
"Kalau misalnya aku beneran hamil, Sami harus nurutin semua kemauan Sanis ya" kata Ervi.
"Oke, deal" kata Fariel.
"Demi anak dan Ibunya."
"Kita lihat ya Mi bentar lagi giliran kita, kita buktikan" kata Ervi.
"Tapi apa gak ada yang lain selain manjat kelapa nih" kata Fariel.
"Kalau misalnya nanti Sami jatuh terus meninggal gimana, kasian kamu jadi janda dan anak kita gak punya ayah, dan Mama Aya jadi janda yang kedua kalinya dong."
"Gak papa, bisa nikah lagi" kata Ervi.
"Gampang kan."
"Ih teganya" kata Fariel.
"Biarin" kata Ervi.
Tiba-tiba ada Ibu yang duduk disebelah Ervi.
"Mau periksa juga ya Dek" kata Ibu.
"Eh, iya Bu, mau periksa" kata Ervi.
"Pasangan baru ya, masih kelihatan banget dari cara kalian ini" kata Ibu.
"Boleh duduk disini kan."
"Iya, dah hampir setahun Bu" kata Ervi.
"Silahkan aja Bu, itu buat umum, jadi bebas untuk siapa yang mau duduk disitu."
"Makasih, berarti lagi proses buat kehamilan ya" kata Ibu.
"Iya, tapi kayaknya udah isi, hanya masih ragu aja" kata Ervi.
"Oh gitu" kata Ibu.
"Biasanya kalau dah isi itu, pasti ada gejalanya, seperti muntah, atau kaya minta sesuatu yang harus dituruti, ya bisa dikatakan ngidam lah."
"Setiap pagi hanya muntah aja, sama minta buah aja sih" kata Ervi.
"Wah berarti itu dah pasti dah isi itu" kata Ibu.
__ADS_1
"Saya dulu gitu pas hamil pertama, suka yang aneh-aneh, terus minta buah mangga muda tapi harus petik sendiri, alias suami saya suruh manjat sama saya, hehehehehe."
Ervi hanya tersenyum, mungkin akan ada ide baru.
"Masnya siap-siap aja besok kalau jadi pesuruh istri, dan bakal sering jadi seperti pembantu mungkin, yang harus siaga mengabulkan permintaan istrinya, yang sebenarnya itu permintaan dari si bayi" kata Ibu.
"Pokoknya duapuluh empat jam."
"Jangan maunya enaknya saja, tapi gak mau tanggung jawab dan susuahnya."
"Bener tuh apa yang dikatakan Ibu Mi" kata Ervi.
"Sami harus siap dan selalu siap buat nurutin kemauan ku juga anak yanga ada dalam kandungan ku ini."
"Iya" kata Fariel.
Tiba-tiba kami dipanggil sesuai nomor urut yang ada.
"Duluan ya Bu" kata Ervi.
"Permisi Bu" kata Fariel.
"Iya, silahkan" kata Ibu.
Lalu kami langsung masuk kedalam sebuah ruangan.
"Waalaikumsalam" kata Dokter.
"Ayok silahkan masuk."
"Untuk ibunya langsung aja berbaring diatas ya, biar ku persiapkan alatnya."
Ervi langsung naik keatas ranjang dan merebahkan badannya dengan bantuan ku.
Dokter pun langsung mengoleskan cairan sejenis gel dibagian perutnya yang masih kelihatan rata. Dokter langsung menempelkan alat kecil pada bagian perutnya.
"Selamat ya, Ibu beneran sudah hamil sekarang" kata Dokter.
"Tapi ini masih sangat kecil karena baru memasuki tigapuluh enam hari, jadi masih sebesar biji jagung saja" sambil menunjuk pada layar.
"Mi, aku beneran hamil Mi" kata Ervi.
"Iya, selamat sekarang sudah menjadi seorang ibu" kata Fariel.
"Untuk keadaannya gimana Dok."
__ADS_1
"Untuk keadaan semuanya sehat Pak" kata Dokter.
"Apa ada gejala yang lain Bu."
"Gak ada Dok, hanya mual aja kalau pagi" kata Ervi.
"Kalau itu sudah biasa bagi setiap wanita yang sedang hamil" kata Dokter.
"Nanti biar saya kasih resep buat memperkuat kandungan, dan juga mengurangi rasa mualnya."
"Baik Dok, terimakasih" kata Ervi.
"Gak ada yang lain lagi ini Dok" kata Fariel.
"Sudah gak ada lagi, sudah semua, sudah ku periksa juga buat Ibunya, dan sehat" kata Dokter.
"Dijaga baik-baik kandungannya, kalau nanti ada apa-apa bisa hubungi saya atau langsung datang saja kemari."
"Baik Dok, terimakasih" kata Fariel.
"Biar kutulis resepnya ya, nanti tigal ditebus aja di apotik depan" kata Dokter.
"Baik Dok" kata Fariel.
"Terimakasih Tuhan, sudah dikasih kepercayaan" kata Ervi.
"Mi, bantuin tuk turun."
"Iya" kata Fariel, langsung kubantu Ervi untuk turun dari ranjang.
"Ini resepnya, nanti tinggal kasihkan saja" kata Dokter.
"Baik Dok, terimakasih" kata Fariel.
"Makasih Dok" kata Ervi, dengan cerianya sambil tersenyum.
"Iya, sama-sama Ibu, Bapak" kata Dokter.
"Kalau gitu kami permisi dulu Dok" kata Fariel.
"Iya silahkan" kata Dokter.
"Pakai maskernya lagi, baru kita keluar" kata Fariel.
"Oke Mi" kata Ervi.
__ADS_1
Setelah memakai masker, lalu kita keluar dari ruangan, dan tak lupa mengucapkan salam dahulu.