
slSetelah perjalan yang hanya menempuh beberapa menit kini sampai juga didepan rumah kos khusus cewek.
"Pasti mau makan siang ya" kata Indah.
"Tuh dah ditungguin dari tadi didalam" kata Nia.
"Iya, kalian gak ikutan makan siang bareng" kata Fariel.
"Enggak ah, takut ganggu yang lagi romantis-romantisan" kata Nia.
"Iya, kita hanya jadi pengawas aja di luar, biar gak macem-macem didalam kalian" kata Indah.
"Tenang aja, aku bukan orang yang suka begituan, aku kan mau menjaganya sampai pada waktunya tiba" kata Fariel.
"Kalau gitu aku masuk ya".
"Iya, sana kedapur aja langsung, nanti nyai marah kalau kelamaan nungguin pangerannya masuk" kata Nia.
"Hus sana hus sus".
"Kaya ayam aja" kata Fariel.
Hahahahhaha ketawanya mereka berdua.
Akupun langsung masuk kedalam menuju dapur.
"Assalamu'alaikum" kata Fariel, ketika sampai di pintu dapur.
"Waalaikumsalam, kok lama sih" kata Tia.
"Maaf tadi banyak kerjaan yang menumpuk, jadi telat deh".
"Maaf ya canisku sayang" kata Fariel.
"Iya gak papa, ayo duduk, biar kita langsung makan, aku dah laper banget tau nungguin daritadi" kata Tia.
"Kenapa gak makan duluan aja kali udah laparnya dari tadi, kan nanti bisa makan lagi kalau cami sudah datang" kata Fariel.
"Gak mau kalau cami belum ada disini duduk didepanku".
"Rasanya berbeda kalau makan ada cami di samping ku atau didepan makan berdua kaya gini" kata Tia.
"Ah masa sihhhh" kata Fariel.
"Iya, caki itu kan kaya bumbu penyedap rasa, jadi kalau ada cami rasanya makin tambah enak makanannya" kata Tia.
"Dah mulai pande gombal nih kayaknya, siapa sih yang ngajarin" kata Fariel.
"Hehehehe, mau tau yang ngajarin siapa" kata Tia.
__ADS_1
aku hanya mengangguk
"Yang ngajarin itu ya cami, kan cami yang biasanya gombalin".
"Emang cami gombalin nya apaan, perasaan cami gak pernah gombal deh" kata Fariel.
"Banyak pokoknya, jangan pura-pura lupa deh" kata Tia.
"Ayok ah makan, dah laper nih, ngobrol nya nanti lagi aja habis makan ya".
"Oke my baby ku" kata Fariel.
"Tuh kan mulai lagi keluar kata-kata gomabalnnya, bikin aku jadi merah aja mukanya tau gak" kata Tia.
"Gak papa merah, yang penting merahnya bukan karena marah, justru cami suka liat pipimu merah begitu" kata Fariel.
"Ih cami mahhh, makan dulu aja yuk ah" kata Tia.
"Iya calon istriku sayang yang sekarang masih jadi pacarku dan akan berubah jadi mantanku" kata Fariel.
"Maksudnya cami apaan, cami dah bosen sama aku, dah minta kita putus gitu" kata Tia, potongnya.
"Bukan gitu canisku sayang, makanya dengarin baik-baik, jangan main potong".
"Calon istriku yang sekarang masih jadi pacarku dan akan berubah menjadi mantan pacarku tapi berubahnya menjadi istri ku" kata Fariel.
"Maaf, kirain tadi cami dah gak sayang lagi sama canis" kata Tia.
"Makasih camiku sayang i love you" kata Tia.
"Love you too".
"Yuk makan" kata Fariel.
"Sini piringnya biar canis yang ambilin".
"Sekarang dah boleh makan yang lain-lain kan gak seperti kemaren yang harus ini itu" kata Tia.
"Semuanya aman, sekarang kalau suruh makan canis pun sudah bisa," kata Fariel.
"Ihhh, jangan dong, cami makan makanan yang canis masak aja, canis jangan dimakan juga" kata Tia.
"Nih, dihabisin ya camiku sayang, nanti kalau kurang cami ambilin lagi, ini semua hanya untuk kita berdua yang ada dimeja ini".
"Ini semua canis yang masa segini banyak nya" kata Fariel.
"Wahhh, gak salah pilih kayaknya calon ibu buat anak-anakku ini ternyata jago masak, pasti anak-anak kita bakalan gemuk-gemuk semua karena setiap hari dimasakin begini banyak" kata Fariel.
"Iya dong, biar mereka betah makan dirumah, cami juga hanya boleh makan makanan canis aja, kalau kerja bawa bekal dari rumah" kata Tia.
__ADS_1
"Siap komandan nyai" kata Fariel.
"Yuk ah makan dulu" kata Tia.
"Iya ayok, cami pimpin doa nya yaaa" kata Fariel.
Dijawab dengan anggukan. Akupun langsung membaca doa nya dan setelah selesai membaca doa kitapun langsung makan tanpa bersuara.
"Ini cami harus cobain bakwan jagung buatanku" kata Tia, yang meletakkan bakwan dipiringku.
Akupun hanya ngangguk.
Kini selesai juga makannya, dan dengan membaca Alhamdulillah dan doa sesudah makan juga.
"Gimana mi, enak gak masakannya" kata Tia.
"Enak banget, kalau perutku masih muat, pasti bakal cami habiskan ini semua yang ada dimeja makan" kata Fariel.
"Kalau gitu cami bawa aja kerumah semuanya" kata Tia.
"Gak usah deh, gak enak sama Mami, dan Papi, mereka udah masakin nanti gak kemakan, mending kasih ke teman kamu aja" kata Fariel.
"Tadi mereka dah makan duluan sambil nyicipin, tapi nyicipnya sampai kenyang" kata Tia.
Tiba-tiba HP ku berbunyi ada tanda panggilan masuk, langsung ku angkat.
"Hallo Assalamu'alaikum Mi" kata Fariel.
"Nak cepetan jemput ervi sekarang juga" kata Mami.
"Ada apa Mi" kata Fariel.
"Cepetan nak" kata Mami.
"Iya Mi, ni langsung kesana" kata Fariel.
Sambungan telepon pun langsung terputus.
"Ada apa mi, kok kayaknya panik gitu" kata Tia.
"Cami harus pamit nih, cami harus jemput adek, tadi Mami nelpon suruh cepet-cepet jemputnya" kata Fariel.
"Ya udah buruan, takutnya ada apa-apa sama adek cami" kata Tia.
"Iya, cami pergi dulu ya Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Bentar" kata Tia, alu langsung memelukku dan terus mencium tanganku.
"Waalaikumsalam" ucapnya setelah aku keluar dari dapur.
__ADS_1
Akupun tanpa memperdulikan sapaan orang lain langsung naik ke motor dan langsung tancap gas menuju dimana Ervi berada.