Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Ngambek


__ADS_3

Sampailah dikamar.


"Turun dulu sebentar ya" kata Fariel.


"Sami mau ganti dulu, mau pakai celana panjang dulu, masa mau pakai celana pendek dan sarungan mulu."


"Turun ya, bentar aja."


"Iya" kata Fida.


Langsung kubuka ikatan jaritnya dan kuturunkan Fida diatas kasur.


"Lepasin dulu dong pelukannya" kata Fariel.


"Cium dulu" kata Fida.


"Emuach emuach emuach emuach emuach emuach" kata Fariel.


"Masih kurang, mana yang belum."


Fida hanya menujuk pada.


"Emuach emuach emuach" kata Fariel, yang langsung kucium.


"Dah lepas ya."


Dan lingkaran tangannya langsung dilepaskan oleh Fida. Aku langsung melepaskan sarung lalu mengenakan celana panjang dan berganti baju koko dengan kaos rumahan.


"Sini Sami bantuin lepasin Rukunya" kata Fariel, yang melepaskan ruku yang dipakainya.


"Mau pakai jilbab yang mana, warna apa."


"Bajunya juga mau pakai yang mana."


"Enggak mau" kata Fida.


"Mau langsung peluk, dan gendong lagi."


"Loh kok gitu, masa mau pakai kaos lengan pendek dan enggak jilbaban" kata Fariel.


"Kan aurat loh."


"Enggak mau Mi, enggak mau" kata Fida, lalu cemberut dan malah merebahkan badanya lalu tengkurap.


"Sami jahat "


"Sami enggak sayang sama aku lagi."

__ADS_1


Langsung kuikut merebahkan di sampingnya.


"Iya Sami minta maaf, kalau Sami jahat" kata Fariel.


"Yaudah yuk Sami gendong lagi yuk."


"Apa mau tidur sambil Sami peluk."


"Sana Sami keluar aja" kata Fida.


"Aku enggak mau lihat Sami lagi."


"Sami enggak sayang sama aku."


"Sami jahat."


"Loh kok bilangnya gitu sih" kata Fariel.


"Sini Sami peluk sini" langsung memeluknya walaupun ada penolakan dari tangannya.


"Maafkan Sami."


"Sami ngaku salah."


"Yaudah Sami temanin tidur sambil kupeluk."


"Sami minta maaf deh."


"Apapun yang Sanis minta bakal Sami turutin, mau gendong kemana aja bakal Sami turutin."


"Dah diem ya, jangan nangis, nanti kalau ada yang masuk, nanti malu loh."


"Apalagi kalau Aya yang masuk, pasti nanti dikatain Cengeng, nanti Sami dimarahi sama Aya."


"Dah sini Sami peluk."


"Sami jahat" kata Fida, sambil memukul dadaku


"Sami enggak mau lagi sama aku."


"Sami jahat."


"Iya Sami jahat iya" kata Fariel.


"Sami hilaf, maafin Sami."


"Yuk Sami gendong lagi yuk, Sami mau kebelakang lagi lanjutin kerjaan Sami sebentar lagi mau selesai."

__ADS_1


"Kamu juga belum makan loh."


"Sami enggak mau Sanis sakit."


"Celananya mau ganti enggak, apa mau pakai ini aja."


"Nanti susah kalau Sami gendong."


"Ganti aja ya, sama yang biasa ya, biar enak."


"Sami gantiin, Sanis tiduran aja "


"Bentar ya, Sami ambil dulu celananya biar Sanis ganti."


Langsung kulepas pelukannya dan bangun dari kasur lalu memilih celana panjang yang biasa digunakan tapi nyaman untuk dipakai.


"Mau Sami pakaikan apa mau pakai sendiri" kata Fariel.


"Malu" kata Fida.


"Ngapain malu, kan Sami dah tau semuanya" kata Fariel


"Kan aku juga Suami sah kamu, jadi enggak usah malu."


"Sini biar Sami gantikan ya."


"Sami enggak akan macam-macam kok."


Langsung kulepaskan setelah mendapatkan persetujuannya.


"Tangannya dong" kata Fariel.


"Apa mau digendong hanya memakai celana pendek seperti ini."


"Singkirkan tangannya, ayok."


"Biar kupakaikan celananya ini."


"Kalau enggak pakai celana panjang nanti dikira apaan sama Aya, masa Mama pakai celana dedek."


"Ihh" kata Fida, dengan cemberut.


"Singkirkan sebentar aja" kata Fariel.


Lalu menyingkirkan tangannya dan langsung kupakaikan celana panjang muslimah model kekinian dikalangan anak muda yang lagi hits.


"Dah selesai, mau digendong lagi apa mau tidur, kalau tidur, Sami ambil kerjaan dibawah dulu, abis itu nemenin kamu tidur" kata Fariel.

__ADS_1


Fida hanya menjulurkan kedua tangannya yang bertanda kalau minta ikut, dan minta digendong lagi.


__ADS_2