
Beberapa bulan sudah, kini Ervi sedang mengandung dan akan melahirkan diminggu-minggu ini seperti yang dikatakan oleh Dokter.
Sudah beberapa hari juga aku enggak masuk kantor buat nemenin Ervi dirumah, takut nanti akan terjadi apa-apa padanya kalau aku tinggalkan, walaupun sebenarnya ada yang lain dirumah ini, tapi ini adalah kewajibanku, walau ada Fida yang selalu ada disampingnya juga.
"Sami berangkat aja ke kantor" kata Ervi.
"Sami dah beberapa hari enggak masuk loh."
"Pasti banyak kerjaan yang menumpuk, butuh tanda tangan Sami."
"Iya, Sami kekantor aja sana" kata Fida.
"Enggak usah khawatir ada aku disini."
"Ada yang lain juga, jadi engggak usah takut, nanti kalau ada apa-apa pasti kukabari langsung."
"Kerjaan itu nomer dua bagiku, nomor satu adalah kalian" kata Fariel.
"Aku bisa kerjakan dirumah sambil menjaga kalian."
"Enggak papa kok Mi, aku enggak papa" kata Ervi.
"Sami berangkat aja kekantor ya."
"Katanya mau jadi Ayah yang tanggung jawab buat nafkahi Istri, kalau Sami enggak kerja terus gimana mau kasih nafkah kekami."
"Iya Sami kekantor aja" kata Fida.
"Biar kusiapkan pakaiannya."
"Sami ada miting loh hari ini buat ketemu para pemilik saham."
"Kalau Sami enggak hadir, mereka akan kecewa dengan Sami."
"Kasian kalau hanya Papi yang disana nanti."
"Kan sekarang dah jadi tanggung jawab Sami, dah jadi milik Sami, jadi Sami harus hadir disana pagi ini."
__ADS_1
"Yuk buruan Mi, biar kusiapkan pakaiannya."
"Iya sana Mi, bener kata Mama tuh, Sami harus hadir disana" kata Ervi.
"Itu juga penting Mi, kantor juga penting dan butuh Sami."
"Sami tenang aja, pasti aku baik-baik aja kok."
"Sami enggak usah takut."
"Tapi" kata Fariel.
"Udah enggak papa, sana berangkat aja kekantor" kata Ervi.
"Sami harus percaya dong sama aku, katanya kita harus saling percaya, tapi kok Sami enggak percaya sama kita."
"Iya deh Sami berangkat, tapi janji ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi Sami, jangan bikin Sami khawatir karena kalian enggak hubungi Sami" kata Fariel.
"Iya, nanti kuhubungi setiap sejam sekali" kata Fida.
"Atau Sami mandi dulu, biar kusiapkan pakaiannya."
"Baiklah kalau gitu" kata Fariel.
"Aku akan mandi dulu aja."
"Ya dah kalau gitu biar kusiapkan pakaiannya dan Sami mandi dulu" kata Fida.
Aku langsung berjalan kekamarku dan mandi, karena sekarang memakai kamar dibawah, karena kasihan kalau harus bolak-balik kekamar atas lewat tangga atau lift.
Dikamar ini hanya persediaan buat Ervi, jadi hanya barang-barang kebutuhan Ervi, makanya aku naik buat mandi dikamarku yang biasa.
Setelah selesai dengan mandinya, aku langsung memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Fida untukku kenakan kekantor, sesuai pertemuan kali ini yang memakai pakaian Kerawang khas Aceh atau Gayo.
Setelah selesai langsung turun sambil membawa tas kerja dan pamitan ke Istri yang ada dikamar.
"Yakin nih Sami harus kekantor" kata Fariel.
__ADS_1
"Iya yakin dong Mi" kata Ervi, dengan duduk ber selonjoran.
"Ada yang lain dirumah ini kok."
Ada Pak Ari, Pak Dani, juga Pak Udin selalu standby didepan dengan mobilnya tuh."
"Jadi enggak usah takut kalau terjadi apa-apa padaku."
"Percaya padaku Mi."
"Percayakan sama aku juga Mi" kata Fida.
"Sami berangkat aja sana."
"Jangan buat yang lain menunggu."
"Baiklah, Sami percaya sama kalian kali ini" kata Fariel.
"Sami tinggal ya anak Ayah, jangan nakal ya didalam perut Bunda" yang membisikkan dari perut Ervi.
"Iya Ayah" kata Ervi, dengan suara anak kecil.
"Dah sana ah berangkat."
"Geli tau."
"Iya iya" kata Fariel, Langsung mencium kening mereka.
"Sami berangkat ya, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" kata Ervi, dan Fida.
Dan aku langsung berangkat kekantor.
Buat cerita barunya sudah bisa dinikmati.
"Keluargaku tercinta' jangan lupa mampir dan dibaca ya.
__ADS_1