
Diruang makan untuk makan malam.
"Ini yang lain pada kemana, kok cuma makan berdua" kata Fariel.
"Masih di tempat Ervi, kan tadi baru berangkat, Uda juga suruh jemput malah tidur" kata Fida.
"Hehehe lupa, ngantuk sih" kata Fariel.
"Makanya jangan begadang buat mikirin yang dah gak pasti, cari yang pasti-pasti aja" kata Fida.
"Gak semudah itu, emang milih barang apa yang kalau gak menarik lagi dan bosan langsung di ganti, ini hati" kata Fariel.
"Tapi kalau mereka hanya menganggap kita sampah buat apa, Mamamu juga ada disini, mungkin di tempatnya Ervi" kata Fida.
"Sejak kapan datang, kok aku gak tau" kata Fariel.
"Tadi waktu Uda lagi merenungi nasib di balkom kamarmu" kata Fida.
"Maaf tadi nyai masuk, niatnya mau manggil Uda buat turun ngobrol, taunya lagi meratapi nasib dengan berderai airmata."
"Kenapa mereka gak ngabarin aku ya kalau mereka datang kesini" kata Fariel.
"Kekmana mau ngabarin, kalau HP kamu rusak Da" kata Fida.
"Iya sih, tapi kenapa gak masuk kekamar aku tadi" kata Fariel.
"Tadi juga dah masuk tapi turun lagi, katanya biarkan aja sendri dulu, biar tenang pikiran nya" kata Fida.
"Makanya jangan sedih mulu, kasian Mama sama Bapak lihat kamu murung dalam kamar hanya karena gak dapat restu."
"Aku juga dah berusaha, tapi mau gimana lagi kalau hati telah terikat aku bisa apa, melupakan juga susah" kata Fariel.
"Pelan-pelan aja, nyai tau, nyai kan juga pernah jatuh cinta, bahkan nyai ditinggalkan dengan keadaan saat sedang mengandung, rasanya ingin ikut mati saja, tapi karena nyai masih ingat dengan keluarga yang masih menyayangi ku, jadi aku berusaha ikhlas dan menerima kenyataan yang ada" kata Fida.
__ADS_1
"Aku juga dah berusaha semampuku, tapi kalau gak bisa harus apa" kata Fariel.
"Pasti bisa, semangat dong" kata Fida, dengan mengepalkan tangan kanannya.
"Mana nih kata-kata bijak mu yang pernah keluar saat nyai juga sedang terpuruk."
"Mungkin sebenarnya kita tidak pernah kehilangan apa pun dalam hidup ini. Mungkin hanya ditukar dengan sesuatu yang jauh lebih indah."
"Kadang manusia harus sampai kepada titik kehilangan untuk mengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang & kesetiaan."
"Kehilangan membuat kita belajar untuk menerima dan mensyukuri dengan apa yang masih kita miliki."
"Tuhan memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan pada kita untuk mengajarkan hikmah di dalamnya."
"Tak peduli apa yang telah hilang, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak kehilangan apapun."
"Sadari dan hargailah apa yang kita punya, karena itu adalah bentuk rasa syukur dan menghargai diri kita sendiri."
"Kok jadi senjata makan tuan sekarang" kata Fariel.
"Yuk ah makan, dah lapar nih."
"Iya udah ayok" kata Fariel.
"Sinj piringnya biar nyai yang ambilin, hanya untuk kali ini aja ya" kata Fida.
"Masa cuman kali ini aja, sering-sering dong" kata Fariel.
"Nih" sambil menyerahkan piringnya.
"Mau yang mana" kata Fida.
"Ehhh stop, Uda kayaknya tadi siang masih sisain makanan Uda, karena belum sempat Uda makan, karena rasanya gak enak dan hambar, kemana makananku ya" kata Fariel.
__ADS_1
"Hati yang sakit kenapa bisa lari ke rasa makanan" kata Fida.
"Dah dimakan dihabisin sama Mama tadi."
"Hehehehe" kata Fariel, sambil menggaruk kepala yang tak gatal.
"Ini mau makan apa ini Uda" kata Fida.
"Ketupat aja sama pecel cukup" kata Fariel.
"Yakin" kata Fida.
"Yakinlah, masa enggak, kan aku yang minta dibuatin pecel" kata Fariel.
"Tumben, biasanya buat sendiri, gak lagi ngidam kan" kata Fida.
"Idiiiih nyai ini ya, ngidam apaan, emang Uda lagi hamil apa" kata Fariel.
"Ya kadang ada yang kamu hamilin gitu" kata Fida.
"Siapa, Uda gak pernah ya berbuat hal bodoh kaya gitu sampai menghamili anak orang diluar nikah" kata Fariel.
"Bisa-bisa digorok sama Mama dan Bapak ku."
"Ya mana tau kan" kata Fida.
"Berarti wakili nyai yang lagi ngidam kayaknya."
"Minta pecel yang pedes sambelnya, nyai aja sama yang lain gak kuat makannya" sambil meletakkan piring makanan untukku.
"Aneh nyai mah, tapi bisa jadi kali ya" kata Fariel.
"Ya udah ayok makan."
__ADS_1
"Ayok Uda, selamat makan" kata Fida.
Kita pun langsung makan.