
Kepanikan keluarga dimalam hari yang menantikan kabar, dengan perasaan cemas, khawatir dan campur aduk.
"Apa sudah ada kabar pi dari mereka" kata Mami.
"Sampai saat ini belum ada" kata Papi.
"Banyaklah berdoa supaya cepet ditemukan dengan keadaan baik-baik saja."
"Jamu dimana nak, ini dah malam, jangan tinggalin Mama, Mama sayang sama kamu, pulang nak" kata Mama, dengan menangis.
"Mama yang sabar, anak kita pasti ketemu dengan keadaan baik-baik kok, Mama tenang ya" kata Bapak, mencoba menenangkannya.
"Mama yang salah karena memaksanya melupakannya, maafkan Mama nak, cepet pulang" kata Mama.
"Mama siap lakuin apapun asal kamu bahagia, cepet pulang."
"Kamu boleh marah sama Mama, Mama siap kamu marahi Mama, asal kamu pulang."
"Udah, Mama tenang aja, mungkin sebentar lagi ketemu, kita Do'akan saja semoga mereka dapat segera menemukannya" kata Bapak.
Akhirnya semua orang dirumah menunggu kabar baik datang menjawab doa-doanya, dan yang ditunggu-tunggu datang juga.
HP Papi berbunyi tanda panggilan masuk dan menjawab panggilan masuk dengan melospeker biar yang lain ikut mendengarkan percakapannya.
"Assalamu'alaikum, apa sudah ada kabar" kata Papi.
"Waalaikumsalam, kami belum menemukannya, tapi tadi saya mendengar kabar bahawa ada yang menemukan pemuda yang pingsan setelah teriak-teriak dan menangis dibukit, dan mereka membawa kesalah satu rumah yang bekerja dibukit itu, kami akan segera kesana mengeceknya."
"Jalau gitu sekarang kalian langsung kesana aja, kasih kabar secepatnya, kami tunggu kabarnya" kata Papi.
"Baik, kami akan segera kesana."
"Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam" kata Papi, dan juga beberapa orang yang juga ikut menjawab salam.
"Kalian tenang dulu, sabar, pasti ketemu, mereka sedang menuju petunjuk tempat itu" kata Papi.
Ada sedikit lega dari semua yang ada dirumah walaupun masih sedikit, jika itu benar nak Fariel yang mereka temukan dan dibawa oleh salah satu dari mereka.
Tiba-tiba panggilan masuk lagi dari salah satu pegawainya yang bekerja di tempat wisata bukit.
"Assalamu'alaikum, Pak."
"Waalaikumsalam, ada apa" kata Papi.
"Gini Pak, saya mau memberi tahu kalau saya membawa anak muda yang pingsan ditempat itu, karena sepertinya banyak masalah dengan keluarganya."
"Tapi ada juga sedikit yang mengenalinya, yaitu penjual mie yang mengatakan kalau anak ini kalau gak salah suami dari Tia, tapi kami gak tau Tia itu siapa, karena kami gak ada petunjuk lainnya, karena orang ini pernah bersama wanita yang dimaksud dari pemilik warung mie yang dibukit itu, dan kalau gak salah namanya pangeran, ntah itu namanya atau bukan kami gak tau."
"Sekarang ada dimana orang itu" kata Papi.
"Kalian urus saja itu, nanti biayanya biar saya yang urus" kata Papi.
"Baik Pak, terimakasih, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" kata Papi.
"Siapa Pi" kata Mami.
"Tadi pekerja Papi yang dibukit memberi tahu kalau menemukan pemuda pingsan karena mencari istrinya yang namanya Tia" kata Papi.
"Allahu Akbar, apa itu nak Fariel ya."
"Bukankah nama wanita itu Tia ya" yang baru ingat
"Tapi mereka bilang nama laki itu pangeran."
__ADS_1
"Iya, Papi telpon lagi sapa tau itu bener, dan pangeran hanya nama panggilan sayang" kata Mami.
Lalu Papi menelponnya lagi.
"Assalamu'alaikum" kata Papi.
"Waalaikumsalam."
"Saya mau lihat orang itu, atau ciri-cieinya" kata Papi.
"Baik Pak, ciri-cirinya tingginya sekitar seratus lapangan puluhan Pak, dengan memakai jaket coklat baju biru, celana biru, kulit putih rambut pendek dengan warna sedikit agak merah ungu gitu, dia kalau gak salah memakai kendaran scorpion warna biru menurut tukang parkir yang melihatnya, dan motornya juga kami bawa kerumah supaya lebih aman."
"Ciri-ciri nya sama persis dengan Fariel apa dia ya" ucapnya papi dalam hati.
"Apa gak ada data tentangnya" kata Papi.
"Kami gak menemukan barang apapun untuk kami mengetahuinya nama dan alamatnya."
"Saya minta fotokan dia, karena saya juga sedang mencari seorang pria yang sama persis dengan ciri-ciri itu, karena sore tadi dia meninggalkan rumah" kata Papi.
"blBaik, akan saya lakukan."
"Aku tunggu secepatnya" kata Papi.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
"Gimana Pi" kata Mami.
"Dari ciri-ciri nya sih mirip, tapi kita tunggu dulu, karena Papi sudah meminta untuk mengambil gambar dia lalu dikirim ke Papi" kata Papi.
Lalu suara notif HP berbunyi, tanda pesan masuk di WA dan Papi membukanya.
__ADS_1