
"Kalau aku boleh minta sesuatu sama Pangeran, aku hanya minta satu hal" kata Nia.
"Tolong bikin dia kembali seperti dulu lagi, yang ceria, gak gampang melamun, bisa kembali kumpul bareng lagi."
"Kuliahnya diselesaikan juga."
"Ini dah hampir masuk ujian, dia masuk jarang."
"Banyak yang ketinggalan."
"Aku gak bisa" kata Fariel.
"Aku takut nanti malah akan jadi omongan yang membuat dia jadi seperti itu."
"Bahakan akan membuka lagi harapan itu datang lagi."
"Aku takut nanti dia malah berpisah dan aku dikatakan perebut istri orang."
"Aku takut itu bisa semakin dia berharap kembali lagi bersamaku, tapi malah aku mengecewakan dan malah akan membuat dia makin menderita."
"Permisi, ini pesanan kalian" yang langsung meletakkan makanan dan minuman.
"Makasih" kata Nia.
"Kalau ada yang kurang bisa pesan kesana aja."
"Apa Masnya dah pesan sesuatu."
"Oh sudah, tadi ada yang pesanin kok, sekalian lagi minta air hangat buat bikin susu kedalam tadi" kata Fariel.
"Oh kalau gitu saya permisi dulu, Mas dan Kak."
"Oh iya" jawab bertiga.
"Silahkan langsung dimakan, aku nanti aja nunggu Fida datang" kata Fariel.
"Kami juga nanti aja, biar bareng, biar lebih enak" kata Nia.
"Iya, kalau makan duluan kan gak enak, masa kami makan situ nonton kita lagi makan" kata Indah.
"Ya gak papa, selow aja" kata Fariel.
"Itu yang digendong namanya siapa" kata Nia.
"Nama Ayesha Putri Akhmad" kata Fariel.
"Wah keren namanya" kata Nia.
"Kok ada nama kamu dibelakangnya" kata Indah.
"Iya, karena aku yang beri nama pas lahiran, bahkan aku juga yang bawa kerumah sakit pas lahiran, juga nemenin lahiaran sekaligus Ngadzanin Aya pas baru lahir" kata Fariel.
"Oh namanya Aya dipanggil nya" kata Nia.
"Pantesan dekat banget sama kamu, kayaknya nyaman banget tidurnya digendongan kamu" kata Indah.
__ADS_1
"Wajar aja kalau manggil kamu Ayah, dari lahir kamu yang Ngadzanin."
"Kalau kamu gak bisa bantu Tia buat kaya dulu lagi setidaknya kamu bisa bantu kasih Tia pekerjaan yang bagus, gak dicafe seperti itu" kata Indah.
"Kasian pulang malam terus."
"Kan kamu pemilik perusahaan F dan banyak juga perusahaan yang kamu pegang, kasih satu pekerjaan yang pas buatnya."
"Oke nanti kuusahakan kubantu kasih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan nya" kata Fariel.
"Makasih dah mau bantu" kata Nia.
"Ganya kamu harapan kami satu-satunya yang bisa bantu ngemblikan Tia seperti semula, setidaknya ya dia ada keinginan buat hidup bahagia, gak selalu melamun dan sedih nangis."
"Aku juga gak tega, walaupun hanya mendengar cerita kalian tapi aku merasa bersalah dan merasakan apa yang mungkin kalian rasakan saat ini" kata Fariel.
"Bagaimanapun dia tetap orang yang pernah ada dalam hidup ku menjadi penyemangat hidup."
"Pernah saling berjanji untuk selalu setia bersama walaupun akhirnya berpisah seperti ini."
"Makasih dah mau prihatin dengan keadaannya" kata Indah.
"Iya nanti kalau ada waktu aku akan kesana kerumah dewi" kata Fariel.
"Karena dia sahabat ku dari waktu masih sekolah."
"Bahkan dah seperti keluarga ku sendiri, karena dia sering nginep dirumahku dari dulu hingga kemarin-kemarin."
"Berarti kamu ada dong nomernya Dewi" kata Indah.
"Kami masih sering kontekan, apalagi kalau pas mereka kedesaku, pasti nelpon aku, yang bahkan sering nginep juga disana."
"Dah buat susunya" tanyaku pada Fida.
"Udah dong" kata Fida.
"Anakku masih pulas aja tidurnya."
"Kok gak dimakan makanannya."
"Kami nunggu kakak, biar bareng makannya" kata Nia.
"Oh gitu, punya kami bentar lagi datang" kata Fida.
"Bis rame banget yang datang, bahkan sampe disamping sana juga."
"Namanya juga makanan yang murah terjangkau, enak dan lengkap lagi" kata Nia.
"Gimana gak rame, apalagi juga tempatnya pas dekat arena permainan anak, ya makin rame."
Tiba-tiba Aya bangun dan ngulet.
"Yahh" kata Aya.
"Hussttt" kata Fariel, sambil menepuk-nepuk bokongnya.
__ADS_1
"Ini Ayah disini nih."
"Anak Mama bangun" kata Fida.
"Mau mimi susu."
"Nih dah Mama siapin nih" yang memberikan padaku.
"Nih mimi susu dan bobo lagi" kata Fariel,
Aya menggeleng gak mau.
"Gak mau bobo lagi sama mimi."
"Mau duduk sini, dipangku ma Ayah apa ma Mama."
"Yuk sama Mama sini dipangku" kata Fida.
"Ga au" kata Aya.
"Ma Ayah."
"Ya udah ma Ayah duduk" kata Fariel.
"Lepas dulu ini ya" langsung kulepas gendongannya.
"Dah duduk sambil mimi ya" langsung kuberikan botol susunya dan diterima lalu diminum.
"Duh lucunya" kata Nia.
"Halo, ini tante, temannya Ayahmu" kata Indah.
"Permisi mas, kak ini pesanannya."
"Oh ya silahkan letakkan saja" kata Fida.
Langsung diletakkan di meja.
"Kalau ada yang kurang datang aja kesana."
"Kalau gak ada saya permisi."
"Iya, makasih" kata Fida.
"Yuk kita makan, dah datang nih makanannya."
"Yuk."
"Ayuk" kata Nia dan Indah.
"Selamat makan" kata Nia.
Dan kami pun langsung makan, tapi tak lupa berdo'a dulu sebelum makan.
Tak lupa pula menyuapi Aya yang minta ikutan makan.
__ADS_1