Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Menceritakan masalah


__ADS_3

Setelah lelah berkeliling sore dan sudah terisi juga perutnya kini kita kembali ke rumah kos.


"Wah sampai juga bro, tapi kok lapar lagi ya bro" kata Ibnu.


"Itu perut apa karet, baru sejam yang lalu makan sampe nambah, masih aja lapar" kata Fariel.


"Enak aja karet, kan tadi habis naik keats gedung, gara-gara lo juga, kukira mau bunuh diri ya jadi aku harus naik keatas lari-lari lewat tangga" kata Ibnu.


"Ya lo juga yang salah, kenapa main naik aja, kan bisa nanya dulu biar kamu gak lari-lari ditangga" kata Fariel.


"Ya namanya juga panik, mana kepikiran bro, yang kupikir kan hanya gimana biar bisa nyadarin lo" kata Ibnu.


"Lo kaya gak tau aku aja, aku kan emang dari dulu suka naik gedung terus duduk dipojokan gedung sambil lihat kebawah dan menikmati udara sore hari" kata Fariel.


"Ya mana ada aku inget, ya lo aja pergi dari rumah pasti ada masalah, makanya aku takut kamu loncat buat ngilangin masalah" kata Ibnu.


"Itu yang ada dalam pikiran ku."


"Paham enteee."


"Iya deh iya" kata Fariel.


"Sebenarnya lo ada masalah apa sih bro, cerita dong, sapa tau bisa bantu gitu" kata Ibnu.


"Bukannya aku gak mau cerita, ini pribadi dan gak mau membuat orang lain merasa malu karena adanya masalah ini, juga hanya masalah sepele aja kok, nanti juga bakalan baik lagi" kata Fariel.


"Oke kalau gak mau cerita, tapi sedikit aja apa permasalhannya yang buat lo pergi" kata Ibnu.


"Oke aku cerita sedikit, tapi aku mohon jangan sampai tersebar" kata Fariel.


"Emang apaan sih" kata Ibnu.


"Kayaknya serius banget."


"Lo masih ingat sama orang yang pernah nembak aku dulu kan" kata Fariel.


"Iya masih" kata Ibnu.


"abukannya dia lagi diluar kota, dan gak ada disini lagi, dah pindah kalau gak salah. "


"Bukan yang itu dodol" kata Fariel.


"Yang satu lagi, saat kita sedang liburan bareng di gunung."


"Ohh iya inget, sangat ingat" kata Ibnu.


"Kan kalian ngobrol sambil bermain gitar dengan menikmati api unggun malam, lalu dia berlutut didepan mu dan nembak kamu didepan semua teman-temannya, tapi malah kamu bilang belum waktunya kita untuk berpacaran, aku masih terlalu muda untuk mengenal cinta, dan gak mau luka hanya karena cinta."


"Itu kan yang lo katakan padanya."


"Bener banget" kata Fariel.


"Lah katanya mau cerita sedikit, malah rebahan" kata Ibnu.


"Woiiii" sambil menarik tanganku untuk duduk lagi.

__ADS_1


"Cerita dulu."


"Kemaren dia menelpon aku, dan meminta janji yang aku berikan padanya, yang gak tau janji yang mana yang aku berikan, karena seingatku hanya bilang belum waktunya untuk kita pacaran itu aja" kata Fariel.


"Tapi dia mengancam ku dan juga keluargaku, bukan keluarga Bapak Ibuku, tapi keluarga kedua, yang artinya itu Papi dan Mami."


"Makanya aku gak mau membuat mereka nanti jadi menderita karena aku."


"Jadi karena itu lo pergi dari rumah, dan bilang lo mau belajar mandiri gitu" kata Ibnu.


"Iya" kata Fariel.


"Apa aku salah jika aku pergi meninggalkan mereka."


"Tapi sebaiknya mereka juga harus tau masalah ini" kata Ibnu.


"blBukannya kamu sudah ada orang yang spesial ya sekarang."


"Nah itu juga iya" kata Fariel.


"dmDia mengancam kesemuanya."


"Makanya aku gak bisa berfikir, dan memilih pergi."


"Kalau itu aku gak bisa bantu" kata Ibnu.


