
Setelah semuanya pergi hanya pembicaraan kecil kami.
"Yuk Aya sama Mama yuk" kata Fida.
"Aya harus bobo dah malam ini."
Aya tetap aja cuek berada dalam gendongan ku.
"Ihh kok Mama dicuekin juga kaya Papi tadi" kata Fida.
"Gak mau nih sama Mama bobonya lagi nih."
"Yuk"
"Dah gak papa, biarkan saja, nanti kalau dah tidur aja, baru nyai bisa ambil Aya" kata Fariel.
"Sekarang biarkan saja, masih betah, matanya juga masih besar gitu, belum ngantuk kayaknya."
"Iya sih, karena baru bangun tadi kayaknya sebelum Adzan Isya" kata Fida.
"Apa dah dikasih minum dan makan si Aya" kata Fariel.
"Udah, dan minum susu dan makan bubur sebelum kubawa kesini" kata Fida.
"Ooh" kata Fariel.
"Adek kenapa masih diem begitu."
"Dah jangan nangis lagi napa."
"Biarkan yang lalu telah berlalu."
"Sekarang adek kekamar aja tidur."
"Apa masih ada yang mau dibicarakan sama mas."
"Iya kenapa sih diem aja" kata Fida.
"Hampir semua orang pernah melakukan hal macam itu, jadi jangan dipikirkan."
"Katanya mau dijadikan kenangan kok malah diem dan nangis" kata Fariel.
"Perasaan tadi manja bener kayaknya minta ini itu, tapi kenapa jadi mendung gini ya yang tadi cerah."
"Ada bidadari yang lagi diem membisu jadi mendung begini" kata Fida.
"Hahaha nyai mah ada-ada aja" kata Fariel.
"Dah dong dek jangan merasa bersalah seperti itu."
"Sini dekat sama mas sini."
"Fak papa kalau nanti Mami datang minta malam ini nikah gak papa."
"Sini jangan bengong gitu ah, nanti ada setan kan bahaya."
"Ih mas mah" kata Ervi, dengan cemberut.
"Nah gitu dong bersuara" kata Fida.
"Masa diem diem bae."
"Kalau gak mau sama masmu, buat kakak aja biar Aya langsung punya Ayah malam ini ya kan anak Mama" kata Fida.
Aya malah ketawa sambil bertepuk tangan yang di toel pipinya sama Mamanya.
"Tuh Aya aja seneng banget dan kayaknya setuju tuh, kalau mas mu jadi Ayah-nya Aya beneran" kata Fida.
"Yakan Aya anak Mama."
Aya kembali ketawa dan tepuk tangan.
"Gak, gak boleh" kata Ervi.
"Ini hanya buat adek."
"Aya jangan rebut punya Tante, ini milik Tante" yang memegang lenganku.
Aya langsung memukul tangan Ervi yang berada dalam lenganku.
"Loh Aya marah ya" kata Fida.
"Tante gak boleh pegang-pegang Om ya, ini hanya punya Aya iya."
"Aya mah rebut punya Tante" kata Ervi.
"Aya cari yang lain aja sana."
"Ini punya Tante, jangan Aya rebut milik Tante."
Aya kembali memukuli tangan Ervi.
"Hihihi lucu anak Mama ini" kata Fida.
"Kalau Mama boleh gak Omnya buat Mama" yang memegang lenganku.
Aya juga memukuli tangan Fida.
"Hahaha, kayaknya Aya gak mau Omnya diambil" kata Fariel.
__ADS_1
"Om hanya punya Aya doang ya."
"Gak ada yang boleh ngambil Om dari Aya iya."
Aya tepuk tangan dengan ketawa juga.
"Huh seneng bener anak Mama ini yang sama Omnya" kata Fida.
"Semuanya diusir gak boleh megang Omnya sedikitpun."
"Emang ini punya Aya iya."
"Om hanya milik Aya."
"Mama pun gak boleh pegang tangan Omnya selain Aya."
"Kita sama kak, gak boleh pegang tangan Omnya" kata Ervi.
"Bakal jadi saingan Tante nih nanti."
"Hahaha" kata Fariel dan Fida
"Saingan mu masih bocah dek, masih bayi" kata Fida.
"Suap-siap aja kena tangisannya."
"Gak ah, nanti bikin pusing aja kalau nangis" kata Ervi.
"Bisa-bisa aku kena omel Mami lagi karena bikin nangis Aya."
"Hahaha iya iya iya" kata Fida.
"Ini aja baru kelar ya, mau nambah lagi masalah."
"Dah sana masuk kamar dan tidur, besok kan harus berangkat pagi naik ojek" kata Fariel.
"Ih mas mah jahat sama adek" kata Ervi.
"Lah motormu kenapa dek, kok naik ojek" kata Fida.
"Bukannya banyak tuh yang diparkir berbaris kok malah naik ojek."
"Lagi dapat hukuman" kata Ervi.
"Hukuman" kata Fida.
"Iya hukuman karena kalah tanding tadi sore dikolam renang" kata Fariel.
"Yang kalah traktir makan sebulan, masak nyuci piring dirumah ini pagi dan malam, terus kuliah berangkat dan pulang naik ojek."
