
Dimalam hari setelah selesai makan malam bersama, sambil memangku Aya diruangan ini kami berkumpul semua sambil menikmati acara TV kami ngobrol masalah penting, terutama Mami yang mengatakan hal penting itu terhadap ku secara terus terang dan meminta persetujuanku untuk menyetujuinya permintaan nya.
"Nak Mami mau ngomong serius sama kamu" kata Mami.
"Ini selagi kumpul semua disini."
"Ada Ervi dan juga Fida disini."
"Kuharap kamu menerima permintaan Mami ini."
"Walaupun itu berat, tapi ini kulakukan untuk kebaikan semuanya."
"Emang Mami mau minta apa dariku" kata Fariel.
"Katakan saja, mungkin aku bisa mengabulkan permintaan Mami."
"Kayaknya serius banget" kata Ervi.
"Kenapa bawa namaku juga Mi" kata Fida.
"Karena ini memang ada sangkut pautnya sama kalian semua" kata Mami.
"Mami gak mau nanti ada yang terluka, jadi Mami mengatakan sekarang."
"Mami dah tau semuanya, apa isi surat itu, karena Mami juga mendapatkan surat yang sama sepertimu, yang diberikan oleh Almarhum Rendi."
"Tentang apa Mi" kata Ervi.
"Adek diam aja, dengarkan dengan baik aja" kata Papi.
"Biarkan Mami bicara sampai selesai dulu."
"Aku tau ini berat bagimu nak" kata Mami.
"Pasti kamu dah tau maksud dari kata-kata Mami yang bakal Mami sampai kan padamu."
"Tapi ini Mami lakukan demi semuanya."
"Mami minta bahagiakan mereka berdua."
"Nikahilah mereka berdua."
__ADS_1
"Maksudnya Mi" kata Ervi.
"Diam Adek" kata Papi.
"Tapi aku gak bisa" kata Fariel.
"Aku gak mau melakukan itu semua."
"Apa kamu gak lihat yang ada didepanmu, yang ada dipangkuanmu itu yang selalu lengket padamu" kata Mami.
"Aya butuh sosok Ayah yang sesungguhnya yang selalu ada buatnya."
"Dia sakit karena merindukanmu."
"Dan satu lagi, Mami juga gak tega jika kamu meninggalkan Ervi juga."
"Maka silahkan pilih keduanya."
"Mami yakin kamu bisa melakukannya."
"Mami gak ingin kehilangan semuanya."
"Mami gak mau jika nanti adek bakal marah karena kamu tinggalkan karena memilih Fida."
"Apanya yang gak bisa" kata Mami.
"Aku gak bisa melakukan hal terlarang" kata Fariel.
"Dalam ajaran tidak boleh melakukan pernikahan dengan saudaranya sendiri, yang masih sekandung."
"Itu gak bakal terjadi."
"Itu semua bisa dilakukan" kata Papi.
"Papi akan katakan yang sesungguhnya padamu."
"Ervi dan Fida mereka bukan kakak beradik yang sekandung atau sedarah."
"Maksudnya" kata Fariel.
"Mereka terlahir dari Ibu yang berbeda dan Ayah yang berbeda" kata Mami.
__ADS_1
"Ervi itu anak dari sahabat Mami sendiri yang Mami rawat dari kecil karena keduanya meninggal pada saat itu."
"Mami dan Papi sepakat untuk merawat Ervi menjadi anak kami."
"Jadi itu akan sah jika kamu menikahi keduanya" kata Papi.
"Kuharap kamu bisa menerimanya nak."
"Papi gak mau lihat Ervi kecewa lagi karena ditinggalkan olehmu. "
"Dan Papi hanya ingin mengabulkan permintaan nak REndi itu disana supaya tenang dalam tidurnya."
"Tapi aku gak bisa, aku gak bisa melakukan nya" kata Fariel.
"Menikah bukan permainan."
"Apalagi harus keduanya."
"Aku gak sanggup melakukan itu semua."
"Kamu pasti sanggup dan bisa" kata Papi.
"Kedua orang tuamu dah setuju dengan ini jika kamu menerima keduanya" kata Mami.
"Kamu pernah berjanji pada Mami akan mengabulkan permintaan Mami satu ini kan."
"Dan Mami meminta permintaan itu sekarang padamu buat menerima keduanya."
"Kamu juga berjanji untuk menikahi Ervi kan, sesusai permintaan Ervi yang bakal engkau kabulkan permintaannya."
"Dan permintaan Fida juga belum meminta sesuatu padamu, tapi Mami tau permintaan nya itu apa."
"Permintaan nya sama, Fida ingin kamu menjadi sosok Ayah yang beneran jadi Ayah buat Aya, dan menikahinya."
"Aku gak bisa" kata Fariel.
"Aku tak sanggup."
"Itu tak mudah bagiku."
"Ini sangat sulit bagiku melakukan semuanya keduanya."
__ADS_1
"Kenapa harus kulakukan semuanya."
"Kenapa harus mengabulkan permintaan itu, harus memilih keduanya."