Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Lebih baik


__ADS_3

Aku terbangun ketika mendengar suara Adzan subuh terdengar ditelingaku.


Kubuka mataku walau berat membukanya, tapi harus bangun karena alarm pagi bagi seorang muslim telah datang dan harus bangun untuk segera melaksanakan kewajibannya.


Kulihat dua wanita yang masih tertidur dalam lelapnya, lalu kucek kening Aya.


"Alhamdulillah sudah lebih baik gak sepanas malam ini" kata Fariel.


"Lekas sembuh ya."


"Jangan sakit lagi" lalu kucium keningnya.


"Lanjutkan tidurmu."


"Om mau kekamar buat Shalat Subuh, nanti kemari lagi."


Belum sempat aku pergi Aya mengangkat kedua tangan nya, tapi masih dalam keadaan mata tertutup, mungkin hanya ngulet saja.


"Jangan bangun ya" kata Fariel.


"Lanjut bobo lagi, Ayah hanya sebentar."


Lalu turun dari kasur.


Tapi belum sempat aku berjalan Aya memanggilku.


"Ayah" kata Aya.


"Ayah."


Langsung ku balikkan badan dan kulihat Aya yang ternyata kini membuka matanya.


"Aya bangun" kata Fariel.


"Kenapa bangun, haus mau mimi susu."


"Ayah buatkan ya."


"Ayah aaa aaaa" tangis Aya.


"Cep cep cep" kata Fariel.


"Iya Ayah disini."


"Jangan nangis ya, kasian Mama tuh masih bobo."


"Masih capek."


"Mau digendong sama Ayah."


"Yukk Ayah gendong yuk."


Langsung ku angkat Aya dan kugendong.


"Ayah" kata Aya.


"Iya ini Ayah disini" kata Fariel.


"Ambil jarit dulu ya, biar enak di gendongnya."


Langsung kuambil jarit lalu menggendong nya dengan jarit.

__ADS_1


"Bobo lagi ya, Ayah buatkan susu buat Aya" sambit menepuk-nepuk bokongnya.


Langsung kubuatkan susu dan kuberikan pada Aya.


"Nih mimi dulu susunya sambil bobo" kata Fariel.


"Ayah gak ninggalin Aya."


"Ayah akan ada disini terus buat Aya."


"Aya bobo ya di gendongan Ayah."


"Aya bangun ya Da" kat Fida.


"Iya, tapi ini dah merem lagi sambil minum susu" kata Fariel.


"Apa masih panas badannya" kata Fida.


"Dah mendingan kok" kata Fariel.


"Nanti pasti sembuh dan dah bisa main lagi."


"Apa dah Shalat Subuh" kata Fida.


"Belum, tadi keburu Aya bangun dulu" kata Fariel.


"Jadi gendong Aya aja dulu."


"Nanti kalau dah tidur lagi baru aku Shalat."


"Sekarang Nyai aja dulu Shalat Subuh, biar gantian nanti."


"Baik Da, kalau gitu aku Shalat duluan" kata Fiida.


Sambil menunggu Fida Shalat, aku menimang Aya agar terlelap dan bisa meletakkan lagi di tempat tidurnya, atau bisa digendong sama Fida selaku Mamanya, dan aku bisa melaksanakan kewajibanku dan juga bisa mandi pagi biar gak terlalu ngantuk.


Dan Fida pun selesai shalat nya.


"Sini sama Nyai Da" kata Fida.


"Biar uda Shalat Subuh dulu."


"Iya" kata Fariel.


"Aya jangan nakal jangan bangun dulu ya."


"Ayah hanya sebentar mau Shalat."


Baru mau kulepaskan jaritnya dan ku angkat Aya ke Mamanya, Aya malah.


"Ayah aaa aaa" tangis Aya.


"Aya sama Mama ya, biar Ayah Shalat dulu" kata Fida.


"Nanti kalau dah Shalat Aya sama Ayah lagi, sekarang sama Mama dulu ya."


"Ayahhh" kata Aya.


"Dah gak papa, biarkan saja" kata Fariel.


"Tapi kan Uda belum Shalat" kata Fida.

__ADS_1


"Kan masih bisa Shalat, walaupun sambil menggendong" kata Fariel.


"Asal Aya gak bernajis aja."


"Jadi sekarang ganti pokoknya aja dulu sapa tau pipis."


"Iya Da" kata Fida.


"Sekarang Aya turun dulu, ganti celananya ya" kata Fariel.


Yang langsung ku turunkan Aya kekasur.


"Ayah" kata Aya.


"Iya Ayah disini" kata Fariel.


"Aya ganti bajunya dulu ya."


"Cepetan diganti, jangan kelamaan kasian Aya nya dingin."


"Iya" kata Fida, yang melepaskan celananya.


"Apa ngompol" kata Fariel.


"Gak kok, masih kering" kata Fida.


"Ya dah pakaikan lagi aja" kata Fariel.


"Iya Da" kata Fida, langsung memakaikan lagi popoknya dan mengganti celananya dan bajunya saja.


"Yuk sama Ayah lagi yuk" kata Fariel.


Langsung ku angkat dan kugendong dalam jarit.


"Dah bobo lagi aja ya."


"Ayah mau wudhu, mau Shalat."


Langsung masuk kamar mandi dikamar nya Fida buat mengambil wudhu buat shalat.


Setelah wudhu aku langsung keluar buat Shalat dikamar ini saja.


"Apa gak papa Da, shalat sambil gendong" kata Fida.


"Udah gak papa" kata Fariel.


"Aman kok, hukumnya hanya mubah tapi boleh dilakukan asal yang digendong gak najis dan dia suci."


"Jadi Nyai tenang aja."


"Kalau Nyai masih mau tidur lagi, tidurlah, masih lelah kayaknya Nyai."


"Gak bakal bisa tidur kalau Aya masih seperti itu" kata Fida.


"Lebih baik Nyai buat minum biar gak ngantuk lagi."


"Apa Uda mau ku buatkan juga, kopi seperti biasa."


"Iya boleh" kata Fariel.


"Kalau gitu Nyai kebawah dulu buat minum" kata Fida.

__ADS_1


"Iya silakan" kata Fariel.


Langsung kukenakan sarung dan kugelar sajadah lalu Shalat Subuh sambil menggendong Aya yang tak mau lepas dariku.


__ADS_2