"Dan juga belanja kepasar tiap hari."
"Masa bidadari yang biasanya pake moge, atau matic lah, atau diantar jemput pake mobil mewah kok tiba-tiba naik ojek, apa gak bakalan tranding topik di tempat kuliahnya nanti."
"Ih kakak mah ngatain adek nih" kata Ervi.
"Pokoknya bakal jadi berita terkini" kata Fariel.
"Ih mas pun tega" kata Ervi.
"Sedihnya dah mulai lupa kayaknya nih sekarang" kata Fida.
"Kok sedih sih" kata Fariel.
"Vukan sedih tapi apa yaaaaaa."
"Apa Qya tau."
Aya malah seneng ketawa karena dikira sedang ngajakin main.
"Mas besok antarin adek berangkat ya, plis yaaa" kata Ervi.
Plakkk, Aya yang menabok Ervi.
"Iih kok Aya nakal sama Tante sih, Tante kan gak jahat sama Aya, kenapa Aya mukul Tante" kata Ervi.
"Tuh tanga mu" kata Fida.
"Masa gak boleh sih, Aya mah sama kaya Mami nih" kata Ervi, dengan cemberut.
Aya malah ketawa bahagia sambil tepuk tangan.
"Aya gak kawan ah sama Tante" kata Ervi.
"Tante gak mau ngajak Aya main bola lagi."
"Anak kaka mah pinter" kata Fida.
"Pinter menertawakan Tantenya yang lagi sedih."
"Gak bakal mas antarin sebelum selesai hukumannya" kata Fariel.
"Nikmati aja hukumannya dulu."
"Dan jangan lupa kepasar juga naik ojek, gak boleh diantar, bawa motor matic sendiri bolehlah."
"Ihhh itu kan beda mas, masa harus kepasar juga sih, kan ada bibi" kata Ervi.
"Eits, mau nolak apa mauuuuu" kata Fariel.
__ADS_1
"Iya deh iya" kata Ervi.
"Wah bakal makin tranding nih makin rame pasarnya, masa ada Putri Ratu turun dari ojek kepasar belanja tanpa pengawal dan supir" kata Fida.
"Wah kakak jadi pengen lihat deh."
"Lihat aja, sapa tau lucu nanti di pasar, dan bakal rame pasar nya" kata Fariel.
"Kakak sama mas mah gak mau bantuin adek, gak mau kasih bantuan yang enak, malah bikin susah aja" kata Ervi.
"Ada, kalau mau" kata Fariel.
"Mau dong, apaan" kata Ervi.
"Bawa karung buat bawa belanjaanya" kata Fariel.
"Hahahahahaha" kata Fariel dan Fida.
"Ihhh mas mah jahat" kata Ervi.
"Kakak juga pake ngetawain adek."
"Ini lagi si Aya pake ikut-ikutan tepuk tangan."
"Tapi keren kalau belanja bawa karung, apalagi sampe penuh tuh sayurannya dalam karung" kata Fida.
"Dan pake daster kalau bisa" kata Fariel.
"Terus pake tas anyaman bambu, yang tradisional itu, makin keren dek tuh" kata Fida.
"Hahahaha" kata Fida dan Fariel.
"Hahahahahhaha."
"Hahahahahaha."
"Hahahahaha lucu hahahahaha" kata Fida.
"Terus rambutnya dikonde."
"Hahahahahaha" kata Fida dan Fariel.
"Hahahahahaha."
"Hahahahaha, anak Mami jadi bahan ketawaan nih" kata Mami.
"Tapi lucu sih, keren tuh."
"Mami mah datang-datang malah ikutan ngetawain adek" kata Ervi.
"Lucu sih ngabayanginnya" kata Mami.
"Jadi ingat simbok kalu kepasar yang parsis kaya gitu, terus pake jarit dililitkan dipinggang."
"Kalau gitu adek kaya gitu besok, pake kebaya pinjem si bibi" kata Fida.
"Hahahahahahahaha" Fida, Fariel, dan Mami.
Aya terus tepuk tangan.
"Aku mau kekamar ah tidur, kalian semua nyebelin malam ini" kata Ervi.
"Ya dah sana tidur, besok harus bangun pagi masak" kata Fariel.
"Iya, permisi" kata Ervi.
"Gak mau cium tangan dulu mbok, kok mau langsung mau pergi" kata Fariel.
Ervi langsung cium tangan padaku.
"Tadi panggil apa mbok" kata Fida.
"Ihh mas jahat banget" kata Ervi.
"Hahahahaha" kata Fida.
"Sah sana masuk kekamar dan tidur" kata Fariel.
"Iya, selamat malam" kata Ervi.
"Mami ngapain kesini" kata Fida.
"Ngambil minum" kata Mami.
"Dada."
"Ya dah kalau gitu kita pun kedepan atau tidur" kata Fariel.
"Biarkan malam ini Aya sama aku lagi, nanti kalau dah tidur baru bisa dipindahkan kekamar nya."
"Iya Da, makasih" kata Fida.
"Nanti Nyai ambil Aya kalau dah lelap."
"Ya dah kalau gitu yuk" kata Fariel.
"Ayok" kata Fida.
Dan kini meninggalkan dapur.
__ADS_1