Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Flashback 4


__ADS_3

Kuterbangun karena dibangunkan.


"Mi" kata Ervi, sambil menggoyangkan badanku.


"Mi bangun, ayok."


"Hemm, apaan" kata Fariel.


"Ayok mandi, mau minta bantuin" kata Ervi.


"Minta bantuan apaan" kata Fariel.


"Pokoknya ayok, mandi sama-sama" kata Ervi.


"Tumben" kata Fariel.


"Sehat kan istriku ini."


"Ihh, emang gila apa" kata Ervi.


"Enggak juga" kata Fariel.


"Kagak biasanya seperti ini, biasanya aja ngusir kalau Sami mau ikutan karena buru-buru harus kekantor."


"Hehehehe, itukan kemarin Mi" kata Ervi.


"Sekarang kan lagi pengen ada yang bantuin mandi."


"Selagi enggak ada yang ganggu dan udah sah dan halal."


"Hemmm" kata Fariel.


"Ayok ah buruan" kata Ervi.


"Iya, ayok" kata Fariel.


"Gendong."


"Harus dong" kata Ervi.


"Ya udah buruan turun" kata Fariel.


"Kok Sanis yang turun, kan Sami yang turun dulu biar Sanis digendong" kata Ervi.


"Lah" kata Fariel.


"Kan Sami yang minta digendong, kenapa malah Sanis yang jadi digendong sama Sami."


"Ihhh, mana kuat" kata Ervi.


"Ibarat tu ya, masa semut gendong gajah, mana kuat, yang ada tuh semut digendong gajah."


"Kata siapa" kata Fariel.


"Emang iya" kata Ervi.


"Ih kenapa malah bahas semut dan gajah sih."


"Kan Sanis yang mulai" kata Fariel.


"Sami lagi kesambet apaan sih, kok kayaknya akhir-akhir ini beda banget enggak kaya biasanya" kata Ervi.


"Beda apanya" kata Fariel.


"Perasaan masih sama enggak ada yang lain."


"Apa karena Sami belum potong rambut bulan ini ya, jadi kelihatan beda."

__ADS_1


"Bukan itu" kata Ervi.


"Terus apaan dong" kata FarielFariel.


"Kaya ada yang berubah dari cara dan tingkah Sami dari kemarin" kata Ervi.


"Beda gimana" kata Fariel.


"Kaya ada sesuatu pokoknya" kata Ervi.


"Apaan" Fariel.


"Kaya ada manis dan gantengnya gitu ya."


"ih pd, ada pokoknya" Ervi.


"Hemmm" kata Fariel.


"Tu salah satunya, suka banget hmmmm gitu" kata Ervi.


"Daritadi sampai sekarang dah lebih dari sepuluh kayaknya."


"Masa" kata Fariel.


"Iya, tu lagi pake gituan masa" kata Ervi.


"Pasti mau bilang masa bodo."


"Tau aja" kata Fariel.


"Iya dong, gue gitu" kata Ervi.


"Istri siapa dulu gitu" kata Fariel.


"Istrinya Sielfa Akhmad Mufariel anak Bapak Akhmad Mubasir dan Ibu Siti Nurlela" kata Ervi.


"Kakeknya dan neneknya enggak sekalian."


"Enggak deh, cukup dikirim lewat do'a dan disebut saat selesai Shalat" kata Ervi.


"Makasih dah selalu mendoakannya" kata Fariel.


"Memang Tuhan enggak salah memilih tuk jadi pendamping hidupku."


"Aku pasti jadi orang yang paling beruntung didunia ini."


"Iya dong" kata Ervi.


"Punya istri dua cantik semua."


"Terus rajin Shalat dan mendoakanmu juga mendoakan keluarga kita dari yang masih ada maupun yang sudah mendahului kita."


"Iya, makasih buat semuanya" kata Fariel.


"Semoga Allah membalas semua apa yang telah kalian lakukan."


"Maaf jika Sami enggak bisa memenuhi apa yang kalian mau."


"Iya Mi" kata Ervi.


"Aku hanya mau Sami itu selalu ada buatku dan keluarga."


"InsyaAllah akan Sami lakukan semua apa yang kalian minta" kata Fariel.


"Ya udah sekarang gendong Sanis buat mandi kekamar mandi" kata Ervi.


"Hah" kata Fariel.

__ADS_1


"Ih, enggak dengar ya" kata Ervi.


"Ku ulangi lagi yaaaaa."


"Gendong Sanis kekamar mandi, se ka rang."


"Buruan, katanya mau nurutin tadi."


"Jebakan rupanya" kata Fariel.


"Baiklah, demi bidadariku yang cantik ini, kakanda siap menjalankan titah tuan Putri."


"Mari."


"Hahahah, enggak nyambung babar blas Mi" kata Ervi.


"Enggak papa enggak nyambung yang penting jadi" kata Fariel.


"Apanya" kata Ervi.


"Itu yang mungkin terjadi usaha yang selama ini kamu mau, dan kamu minta" kata Fariel.


"Menjadi seorang Ibu yang sesungguhnya."


"Belum tentu sekarang dah isi Mi" kata Ervi.


"Lagian kan Sanis masih belum ada kelihatan menonjol perutnya, masih sama."


"Mungkin Mama Aya kali Mi yang dah isi lagi sama Sami."


"Enggak tau, belum ada nanya" kata Fariel.


"Lagian kalau dah isi takutnya nanti malah ganggu Aya yang masih pengen selalu dimanja sama Mamanya."


"Takut nanti jadi seperti kurang perhatian dari Mamanya sendiri."


"Menurut Sami terlalu cepat jika dah isi lagi."


"Pengennya nanti kalau Aya dah sekolah, minimal dah kelas satu SD atau lebih."


"Tapi jika dikasih sekarang ya Sami Terima, karena Anak juga itu rezeki buat kita."


"Dah ah, ayok mandi" kata Ervi.


"Kalau cerita mulu kapan mandinya."


"Iya ayok" kata Fariel.


"Gendongnya harus kaya tuan Putri atau Cinderella" kata Ervi.


"Oke" kata Fariel, langsung turun dari kasur.


"Ayok siapppp."


"Kaburrrrr" lari masuk kedalam kamar mandi.


"Aaaaaaa aaaa Sami mah" kata Ervi.


"Nangis nih kalau enggak digendong nih."


"Nangis yang keras biar semua orang dengar yang ada dirumah ini."


"Miiiiii."


"Mami, Papi."


"Sami nakal, ninggalin."

__ADS_1


"Aaaa aaaaaaaa aaaaaaa."


__ADS_2