mau makan gratis nih."
"Ih dasar, giliran makan gratis mah cepet, giliran diajakin jalan mah lama" kata Ervi.
"Harus dong, kapan lagi bisa makan gratis selama sebulan, apa lagi dimasakin, duhh hidupku bakal terasa indah dan bisa menikmati hidup tanpa capek-capek masak" kata Fariel.
"Apa lagi setiap hari bisa lihat bidadari naik ojek dan turun dari ojek, pasti bakalan indah benget hari-hariku nanti."
__ADS_1
"Bilang aja ngejek, nyukurin adek" kata Ervi.
"Bisa dibilang iya, bisa dibilang hmmmmm" kata Fariel.
"Iya aja deh" lalu tertawa.
"Nanti mas buat ftv ah, bidadari turun dari ojek motor, pasti bakalan laris manis nih yang nonton film nya."
"Tuh kan nyebelin banget mamas sekarang" kata Ervi.
"Nyebelin sekaligus ngangenin kan" kata Fariel.
"Ya udah ayok."
"Jalan-jalan nya pake motor aja, adek gak mau kalau pake mobil, ribet" kata Ervi.
"Beres tuan Putri yang terhormat, titahmu akan ku laksanakan" kata Fariel.
"Mari Tuan."
"Iih dasar" kata Ervi.
"Ngeselin banget, pake kaya begituan segala" dengan tersenyum dan memukul lenganku pake tasnya.
"Duh duh, kok hamba di pukul tuan Putri" kata Fariel.
"Apakah ada yang salah dari hamba tuan Putri."
"Ih dasar" kata Ervi, yang kembali memukul dengan tas.
"Ehh gak kena, gak kena" kata Fariel, yang berhasil menghindari pukulannya pake tasnya.
"Yuk otw, mau mas gendong lagi kaya tadi, biar mas ceburin lagi kekolam, tapi sekarang kolam ikan."
"Gak usah, bisa sendiri" kata Ervi.
__ADS_1
"Oke deh kalau gitu" kata Fariel.
Dan kami pun langsung berjalan menuju garasi motor, karena akan jalan-jalan dengan menaiki motor biar lebih enak gak terlalu ribet saat nanti memarkirkan, dan lebih enak saat melewati jalanan yang sempit dan mungkin melewati jalanan yang macet.