
"Gak akan ada yang bantuin mas disini" (kata Ervi.
"Mas harus adek sidang, biar mas gak bisa buat yang macam-macam."
"Cocok itu, masalah ini harus selesai" kata Fida.
"Ini dah selesai, kan dah kukatakan yang sejujur-jujurnya" kata Fariel.
"Masih ada yang mas tutupin dari kita" kata Ervi.
"Apa lagi, kalau kalian tau katakan sama mas, biar aku tau apa yang aku tutupin dari kalian" kata Fariel.
"Mana kutau, rang kami aja mau tau dari mas langsung" kata Ervi.
"Iya, Uda jujur aja sama kami" kata Fida.
"Apalagi sih yang aku rahasiakan dari kalian, perasaan dah gak ada lagi yang aku rahasiakan dari kalian." kata Fariel.
"Mas kan pernah ngapain gitu selain yang tadi disebutin, coba jujur" kata Ervi.
"Pasti pernah tiduran bareng" kata Fida.
"Astaghfirullah, aku gak segila itu ya, walaupun aku normal bukan berarti menghalalkan segala cara dan ada kesempatan langsung ku manfaatkan" kata Fariel.
"Aku gak pernah melakukan hal bodoh itu."
"Kalau memangkunya pernah, tapi memangku kepalanya, itupun di tempat rame gak di tempat sepi apalagi ditempat yang kalian pikirkan."
__ADS_1
"Aku masih waras dan takut dosa."
"Nah tu jujur" kata Fida.
"Pasti masih ada lagi selain itu, jujur aja mas" kata Ervi.
"Mas pernah melakukan yang hina melakukan apa yang kamu tuduh, puas" kata Fariel, dengan nada marah dan pergi.
"Terserah kalian mau berpikir apa tentang ku, silahkan, aku capek" sambil berjalan.
Akupun langsung masuk kedalam kamar dengan menutup pintu kamar sedikit keras lalu merebahkan badanku.
"Ada apa sih kalian ini, kenapa tadi ada teriakan kata puas" kata Mami.
"Kalian menanyakan apa sama anak Mami."
"Apa kami salah menanyakan itu."
"Seharusnya kalian itu ngerti, kan mas kalian sedang capek banyak pikiran juga, apa lagi hatinya saat ini sedang sakit karena ditinggal rabi, harusnya kalian jangan menanyakan hal yang macam-macam" kata Papi.
"Iya, kalian harusnya itu buat dia tenang, biar bisa melupakannya dengan cepat, bukan malah menambah beban pikiran" kata Mami.
"Kalian kan menayakannya juga terlalu berlebihan gitu."
"Maafin kakak Pi, Mi, nanti kakak bakalan minta maaf" kata Fida.
"Kakak gak bakalan ngulangin lagi, kakak janji."
__ADS_1
"Iya, adek bakalan minta maaf nanti, adek gak akan mengulangi lagi, adek janji, tadi adek hanya terbawa emosi saja Mi" kata Ervi.
"Adek hanya gak mau mas itu pernah melakukan hal terlarang."
"Iya Mami ngerti dengan kalian yang kalian maksud" kata Mami.
"Tapi dia gak pernah melakukan hal sebodoh itu, Mami aja yang bukan Ibu kandungnya aja percaya sama yang dia ucapkan, karena Mami yakin dia anak yang baik, anak yang jujur gak menutupi apa yang seharusnya dia katakan."
"Iya, Papi aja selalu bangga karena kejujurannya, bahkan Papi juga sering mengintai dia saat dia keluar, yang pasti saat dia keluar untuk jalan-jalan dengannya, karena Papi selalu meminta seseorang untuk mengawasinya saat dia akan pergi dan meminta izin sama Papi ataupun Mami" kata Papi.
"Papi tau apa yang dia lakukan saat dia mulai berada disini dan keluar untuk menemuinya, karena Papi gak mau dia kelewatan batas dan melakukan kesalahan diluar wajar."
"Bahkan Papi juga punya beberapa foto yang diambil sama orang suruhan Papi saat mereka sedang bersama."
"Semua yang dia ucapkan semuanya bener, gak ada yang salah, dan gak ada yang ditutup-tutupi lagi, semuanya sudah dikatakan sama kalian."
"Maaf aku gak tau Mi, adek menyesal Pi" kata Ervi.
"Dah gak papa, nanti Papi sama Mami yang bicara dengan nya" kata Mami.
"Pasti Uda bakalan marah sama kita Mi" kata Fida.
"Tenang aja, pasti dia gak bakalan marah kok sama kalian, nanti kalau dah tenang kalian minta maaf ya, tapi jangan buat dia marah lagi dengan menanyakan hal aneh lagi" kata Mami.
"Iya Mi, makasih" kata Ervi, Fida.
"Dah sekarang kalian Ambil Wudhu terus Shalat Dhuhur" kata Papi.
__ADS_1
"Iya Pi" kata Ervi, Fida.