
"Kita pakai motor punya Bapak Tua aja ya" kata Fariel.
"Selagi disini motornya, sama kita tes buat jalan-jalan, biar santai."
Hanya anggukan dari Aya dan langsung mengeluarkannya dan menaiki motor c70 yang baru diperbaharui dan dimodifikasi ulang agar lebih kinclong lagi seperti baru.
Setelah berjalan beberapa lama dengan roda, kini sampai juga ditempat toko untuk membeli es krim dan buah juga.
"Dah sampai, sekarang kita turun" kata Fariel.
"Beli apa kita."
"Es kim" kata Aya.
"Oke, kalau gitu kita langsung masuk beli es krim" kata Fariel.
"Ayo" kata Aya.
"Jalan sendiri apa gendong" kata Fariel.
"Dili" kata Aya, sendiri.
Langsung menuntun Aya yang ingin lari untuk masuk setelah turun dan ingin jalan sendiri.
"Enggak usah lari" kata Fariel.
"Nanti jatuh."
"Tu" kata Aya, tunjuknya pada tempat es krim.
"Iya, ayok kesana, tapi enggak boleh lari" kata Fariel.
"Rasa apa" begitu sampai didapan lemari es.
"Tobeli" kata Aya.
"Oke" kata Fariel, langsung kubuka.
"Satu aja."
"Agi" kata Aya, lagi.
"Berapa" kata Fariel.
Aya hanya menunjukkan semua jari tangannya.
"Banyak bener" kata Fariel.
__ADS_1
"At Unda ma Mama" kata Aya.
"Ya udah kita beli banyak, borong" kata Fariel.
Aya hanya mengangguk ketika ditanya borong.
"Ya udah, Aya di sini sebentar, jangan kemana-mana, Ayah ambil keranjang dulu, oke" kata Fariel.
"Ia Ayah" kata Aya.
"Uka" yang minta dibukakan esnya.
"Kan belum dibayar, kok minta dibuka, nanti yang jualan marah loh" kata Fariel.
"Aaaaa Yah" kata Aya.
"Iya dah iya" kata Fariel.
"Kita bayar dulu ya, nanti kesini ambil lagi, biar bisa dimakan."
"Enggak au" kata Aya.
"Enggak boleh gitu dong, anak Ayah enggak boleh nakal enggak boleh cengeng" kata Fariel.
"Kan cantiknya hilang kalau nakal."
Tiba-tiba ada pegawai datang
"Ada yang bisa saya bantu Bu" kata Pe.
"Eh Pak."
"Maaf, saya kira tadi cewek."
"Maaf ya Pak" sambil nunduk.
"Iya enggak papa, memang pakaian cewek ini" kata Fariel.
"Enggak usah nunduk, biasa aja, enggak ada yang perlu dimaafkan."
"Enggak salah juga kok, santai aja."
"Ini gara-gara Bunda ini suruh pakai pakaian seperti ini, dikira Ibu-ibu lagi, mana ada gambar hello kitty gede banget, ini kenapa bandu enggak boleh dilepas juga, makin lengkap dikira cewek sungguhan deh" dalam hati.
"Apa ada yang perlu dibantu" kata Pe.
"Gini anak saya minta dibuka esnya tapi belum dibayar, apa bisa" kata Fariel.
__ADS_1
"Boleh Pak, enggak papa, asal saling percaya dan jujur aja" kata Pe.
"Kita juga ada pengawas yang selalu ngawasin para pembeli, jadi pasti tau apa yang dilakukan oleh yang datang kemari."
"Oh ya dah kalau gitu minta keranjang satu bisa dibawakan kesini" kata Fariel.
"Oh tentu bisa Pak" kata Pe.
"Kalau gitu biar saya ambilkan Pak, permisi."
"Iya" kata Fariel.
"Yah" kata Aya, sambil menarik-narik tanganku.
"Iya, sini Ayah bukain" kata Fariel, langsung kubuka bungkusnya.
"Nih, berdoa dan pakai tangan manis."
Langsung menerima dengan tangan kanan dan mengucapkan Bissmillah lalu dimakan esnya.
"Permisi Pak" kata Pe.
"Ini keranjangnya, atau mau saya bawain biar lebih nyaman Bapak sama Anaknya."
"Boleh, tapi enggak papa kan, enggak lagi kerjain yang lain" kata Fariel.
"Ini dah tanggung jawab kami sebagai pegawai Pak" kata Pe.
"Bapak mau belanja apa aja, biar saya yang ambilkan."
"Es krim rasa strowberi lima" kata Fariel.
"Apel dan jeruk lima juga."
"Coklat kopi dan vanila dua aja."
"Baik Pak" kata Pe.
"Apa ada yang lain lagi" setelah mengambil apa yang kusebutkan.
"Buah semangka ada" kata Fariel.
"Ada Pak, dibagian yang sana untuk buah" kata P.
"Mari."
langsung kuikuti dari belakang sambil menuntun Aya yang sedang asik dengan esnya.
__ADS_1