
Berkumpul untuk sarapan pagi dimeja makan dengan penuh canda dan tawa dua keluarga.
"Mama sama Mami tidur di kamar mas ya semalam" kata Ervi.
"Iya, kenapa nanya gitu, jangan bilang pengen juga" kata Mami.
"Yang sabar, kalau dah ditakdirkan pasti kalian nanti bisa bersama selamanya" kata Mama.
"Bukan itu Ma, tapi lihat tuh mukanya Bapak sama Papi masih loyo kaya kurang nutrisi" kata Ervi.
"Hah" kata Mama.
"Biarin aja, nanti juga bakalan kembali lagi nutrisinya."
"Biar papimu gak kebiasaan aja harus tidur selalu Mami temenin kaya bocah" kata Mami.
"Hahahaha, Papi dibilang bocah" kata Ervi.
"Husssst diam" kata Papi.
"Kenapa Pi, malu" kata Fida.
"Hahahahaha" kata Ervi dan fida.
__ADS_1
"Jalian kalau ngatawain Papi seneng banget ya, gak ada yang belain Papi apa nih" kata Papi.
"Sabar Pi Ida, nasib kita sama kayaknya nih diketawain anak kalau lagi seperti ini" kata Bapak.
"Maaf bukan nya apa-apa, hanya lucu aja sih lihat Papi sama Bapak kurang semangat pagi ini, kaya tanaman kurang air dan pupuk jadi layu" kata Ervi.
"Bener dek kaya tanaman gak disiram" kata Fida.
"Tapi bukannya semalam ketawa-ketawa ya Papi sama Bapak dibawah" kata Mami.
"Iya, mana keras bener ketawanya sampe heran gak kaya biasanya ketawa seperti itu malam-malam, bikin Mama merinding aja" kata Mama.
"Emang kami apa kok serem sih, kami ketawa hanya sebagai hiburan aja" kata Bapak.
"Iya deh iya kami kalau ngumpul suka gosip, tapi itu bukan kami kayaknya yang suka ngumpul ngomongin orang, ya gak Mi Ida" kata Mama.
"Heem, kita ngumpul kan hanya untuk anak bukan gosip, jangan disamakan sama Ibu-ibu lain" kata Mami.
"Kami minta maaf deh karena kemaren dah bikin kalian marah sama kita, karena salah memeluk orang karena saking bahagianya, dan juga semalam tidur milih tidur di tempat Fariel bukan nemenin kalian, jangan marah mulu, ntar makin tua dan kriput tuh kulit."
"iyra Mama juga minta maaf buat semuanya juga, marahnya jangan lama-lama sama Mama dan Mami ya Pak dan Pi Ida" kata Mama.
"Emang kita dah tua ya gak Pi Ida, jadi wajar dah kriput nih kulit, dan dah kendor juga" kata Bapak.
__ADS_1
"Iya bener banget kita dah makin tua makin hari bukan makin muda, jadi ya kriput" kata Papi.
"Kalau masalah itu mah Bapak gak marah kok sama Mama, hanya saja tega aja sama Bapak masa yang dipeluk yang lain bukan Bapak, padahal Bapak kan juga ada disebelahnya" kata Bapak.
"Papi juga sama, Papi gak akan bisa marah sama Mami, kami hanya seperti jadi nyamuk aja yang gak dianggap karena hanya diam jadi patung pancoran melihat kalian bahagia mendengar kabar baik" kata Papi.
"Jadi sekarang Papi sama Mami dah jangan marahan dah selesai kan masalahnya, malu dong sama yang muda" kata Fida.
"Iya, Bapak sama Mama juga jangan saling marahan kasian nanti kalau mas tau melihat kalian saling cuek karena hanya masalah sepele" kata Ervi.
"Sekarang tuh yang harus kita pikirkan itu kondisi mas yang sekarang, apa nanti bakal menerima dengan baik saat tau kalau orang yang dia sayang itu sudah ketemu dan masuk ICU dan tetap akan dilakukan pernikahan dengan orang pilihannya."
"Iya bener banget tuh kata adek, sekarang kita pikirkan masalah itu dulu, jangan mikirkan ego Bapak, Papi, Mama, Mami, tapi ke Uda dulu yang sekarang sedang melawan rasa sakit dan masih dengan kondisi yang akan kembali seperti kemarin dengan tidur panjang nya" kata Fida.
"Bener banget apa yang dikatakan mereka, sekarang bagaimana jika anak kita ini bertanya tentang nya, apa yang harus kita jawab" kata Bapak.
"Iya sih ya, Mama juga bingung nanti harus jawab apaan sama anak kita ini, apalagi dengan kondisi yang masih kurang setabil, walaupun dari Dokter sudah mengatakan sembuh dari tidur panjangnya, tapi kalau nanti sampe syok lagi apa gak akan buat dia kembali seperti kemarin lagi" kata Mama, dengan perasaan was was.
"Jadi ini harus gimana nanti kalau dia bertanya pada kita" kata Mami.
"Aku sudah tau semuanya."
Membuat yang lain kaget dan melihat kearah suara yang berasal.
__ADS_1
Siapa yang ngomong yaaaaa? hmmmmmm.