Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pepet


__ADS_3

Aku tertidur dengan lumayan pulas pagi menjelang siang ini di minimarket dimeja samping kasir.


Percakapan antara mereka.


"Dari tadi dilirikin mulu, tadi sok jual mahal" kata a.


"Iya, padahal mah dalam hati berharap" kata d.


"Pepet aja pepet" kata a.


"Kalian apaan sih, heran aku sama kalian" kata Tania.


"Daripada hatinya kosong belum ada yang memiliki, lebih baik ini yang ada didepan mata" kata a.


"Kayaknya dah dapat lampu merah lagi tadi sama sibos, ya gak" kata d.


"Iya bener, kan tadi kayaknya tuh nyokap si bos tadi juga kayaknya seperti suka sama kamu loh" kata a.


"Pepet aja pepet, dah ganteng tajir lagi, punya minimarket dan perusahaan F yang lumayan besar" kata d.


"Iya, apalagi kemarin habis putus tuh sama ceweknya karena dah dijodohin si ceweknya sama ortu nya, nah sekarang kesempatan buat lo gebet" kata a.


"Ishhh, kerja-kerja, jangan ngerumpi mulu, nanti kena omel baru tau rasa" kata c.


"Iya bos, kerja sambil ngobrol kan gak papa, daripada diem doang" kata d.


"Sekarang kamun pepet aja sana, bilang aku mau jadi Ibu dari anak-anak mu Mas, gitu kan gampang, daripada nanti sampai kosan galau lagi, karena menolak yang bening dan ngajak serius kan" kata a.


"Iya, lihat noh, lagi tidur aja keliatan ganteng begitu, masa mau ditolak, kalau aku mah langsung kujawab iya aku mau, kapan mau ngelamar dan nikah" kata d.


"Iya, bener banget tuh" kata a.


"Kapan lagi bisa dapat yang tinggi putih ganteng tajir pula, pasti badannya kotak-kotak tuh perutnya, apa gak dapat jackpot tuh namanya."


"Heem, mana sekarang keliatan makin ganteng lagi, rambut nya pake warna begiatuan, kan makin meleleh cewek yang lihat, aduduh Mama, aku mau" kata d.


"Kalau mau ya kalian aja sana" kata Tania.


"Orangnya kan mau nya sama kamu, bukan sama kita" kata a.

__ADS_1


"Iya, lo mending terima aja deh, lagian juga kayaknya dia gak bakal nuntut kamu harus bisa masak" kata d


"Iya, kan dah pasti ada art dirumahnya, lo tinggal rebahan sama siap-siap pasang kuda-kuda aja" kata a.


"Pasang apa tadi" kata d.


"Pasang kuda-kuda" kata a.


"Hahahahaha" tertawa keduanya.


"Usstttt jangan keras-keras ketawanya, bangun tuh" kata c.


"Sekarang waktu nya lo jawab iya, kalau dia nanti ngajak kamu nikah" kata a.


"Lo kan bakal hidup enak, dirumah cuman rebahan duduk manis dandan yang cantik nunggu suami pulang, dan habis itu langsung deh buat."


"Vuat apaan" kata d.


"Vuat adonan lah, buat Tania junior atau Sielfa junior" kata a.


"Hahahahaha" ketawa berdua lagi.


"Kalian ya, dah dibilangin jangan ketawa keras-keras" kata c.


"Heran aku sama kalian, aku tuh lagi gak mikir buat nikah dulu, aku masih butuh waktu buat menikmati masa muda masa-masa remaja, ketawa-ketawa, jalan-jalan sana sini dengan bebas, kalau dah nikah takut hanya bisanya cuma dikasur di sumur tapi gak bisa didapur" kata Tania.


"Alah, itumah gampang, dia pasti bisa ngajak kamu tuh jalan-jalan keluar kota, atau keluar negri, kan tajir" kata d.


"Sekalian bulan madu alias belah semangka" kata a.


"Ha, semangka" kata d.


"Maksudnya tuh main kuda-kudaan alias belah duren" kata a.


Langsung ketawa hahahahahahaha.


Karena suara mereka yang sedikit mengganggu tidurku membuat aku terbangun dari tidur siang.


"Maaf Bang, kami berisik, tadi lagi curhat" kata c.

__ADS_1


"Iya gak papa, lanjut aja curhat kalian, aku gak bakal ganggu kalian juga, asal tetap bisa menangani pekerjaan kalian, kalian bisa sambil curhat dan ketawa-ketawa biar gak suntuk dan jenuh" kata Fariel.


"Makasih Bang" kata c.


"Ada tisu basah gak" kata Fariel.


"Mau ngelap muka nih takut ada bekas iler."


"Ohh ada, nih Bang" kata d.


"Makasih ya, kacanya ada gak" kata Fariel.


"Ada, bentar ya Bang" kata a.


"Kaca mu mana" kata a, pada Tania.


"Buat apaan, kan bukannya lo punya" kata Tania.


"Cepetan mana" kata a.


"Iya bentar" kata Tania.


"Nih."


"Nih bang kacanya" kata a, sambil menyerah kan padaku.


"Makasih, pinjem bentar ya" kata Fariel.


"Iya Bang, itu juga bukan punyaku, tapi punya calon Abang kok, si kata Tania" kata a.


"Ohhh, punya calon toh, kalau gitu mah gak aku balikin aja sekalian, biar buat kenang-kenangan dirumah, sapa tau kalau kangen cukup ngaca pake kaca ini dah bisa terobati kangennya" kata Fariel.


"Iya, bawa aja Bang, pasti ikhlas kok yang punya, masa untuk calonnya sendiri gak dikasihkan" kata d.


"Harus balikin, kalau minjem harus dibalikin" kata Tania.


"Kalau aku gak mau gimana" kata Fariel.


"Masa sama calon Ayah dari anak-anak mu gak boleh sih."

__ADS_1


"Tenang, kamu masih bisa jalan-jalan menikmati masa mudamu walau sudah menikah, jadi slow aja, hanya mungkin dengan keadaan yang berbeda aja."


"Maksudnya" kata Tania.


__ADS_2