Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Sikap Ervi


__ADS_3

Makan siang dirumah bareng sambil becanda seperti biasanya yang saling manja dan kepo.


"Mas ngapain ke minimarket tadi" kata Ervi.


"Kepo aja loh dek, mlMas ke minimarket cuman numpang tidur doang" kata Fariel.


"Tidur apa tidur" kata Fida.


"Tidur lah, tanya aja sama Mami" kata Fariel.


"Emang iya Mi" kata Ervi.


"Iya, masmu cuman tidur di meja kasir, karena Mami melarang untuk kerja, Mami suruh tidur dikamar malah tidur dikasir yang ada kipasnya yang adem" kata Mami.


"Adem karena godain pegawai Mami" ucapnya dalam hati.


"Kipas manual pasti ya Mi" kata Fida.


"Maksudnya dikipasin gitu" kata Ervi.


"Enggak, kipasnya bisa bergerak bebas ya kan Mi" kata Fida.


"Gemmm, bilang aja sambil godain pegawai Mami sambil tiduran, makanya adem banyak cewek yang memperhatikan" kata Ervi, lalu dengan memajukan bibir bawahnya.


"Anak Mami kenapa tuh bibir di majuin kaya mau jatuh gitu" kata Mami.


"Dicium lebah nanti."


"Gak ada" kata Ervi.


"Awas aja kalau Mas berani godain cewek, bakal Ervi bilangin Mama, biar Mas disunat lagi."


"Hahahahaa, habis dong dek" kata Fida.


"Apanya yang habis kak" kata Ervi.


"Apa ya, bingung jawabnya" kata Fida.


"Udah jangan dibahas lagi, kasian tuh nak Fariel" kata Papi.


"Viarin aja Pi, sapa suruh godain cewek di luaran sana, nanti beneran adek bilang ke Mama" kata Ervi.


"Ihhh, adek Mas kok suka ngadu ya sekarang" kata Fariel.

__ADS_1


"Viar Mas gak macam-macam" kata Ervi.


"Setuju itu dek, kakak juga dukung kamu dek" kata Fida.


"Mami sama Papi dukung siapa nih" kata Ervi.


"Mami dukung kalian berdua" kata Mami.


"Papi dukung siapa ya, bingung Papi, Papi jadi penengah aja" kata Papi.


"Jadi Mas sekarang kalah, dan Mas gak boleh lagi ngerayu cewek apalagi sampai gombalin cewek lagi, mulai besok kalau ke minimarket harus ada pengawalan biar gak macam-macam" kata Ervi.


"Ihh kenapa gitu, kan Mas kerja" kata Fariel.


"Kerja sambil godain cewek kan" kata Ervi.


"Cocok dek, besok kalau kesana kakak yang ngikutin biar gak macam-macam, oke dek, setuju" kata Fida.


"Aku juga dong, enak aja kalau cuman kakak aja yang ikut" kata Ervi.


"Duhh kenapa harus pada ikut aku sih, masa kerja aja kalian kawal, emang aku anak jendral apa, yang harus dikawal" kata Fariel.


"Biar mlMas gak macam-macam hanya fokus kerja dan kerja" kata Ervi.


"Papi gak bisa bantu" kata Papi.


"Maaf Mami juga gak bisa, Mami angkat tangan" kata Mami.


"Kok gak ada yang belain aku sih, sedikit aja" kata Fariel.


"Gak boleh" kata Ervi dan Fida, ucap bedua bersamaan.


"Nyai kan lagi hamil besar dan adek juga kuliah, jadi kalian gak boleh ikut aku saat kerja, kalian fokus sama urusan kalian aja, aku gak akan macam-macam, kecuali" kata Fariel.


"Kecuali apa hah, kecuali sama sekertaris kamu Mas yang seksi itu" kata Ervi.


"Kenapa bawa-bawa sekertaris sih, itu kan Papi yang pilih jadi sekertaris aku, jangan salahin aku lah" kata Fariel.


"Kalau gitu mas ganti kan gampang, gak susah kan nyari sekertaris, cowok pasti ada" kata Ervi.


"Cocok dek, ganti aja sama yang cowok, atau gak ganti sama cewek tapi yang dah nikah dan dah berumur biar Uda gak macam-macam" kata Fida.


"Kalau suruh ganti Mas gak bisa, Mas dah terbiasa, dan kerjaanya juga bagus, masa mau diganti" kata Fariel.

__ADS_1


"Kalau Mas gak mau ganti, berarti Mas gak sayang lagi sama adek dan kakak" kata Ervi.


"Iya bener banget" kata Fida.


"Adek gak mau bicara lagi sama Mas" kata Ervi.


"Pi gimana ini Pi" kata Fariel.


"Papi gak bisa bantu" kata Papi.


"Kan Papi yang masukin dia jadi sekertaris aku Pi" kata Fariel.


"Iya, tapi keputusan ada ditanganmu" kata Papi.


"Kalian jangan gitu dong sama nak Fariel, kasian dia, masa gara-gara sekertaris, kalian jadi marahan gak mau ngomong sih, kasih waktu buat menggantikan sekertaris yang saat ini sampe mendapatkan yang sesuai" kata Mami.


"Oke, adek kasih waktu dua minggu, gak boleh kurang, dan gak boleh cewek cantik dan seksi, hanya cowok, ingat hanya cowok ya Mas" kata Ervi.


"Iya kalau ada, kalau gak ada gak bakal Mas ganti, ini bukan nyari sepatu yang masih bisa pilih dengan mudah, ini tuh menyangkut perusahaan yang menaruh kepercayaan dan hasil kinerjanya" kata Fariel.


"Lagian aku juga gak macam-macam, aku gak tertarik juga sama sekertaris aku ini."


"Iya, tapi sekertaris itu kayaknya suka sama Mas" kata Ervi.


"Ya yang suka kan dia bukan aku, kenapa aku yang disalahin sih" kata Fariel.


"Tapi lama-lama Mas bisa naksir beneran sayang sama dia, dan itu gak akan boleh terjadi" kata Ervi.


"Ahh cape ngomong sama kalian hanya masalah ini, mending aku tidur ataupun keluar nyari udara segar" kata Fariel.


"Kalau Mas berani melangkah satu langkah saja keluar dari rumah ini, jangan salahkan adek kalau kaki Mas hilang satu" kata Ervi.


"Silahkan kalau mau, Mas mau tiduran dibelakang rumah" kata Fariel.


"Assalamu'alaikum" lalu berjalan meninggalkan mereka.


"Waalaikumsalam" jawab srmua.


"Adek jangan gitu sama Masnya, gak baik kaya gitu" kata Mami.


"Aku gak suka aja dengan Mas dekat-dekat cewek lain, kalian kan tau kalau aku dari dulu gak pernah menganggap Mas itu sebagai Abang atau apa, adek akan selalu menganggap Mas itu orang yang berarti dalam hidupku, karena sampai kapanpun adek akan tetap sayang dan akan berjuang memilikinya" kata Ervi.


"Aku mau kebelakang juga, permisi Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab bertiga.


__ADS_2