Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Ide jahil


__ADS_3

Sampai di samping meja katsir, aku melihat mereka yang sedang asik melayani para pembeli yang akan membayar barang belanjanya. Sampai salah satu karyawan bertanya padaku.


"Maaf Mas belanjaanya mana, ya. Atau butuh bantuan untuk belanja, biar nanti saya atau yang lain akan membantunya. Karena Mas mungkin malu udah pakai pakaian rapi dan ganteng gini belanja sendirian" ucapnya.


"Aduhhhh" ucap disebelahnya sambil menepuk keningnya sendiri kalau dia belum dikasih tau kalau punya bos baru, dan dia yang berdiri didepannya ini.


"Kok malah senyum sih mas, apa ada yang salah dengan saya. Jika gak belanja lebih baik mas keluar aja, daripada ganggu kami yang lagi kerja. Nanti bisa kena omel sama atasan kami, jadi maaf ya Mas atau Bang atau Pak" i.


"Kamu kenapa sih narik-narik bajuku" i.


Dan aku malah makin tersenyum karena dia gak tau dengan status aku disini.


"Dia itu" ucap Disebelahnya.


Aku memberi sarat padanya agar jangan diberitahukan, dengan mengelengkan kepala


"Dia apa-apaan sih, belanja aja enggak, yang ada cuman berdiri didepan kita sambil senyum-senyum sendiri dari tadi" i, ucapnya pada disebelahnya.


"Kalau mau ngajak kenalan dan mau minta nomer HP nanti tunggu kita selesai kerja ya, kami mau fokus dengan kerjaan kami" lanjutnya i.


Sedangkan tiga orang disebelahnya hanya geleng-geleng kepala.


"Udah ngomongnya" tanyaku Fariel.


"Sebelum mas keluar saya belum berhenti ngomongnya, jadi Mas ini mau apa sih" i.

__ADS_1


"Kalau saya maunya kamu nemenin saya makan gimana" pancing ku.


"Maaf ya mas. Tadi saya sudah bilang, saya sedang kerja, kami sedang sibuk. Kalau mau nanti malam setelah selasai kerja, dan saya juga gak kenal situ Siapa, dan aku juga sudah makan sebelum berangkat kerja" i.


"Bagus" sambil memberikan dua jempol ku padanya.


"Ih kenapa lagi sih tarik-tarik bajuku" i.


"Ini orang aneh banget tau gak" i.


Akhirnya yang disebelahnya berbisik.


"Dia itu yang punya ini, baru tadi siang dia dikenalkan pada yang lain, hanya yang dapet shift pertama yang tau" c, bisiknya pada i.


"Kamu saya kodein juga nyerocos mulu kaya emak-emak lagi demo" c.


"Kode apaan" i.


"Kan daritadi saya tarik-tarik bajumu, emang gak paham" c.


"Ya mana tau kalau itu kode, kenapa gak langsung bilang aja, dan kenapa yang lain gak ngasih tau ke aku sih" i.


"Kenapa mukanya merah gitu, jangan nunduk, dibawah gak ada duit yang jatuh" kata Fariel, ledekku dengan senyuman.


"Maaf Pak, saya kira hanya mau ganggu kami kerja" ucapnya pelan.

__ADS_1


"Saya siap dapat hukuman apa aja, saya siap menjalaninya" i.


"Yakin apa saja" kata Fariel.


"Yakin siap" i.


Langsung keluarin ide jahilnya, biar ada hiburan gak suntuk dan pikirannya pun siapa tau bisa fresh kembali.


"Kebetulan saya disuruh nikah munggu depan, dan calonnya belum ada, jadi kamulah yang akan jadi calon ku, daripada saya nyari gak dapat lebih baik kamu aja yang nikah sama aku senin depan, gimana" kata Fariel, mencoba mengerjai karyawannya.


"Haaahhhhhh" i, sambil mendongak dan menggaruk alisnya.



"Gimana, hanya itu hukumannya yang ada, dan gak ada pilihan lain" kata Fariel.


"Tapi Pak" i.


"Jangan panggil aku Pak, kita belum nikah, panggil sayang aja kalau mau" kata Fariel, sambil tersenyum menang.


"Saya gak mau nikah, kita belum kenal lebih dekat, belum tau tentang keluarga ku dan keluargamu, dan sifat masing-masing, dan juga cinta. Apalagi saya juga masih 19 tahun jadi itu terlalu muda bagiku, dan saya juga gak bisa masak, dan saya ingin menikmati masa muda, jadi maaf saya menolak ajakan Mas" i.


"Kalau saya bilang harus gimana. Pilihannya hanya ada berhenti kerja apa kita nikah, saya kasih waktu 15 detik dari sekarang untuk menjawab" kata Fariel.


"Aduddududuhhh" bingung sambil menggaruk alis matanya yang gak gatal.

__ADS_1


__ADS_2