
"Eh anak Mama disini rupanya ya" kata Fda.
"Nih mlMama bawakan minumnya nih" yang membawa botol susu.
"Nih minum dulu" yang memberikan pada Aya botolnya dan Aya langsung menerima dan meminumnya.
"Duduk dong minumnya jangan berdiri" kata Fariel.
"Sini Mama pangku sini" kata Fida, yang langsung diangkat dan dipangku.
"Duh anak Mama makin gendut aja sekarang nih."
"Makin berat aja sekarang."
"Nyai" kata Fariel.
"Hemm" kata Fida.
"Apa ini yang kupakai punya Nyai ya" kata Fariel.
"He'em" kata Fida.
"Kan itu ada motif nya, masa cowok pake kaos ada motif bunga nya dikerah."
"Kalau celananya" kata Fariel.
"Iya juga" kata Fida.
"Kenapa bisa ngambil nya salah, kan gantungannya beda."
"Yang digantungan sebalah yang punya mas Rendi."
"Ya mana tau, kukira semuanya yang disitu punya mas Rendi" kata Fariel.
"Emang gak bisa dilihat apa" kata Fida.
"Fimana mau lihat, rang buru-buru asal comot aja" kata Fariel.
"Daripada kelamaan dan Aya juga lagi rewel mulu."
"Ini aja tau dari Mami sama adek yang bilang kalau ada motif bunga di kerah bajunya."
"Hahaha, untung aja gak ngambil yang daster" kata Fida.
"Kalau iya kan makin lucu, masa cowok keren dan kece pake daster, daster Ibu hamil lagi."
"Kalau daster mah gak bakalan ku pake, daripada bikin malu sendiri, apa mau dikata sama Mami dan Papi kalau aku pake daster" kata Fariel.
__ADS_1
"Tapi kalau pake daster kan gak perlu pake celana udah cukup" kata Fida.
"Untung aja celananya muat."
"Ya muat lah, emang aku gemuk apa" kata Fariel.
"Pinggang ku kan gak sebesar punya Nyai."
"Mana ada pinggangku besar" kata Fida.
"Nih kecil dah ya."
"Gak seperti kemarin waktu masih hamil Aya, dan habis melahirkan."
"Sekarang dah seperti semula lagi, dah langsing lagi."
"Oh ya nih Nyai mau kasih sesuatu sama Uda seperti yang pernah kukatakan kemarin."
"Apaan" kata Fariel.
"Lihat aja nanti, dan buka aja sendiri" kata Fida.
"Itu dari Almarhum Mas Rendi, buat Uda."
"Nyai juga gak tau isinya apaan, buka aja nanti."
"Ya dah deh nanti kubuka didalam kalau Aya dah bisa kutinggal" kata Fariel.
"Oh iya Nyai bilang mau minta sesuatu padaku, dan yang harus ku kabulkan permintaan Nyai itu, kayanya mau kasih tau sekarang pagi ini."
"Emang mau minta apa dariku sih."
"Nanti aja setelah Uda buka dan baca itu" kata Fida.
"Karena permintaan ku bersangkutan dengan isi dari surat itu."
"Yang satu dah kubuka kalau yang satunya belum, karena aku gak berani bukanya, karena itu buat Uda bukan untuk aku."
"Iya nanti kubuka setelah makan sarapan pagi" kata Fariel.
"Emang nanti mau kemana, ngajak Nyai jalan-jalan sama Aya juga" kata Fida.
"Kemana aja, sapa tau dengan adanya jalan-jalan Aya makin ceria dan gak gampang sakit" kata Fariel.
"Udah minumnya" kata Fida.
"Tapi kok belum habis."
__ADS_1
"Dah" kata Aya.
"Au ain agi."
"Ya udah main lagi sana" kata Fida, langsung menurunkan dari pangkuannya.
"Ayah ma Mama ga leh ana ana" kata Aya.
"Iya Mama disini sama Ayah" kata Fida.
"Berarti sekarang Ayah buat Mama ya, Aya main."
"Ia" kata Aya.
"Yakin Ayah buat Mama, Aya gak nangis nanti kalau Ayah buat Mama" kata Fida.
"Mainnya jangan kotor-kotoran, Aya dah mandi dah wangi" kata Fariel.
"Nanti kalau main tanah, Aya mandi lagi sama ganti baju lagi."
"Lebih baik kedalam yuk, Ayah mau sarapan, biar bisa main jalan-jalan nanti, daripada Aya mainan tanah disini."
"yuk kedalam yuk" kata Fida.
"Mau mlMama gendong apa Ayah yang gendong."
"Au alan ja" kata Aya.
"Kalau gitu Mama yang minta gendong Ayah boleh" kata Fida.
"Leh" kata Aya.
"Ayah gak mau gendong Mama, berat Mamamu" kata Fariel.
"Hahahaha, Nyai juga becanda" kata Fida.
"Yuk sini Mama pegangin tangannya" yang langsung menuntun Aya.
"Ayah" kata Aya, yang menjulurkan tanganya untuk dituntun juga.
"Iya" kata Fariel.
Dan langsung ku tuntun Aya, jadi Aya dituntun kedalam olehku dan kak Fida juga.
Aya begitu sangat ceria dan ketawa karena dituntun kanan dan kiri tangannya.
Apalagi dituntun dan diangkat-angkat.
__ADS_1
Aku pun dan kak Fida bahagia melihat Aya bahagia ketawa-ketawa pagi ini.