"Ya lo juga tau, dia itu bukan anak dari orang biasa, tapi anak dari seorang nomer satu di seluruh provinsi ini."


"Jadi aku harus gimana bro, lo kan tau kalau aku dari dulu gak pernah menganggap dia itu orang spesial selain sahabat kita juga" kata Fariel.


"Sahabat juga bisa jadi cinta" kata Ibnu.


"Sebenarnya aku dah tau kalau dia itu punya rasa lebih buatmu, bukan sebagai sahabat tapi seorang yang istimewa."


"Makanya dia dari dulu selalu mberikan barang-barang buat lo seperti baju dan sepatu, bahkan gak sampai disitu juga."


"Saat lo masuk rumah sakit dia ada buat lo juga, sampai rela gak masuk sekolah hanya ingin tau keadaan lo, dan menemani lo yang lagi terbaring."


"Iya, itu aku juga tau" kata Fariel.


"Tapi aku kan sudah berulang kali bilang kalau kita itu gak lebih dari sahabat."


"Tapi kalau menurutku ya, lebih baik kalian ketemu dan bicarakan berdua, siapa tau dia mau merelakanmu untuk yang lain" kata Ibnu.


"Dan gak berharap lebih kepadamu, dengan meminta janji yang aku gak tau janji mu itu apa."


"Makanya dari itu juga aku pergi kesini, karena aku tau kalau dia itu tinggal disini" kata Fariel.


"Aku berharap bisa bertemu dengannya secepatnya, biar masalah ini cepet selesai, tanpa ada yang luka disekeliling ku."


"Yang aku tau juga gitu sih, tapi aku belum pernah lihat kalau dia itu ada disini" kata Ibnu.


"Karena yang aku tau dia ada diluar negri buat kuliah kedokteran kalau gak salah."


"Nih HP lo getar terus dari tadi."

__ADS_1


"Lo nyalain HP gua" kata Fariel.


"Iya, kenapa emang" kata Ibnu.


"Lo dodol apa bego sih" kata Fariel.


"Dodol sama bego bukannya sama ya, pea juga" kata Ibnu.


"Emang kenapa sih."


"Kalau HP itu lo hidupin berarti itu tandanya mereka bisa melacak keberadaanku lewat HP ku bego" kata Fariel.


"Oh iya, maaf brooo, khilaf gua" kata Ibnu.


"Nih gua matikan lagi."


"Dah gak guna juga dodol, kan dah lo hidupin dari tadi" kata Fariel.


"Sini HP nya" merebut hpku.


"Maaf deh broo, maaf ya" kata Ibnu.


"Aku janji bakal bantuin kamu buat nyelesain masalah ini ddengannya."


"Iya iya, dah magrib shalat yuk, nanti lo pergi beli apa gitu buat dimasak biar bisa makan malam" kata Fariel.


"Oke, mana uangnya" kata Ibnu.


"Lah, kan uang lo lah" kata Fariel.


"Kan aku dah bayarin makan lo tadi."


"Biar irit akunya gitu" kata Ibnu.


"Kan uang lo banyak, kerjanya aja dua tempat sekaligus."


"alAku belum gajian, paham ente, itu uang juga sisa gajian bulan lalu" kata Fariel.


"Nih duapuluh harus cukup buat makan malam ini dan pagi."


"Iya deh iya" kata Ibnu, sambil menerima uangnya


"nanti ku colok kan nasi dan kubelikan mie sama telur biar cukup, ok broooo" kata Ibnu.


"Yang lain lah masa mie, sayuran apa gitu biar dimasak" kata Fariel.


"Disini tukang sayur dan pasar juga sudah tutup dodol, kecuali tukang ikan dan daging" kata Ibnu.


"Bukannya tadi waktu aku ke minimarket ada sayuran juga ya di sebelah nya" kata Fariel.


"Iyaaaaa" kata Ibnu, sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Nah kalu gitu beli disana ok" kata Fariel.


"Iya deh iya" kata Ibnu.

__ADS_1


"Ya udah yuk shalat dulu" kata Fariel.


"Iya ayokkkk" kata Ibnu.


__ADS_2