
"Oke mas, kalau itu adek mau beres-beres, dada mamas" kata Ervi, dengan kedua telapak dipipiku sambil menggoyangkan kepalaku.
"Gemes masku sayang."
"Ini muka bukan boneka" kata Fariel.
"Bisa lucu dan gemes, lebih dari boneka gemesnya" kata Ervi, lalu mencubit kedua pipiku.
"Malah nyubit" kata Fariel.
"Sana kemas-kemas ah, nanti mas gantian cubit tuh pipi pake gunting kuku."
"Iihh, masa pipi cantik gini mau dicubit pake gunting kuku, gak sekalian pake gunting rumput mas" kata Ervi.
"Boleh juga, biar nanti ku pinjam sama Papi dan Mami" kata Fariel.
"Kaburrrrrr" kata Ervi.
Aku yang melihatnya seperti itu jadi tersenyum karena melihatnya begitu ceria dan semangat.
"Loh kok nyai malah cemberut sih, kenapa" kata Fariel.
"Mau uda cubit pake gunting kuku biar senyum."
"Senyum manisnya mana, senyum genitnya" kata Fariel
"Mana coba senyumnya."
"Senyum yang manis."
"Ayok senyum dong, Uda kan mau lihat senyum nya Ibu hamil yang manis seperti apa."
"sapa tau nanti ada yang naksir kan kalau senyum"
__ADS_1
Fida langsung senyum tapi hanya sedikit.
"Duhhh senyumnya memebawa dampak buruk" kata Fariel.
"Hah kok buruk sih" kata Fida.
"Coba senyum yang bener dong" kata Mami.
"Iya masa anak Papi ini senyumnya maksa sih" kata Papi.
"Yang ikhlas dong."
Langsung senyum lagi Fida nya.
"Benar-benar berdampak buruk Mi" kata Fariel.
"Uya buruk, karena membuat pikiran uda jadi penuh dengan senyuman mu yang manis ini" kata Fariel.
"Duh jadi gak bisa tidur nih nanti malam, bakal kebayang mulu."
"Hahahahahaha" kata Papi, dan Mami.
"Anak Mami so sweet banget sih ya Pi" kata Mami.
"Gimbal, dasar tukang gombal" kata Fida.
"Gak papa, yang penting bisa lihat senyumannya bidadari lagi hamil didepan mata seperti ini, apa lagi kalau tiap pagi lihat bidadari lagi senyum seperti ini, kayaknya bakalan betah duduk dimari sampe lupa waktu" kata Fariel.
"Anak Mami gombalnya bikin Mami iri, Mami gak pernah digituin sama Papi dari pertama kenal hingga sekarang" kata Mami.
"Uda gak usah gombal, gak mempan gombalan Uda" kata Fida.
__ADS_1
"Gak mempan tapi bikin senyum-senyum sendiri" kata Fariel.
"Hahahaha, Mami iri ya."
"Mami gak perlu digombalin sama Papi, kan Mami dah seperti bidadari yang tak besayap yang selalu ada disamping Papi, bahkan mampu memberikan keturunan yang cantik-cantik seperti bidadari sunggguhan."
"Ahhhh gak kuaattt" kata Mami.
"Ihhh Mami lebai deh" kata Fida.
"Hahahahaha" kata Fariel dan Papi.
"Gak papalah dibilang lebai, yang penting Mami happy, kapan lagi dibilang bidadari tak bersayap, biasanya kan hanya dipanggil Mami, sayang" kata Mami.
"Emang Mami dari dulu gak pernah dipanggil yang lain selain sayang gitu sama Papi" kata Fariel.
"Mana pernah, Mami dari dulu dipanggilnya sayang aja" kata Mami.
"Kayak nasi dong di pinggir megic com, kalau kering dibilang, yah sayang" kata Fariel.
"Hahahaha, uda lucu deh" kata Fida.
"Makanan jatuh juga dibilang sayang."
"Idihhh anak Mami ya, bisanya hanya ngecengin Mami, masa disamain sama nasi kering dan makanan yang jatuh sih" kaata Mami.
"Papi sih."
"Lah kok Papi sih, kan kita dari dulu juga manggilnya sayang, mau dirubah gitu" kata Papi.
"Gak ah, malu dah tua, nanti dibilang gak tau sama umur" kata Mami.
"Hahaha, sadar diri ya Mi" kata Fida.
"Mami dah cocok dipanggilnya itu tetap Mami atau eyang, bukan sayang."
__ADS_1
"Tuh kan Pi, anak Mami ini gak mau bikin Mami sehari aja seneng" kata Mami.