
Setelah dipindahkan dan sudah dua hari tapi belum ada tanda-tanda akan bangun dari tidurnya, membuat kami semua menjadi panik dan khawatir, karena dari Dokter juga memeriksa kalau tak terjadi apa-apa dan semuanya aman dan sehat, tapi belum ada membuka matanya setelah operasi.
Dengan teleten ku bersihkan badannya dan menggantikan bajunya, karena enggak ingin orang lain yang melakukan, karena ini tugasku sebagai suaminya.
"Yang sabar Nak" kata Mama.
"Mama yakin pasti mantu Mama baik-baik, hanya sedang tidur melanjutkan lelahnya dan mimpinya yang terpotong."
"Kamu harus sering berdoa agar dia baik-baik saja dan segera bangun."
"Kamu yang sabar" kata Mami.
"Biar Aya sama Mami ajak keluar sebentar."
"Kamu disini aja jagain anak Mami."
"Biar sama saya aja Mi" kata Fida.
"Aku juga mau beli sesuatu, biar Aya sama saya, dan enggak ganggu Ayahnya disini."
"Apa Ayah mau dicarikan sesuatu untuk dimakan, karena Ayah belum ada makan dari kemarin, hanya makan roti dan minum kopi aja."
"Gak usah, aku enggak lapar" kata Fariel.
"Tapi kamu juga harus makan Nak" kata Mami.
"Iya kamu juga harus makan" kata Mama.
"Jangan karena dia enggak bangun kamu enggak mau makan."
"Pasti dia sedih lihat kamu seperti ini yang enggak mau makan."
"Nanti kalau lapar aku akan makan" kata Fariel.
"Ya udah Mama mau keluar dulu" kata Mama.
"Yuk sama Mama tua yuk" ajaknya pada Aya.
__ADS_1
"Biar aku aja Ma" kata Fida.
"Enggak papa, kan Mama juga kangen sama cucu Mama yang cantik ini" kata Mama.
"Yuk sini Mama tua gendong" yang langsung mengangkat Aya dan digendong.
"Duh beratnya cucu Mama ini."
"Makan apa aja nih, ini perut diisi apa aja ini sampai sebesar ini."
"Dadan ma oti" kata Aya, maksudnya jajan sama roti.
"Duh cucu Mama kok makannya jajan mulu, gak mau makan yang lain" kata Mama.
"Yuk kita keluar, biar Ayah disini aja jagain Bunda."
"Yuk kita keluar buat beli apa yaa."
"Li dadan" kata Aya.
"Ayo kita beli jajan" kata Mama.
"Mami juga mua ikut keluar" kata Mami.
"Kamu harus tetap sehat, jaga kesehatan biar bisa jagain anak Mami."
"Kamu makan ya nanti."
"Iya nanti akan kumakan" kata Fariel.
"Mi, Sanis keluar ya" kata Fida.
"Kalau ada apa-apa panggil Sanis aja."
"Iya, makasih" kata Fariel.
"Kalau gitu kita tinggal dulu ya" kata Mama.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" kata bertiga.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
"Aa Ikum"kata Aya, maksudnya Assalamu'alaikum.
"Waalaikumsalam anak Ayah" kata Fariel.
"Dada."
Dan mereka langsung keluar meniggalkanku sendiri menemani Ervi yang terbaring.
Kuambil anakku dalam box bayi dan kugendong kesamping Ervi.
"Nis, apa kamu gak ingin bangun lihat anak kita" kata Fariel.
"Lihat dia butuh kamu, butuh Bunda."
"Anak kita cowok."
"Sangat mirip sama siapa kalau menurutmu, apa mirip aku Ayahnya atau kamu Bundanya yang mengandung."
"Ayok bangun kasih Asi padanya."
"Sekarang dah kuberikan namanya untuknya."
"Kamu harus bangun, dan komen kalau namanya kurang bagus menurutmu."
"Ada beberapa nama yang harus kita pakai."
"Kamu harus bangun dan memilihnya."
"Kamu mau kasih nama anak kita siapa."
"Gibran, atau Ramadhan, atau Irham sebagai nama depannya."
"Kamu harus bangun untuk memilihnya."
__ADS_1
"Tapi untuk sementara akan kuberikan nama Rezki Akhmad."