
Selesai mandi akun langsung memakai handuk kimono dan keluar dari kamar mandi sambil membawa pakaian kotorku.
Sebelum keluar aku mengintip dulu, biar bisa keluar dari kamar kak Fida dan ke kamar ku buat pake baju.
Setelah aman, dan Aya gak melihat kearahku baru aku keluar dari kamar mandi.
Baru sampai dipintu akan keluar, dan sudak ku kode kan pada Mami agar diem malah.
"Ayah" kata Aya.
"Ayah au ana" maksudnya kemana.
Langsung ku balikan badan.
"Hihihihi" kata Mami
"Cucu Mami lucu."
"Baunya kecium kayaknya, makanya tau Ayahnya keluar."
"Ayah pake baju dulu ya" kata Fida.
"Mimi lagi aja sini."
"Ga au" kata Aya.
"Au ayah."
Langsung kubalikkan badanku sambil menundukkan kepala dan membawa baju kotor.
"Ayah ganti dulu bentar yaaa, Aya sayang" kata Fariel.
"Ayah belum pake baju nih."
"Ayah pake baju dulu ya kekamar Ayah ya."
"Ga leh" kata Aya.
"Pakai baju yang ada dilemari aja tuh banyak" kata Fida.
"Tinggal pilih aja mana yang suka."
"Punya Almarhum Mas Rendi kan ada masih didalam, paling kekecilan sedikit kalau melihat postur tubuhmu dari Mas Rendi."
"Ada di gantungan lemari."
"Ah masa iya harus pake baju orang lain" kata Fariel, dalam hati.
"Gak mungkin kupake celana ini lagi."
"Ayah" kata Aya.
"Iya, apa Aya cantik" kata Fariel.
"Ayah gak jadi keluar nih."
"Aya mandi sana biar wangi, mandi sama Mama dan Mami ya."
"Nanti kalau dah wangi main ma Ayah, dan Ayah gendong lagi."
"Aya mandi ya sama Mama" kata Fida.
"Andi" kata Aya, maksudnya mandi.
"Iya mandi sama Mama" kata Fida.
"Ga au, au ma Ayah andi a" kata Aya.
"Ayah kan belum ganti baju" kata Fida.
"Sama Mama aja ya."
"Ayah gak kemana-mana kok, Ayah disini pastinya gak bakal ninggalin Aya."
"Apa mau ma Mami aja mandinya" kata Mami.
__ADS_1
"Ga au" kata Aya.
"Dah pake aja bajunya didalam" kata Mami.
"Itu biar Mami bawakan kekamarmu, atau biar Bibi cuciin bajumu yang kotor."
"Nanti Mami mau bicara sama kamu, penting."
"Lohhh" kata Papi, yang kaget melihat ku membawa pakaian kotor dan sambil memakai kimono.
"Kenapa pakaianmu seperti ini."
"Baru mandi, tapi gak boleh keluar sama cucu Papi" kata Fida.
"Ealah, cucu Papi kok gak mau ditinggalkan sama Ayahnya sih" kata Papi.
"Sama Papi aja yuk" kata Papi.
"Papi punya mainan baru buat Aya."
"Kita main sepeda yuk" yang mencoba meraih Aya buat digendong.
Aya malah memukul, plak.
"Ga auuu" kata Aya.
"Hahahahaha" kata Mami.
"Cucu Papi kok gini amat ya" kata Papi.
"Apa kakak salah ngidam ya waktu hamil."
"Salah gimana, rang biasa aja yang kumakan" kata Fida.
"Sama Mami aja gak mau Pi" kata Mami.
"Cucu kita susah kalau diajak main sama kita, digendong aja susah, maunya sama Ayahnya mulu."
Langsung kuletakkan bajuku yang kotor lalu membuka lemari dan kuambil baju, entah punya siapa dalam gantungan dan juga celana traning, lalu setelah itu ku bisikkan ke Papi.
"Pi tolong ambilkan boxer dong" kata Fariel, bisikku pada Papi.
