
Mami dan Fida kini sampai dikamar ku.
"Tok tok tok Assalamu'alaikum" kata Mami, sambil membuka pintu kamarku.
"Gimana Mi" kata Fida, yang masih diluar, karena hanya Mami yang masuk duluan.
"Ehhh ternyata ada disini cucu Mami" kata Mami.
"Tuh didalam, yuk kak masuk."
"Loh kok Aya main sendiri, Omnya jahat ya ninggalin Aya main sendirian, malah Omnya bobo" kata Fida, Aya yang diajak ngobrol malah ketawa ceria.
"Duh cucu Mami seneng banget malam ini ya" kata Mami.
"Aya main sama Om tapi Omnya bobo, iya Om nya bobo, duh kasian ya cucu Mami ini."
"Yuk sama Mama yuk kita bobo dikamar sendiri yuk" kata Fida.
"Kasian Omnya dah bobo, jangan digangguin bobonya" sambil menjulurkan tangannya kearah Aya, tapi Aya malah memelukku yang pulas dalam tidurku.
"Loh cucu Mami gak mau tidur dikamarnya, mau tidur disini sama Omnya, iya" kata Mami.
"Anak Mama gak mau tidur sama Mama nih" kata Fida.
"Aya gak mau tidur dikasur Aya sendiri di box nih."
"Nanti kalau Aya ganggu Om tidur kasian loh Omnya."
"Sekarang Aya sama Mama aja yuk tidur dikamar kita sendiri."
Aya malah makin memelukku.
"Cucu Mami gak mau, mau tetap disini, mau bobo disini sama Omnya, iya" kata Mami.
"Gak mau bobo sama Mamanya."
"Kalau sama Mami mau gak, Aya bobo sama Mami sama Papi dikamar yuk."
__ADS_1
Aya tetap memelukku dan tangannya menggenggam bajuku dengan kuat, seolah tak mau tak ingin meninggalkanku.
"Duhhh gak mau juga, mau disini aja, iya, Aya maunya disini aja."
"Ayok Aya sama Mama aja bobo nya yuk" kata Fida, yang mencoba meraihnya dan malah Aya langsung nagis.
Akupun terbangun karena mendengar suara Aya menagis, dengan panik langsung teriak.
"Aya" kata Fariel.
"Mami sama nyai disini juga."
"Iya mau jemput Aya buat bobo dikamarnya, malah gak mau, eh malah nangis pas mau ku angkat" kata Fida.
"Cucu Mami kayaknya gak mau pindah dari kamu nak, sama Mamanya aja nangis, kayaknya kangen tuh sama kamu nak" kata Mami.
"Mungkin dikira Aya kamu Ayahnya kali, makanya gak mau pindah, bahkan kenceng bener megangin bajumu tuh."
"Duhhh Aya gak mau pindah iya, Aya mau sama Om disini iya, mau bobo disini sama Om" kata Fariel.
Aya langsung memelukku dan mengeratkan cengkraman tangannya di bajuku.
"Yuk kita bobo lagi yuk."
"Mama tidur sendiri nih malam ini nih, Aya gak mau nemenin Mama bobo nih" kata Fiida.
"Mama tinggal nih."
Aya yang seolah ngerti ucapan Mamanya malah ketawa.
"Duh malah ketawa cucu Mami ini" kata Mami.
"Kayaknya mending sama Omnya daripada sama Mamanya nih bobo nya malam ini."
"Beneran gak mau sama Mama malam ini bobo nya, mau sama Om bobo nya" kaya Fida.
"Tapi jangan rewel nanti ya bobo nya, jangan gangguin Om yang lagi bobo" Aya kembali tertawa.
__ADS_1
"Dah gak papa disini aja, mending nyai ambilkan susu buat Aya biar kalau malam haus bisa kubuatkan minum" kata Fariel.
"Iya bener kata nak Fariel, mending biarkan malam ini Aya tidur disini malam ini" kata Mami.
"Kamu ambil aja susunya bawa kesini, biar nanti kalau Aya bangun minta susu bisa nak Fariel buatkan, kan nak Fariel bisa buatin susu juga, kan dah pernah buatkan tuk Aya."
"Iya Mi, kalau gitu aku ambilkan dulu susunya" (kata Fida.
Aya yang ditinggalkan Mamanya malah ceria banget seolah senang karena Mamanya memperbolahkan Aya tidur disini.
"Duh cucu Mami kok malah seneng banget ditinggal Mamanya" kata Mami.
"Aya mau disini aja bobo nya sama Ayah Aya Iya."
"Mi jangan gitu napa Mi" kata Fariel.
"Kalau nanti manggil aku Ayah gimana."
"Ya gak papa ya kan Aya ya" kata Mami, Aya langsung ketawa.
"Tuh Aya aja seneng banget tuh, kayaknya setuju tuh manggil kamu Ayah."
"Yuk sekarang Aya bobo, dah malam ini" kata Fariel.
"Sini Om peluk biar hangat."
"Mi ambilkan bantal guling buat ngasih pembatas biar Aya gak jatuh dan aman."
"Iya, nanti Mami ambilkan ya" kata Mami.
"Yuk kita bobo" kata Fariel.
"Bismikallaahuma ahyaa wa bismika amuut"
"Ayok Aya bobo."
"Aya bobo ya sama ayahnya ya, Mami tinggal, dada Aya, selamat malam" kata Mami.
__ADS_1
"Pipisin Ayahmu Ya, biar kasurnya basah."
Aya kembali memejamkan matanya dan tidur dengan memelukku sangat erat.