"Tunggu aja didalam."
"Makasih Pi" kata Fariel.
"Iya" kata Papi, lalu Papi keluar kamar dan aku masuk kamar mandi.
"Ayah" kata Aya.
"Ayah lagi ganti baju dulu" kata Fida.
"Nanti lagi ma Ayahnya ya."
Lama kutunggu Papi datang juga dengan membawa celana boxer dan.
"Nih" kata Papi, yang memberikan padaku hanya membuka pintunya sedikit.
"Makasih Pi" kata Fariel, sambil meraihnya.
"Hemmm" kata Papi.
"Buruan pake, tuh Aya manggil-manggil kamu mulu" lalu Papi menutup pintunya.
Langsung kupake baju dan celananya.
"Kecil bener ini kaos dan celanya" kata Fariel.
"Apa salah ambil ya."
"Perasaan punya Mas Rendi lumayan besar, gak jauh amat sama punyaku."
"Apa iya ini punya Nyai ya."
"Ah bisa kacau kalau gini, pake celana punya kakak."
__ADS_1
"Bisa jadi bulian keluarga kalau begini."
"Bisa-bisa Nyai nanti kaget melihatku memakai pakaiannya."
"Ah sial, pake main comot aja tadi, mana tadi banyak pakaian yang bergantung lagi, kalau kaya gini kan bikin malu sendiri."
Langsung keluar setelah selesai memakai pakaian sambil membawa kimono, boxer dan.
"Sini Mami bawakan kekamarmu" kata Mami.
"Gak papa sini, kamu jagain cucu Mami aja."
"Dah sini" kata Papi.
"Ayah endong" kata Aya.
"Sini kimononya, biar Nyai jemur" kata Fida.
"Nih, makasih" kata Fariel.
"Dah sekarang Aya ma Ayah ya" kata Fida.
"Hihihi dicuekin" kata Mami, sambil membawa tasku.
"Kayaknya kalah Mamanya sama Ayahnya nih" kata Papi, sambil membawa pakaian kotorku.
"Aya kayaknya lebih suka sama Ayahnya daripada sama Mamanya sendiri" kata Fida.
"Dah ah aku mau jemur ini dulu."
"Mami juga mau ngantarin ini kekamar" kata Mami.
"Maaf Pi, mlMi, bukannya gak sopan nih sama orang tua" kata Fariel.
"Alah gak papa, santai aja" kata Papi.
"Biar ini ku antarkan kebibi biar dicuci."
"Tenang aja, hanya baju dan celana aja yang ku suruh bibi nyuciin kok."
"Iya, kayak sama siapa aja" kata Mami.
"Bajumu dan celananya lucu" bisik padaku sambil tersenyum.
"Kekecilan ya."
Aku hanya nyengir sambil menggaruk kepala yang tak gatal.
"Apaan Mi, kok bisik-bisik" kata Papi.
"Nanti Mami kasih tau ya" kata Mami.
"Sekarang kita keluar aja."
Papi dan Fida melihat kearahku, seperti sedang meneliti ada apa dengan ku, tapi Papi malah senyum seperti tau kalau ada yang salah denganku.
"Ohhh iya paham" kata Papi, sambil senyum-semyum.
Mungkin kak Fida juga tau apa yang dilihat dari ku, ada yang salah, tapi hanya senyum biasa aja.
"Sial sial, mereka langsung tau lagi apa yang salah dari ku" kata Fariel, dalam hati.
"Ayah ndong" kata Aya.
"Ain."
"Iya ayok, kita main tapi habis mandi ya" kata Fariel.
"Andi" kata Aya.
"Iya mandi biar wangi" kata Fariel.
"Jadi nanti dah wangi kalau mandi."
"Sekarang Aya mandi dulu."
__ADS_1
"Lepas baju dan celanya, juga popoknya biar mandi pagi badannya seger."
Aya tepuk tangan, dan aku langsung melepaskan pakaiannya.