Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Masalahku


__ADS_3

Dimeja makan saat sarapan pagi.


"Muka mun kenapa pucet nak" kata Mami.


"Begadang mi, tadi aja masih tidur waktu aku kekamarnya untuk mengantarkan hpnya" kata Fida.


"Verarti kamu gak Shalat Subuh nak" kata Mama.


"Shalat Ma, hanya abis itu tidur lagi, tapi tuh nyai ronggeng gangguin aja" kata Fariel.


"Hihihi, nyai ronggeng" kata Ervi.


"Diem lo dek, gua tabok pake garpu nanti" kata Fida


"Tadi siapa yang pagi-pagi hubungin uda"


Aku tarik nafas, hembuskan lalu.


"Tadi temen nyariin Astria yang kabur dari rumah sudah dua hari, mereka mengira aku yang bawa kabur dan menyembunyikan nya" kata Fariel.


"Tapi kamu gak ada nyembunyiin keberadaannya, awas kalau iya, bakal Mama pecat jadi anak Mama" kata Mama.


"Aku gak ada nyembunyiin Astria Ma, bahkan tau dia dimana berada aja aku gak tau, aku dah gak pernah ketemu lagi sejak keluar dari rumahnya" kata Fariel.


"Apa gak ada hubungin kamu nak" kata Bapak.


"Gak ada Pak, hpnya katanya disita, bahkan sempat dikurung juga" kata Fariel.


"Dia kabur hanya bawa apa yang dia kenakan saja kata temennya barusan."


"Pasti orang tuanya bakal nyari uda, karena uda adalah orang yang Astria sukai dan ingin bersama, jadi nyai pikir dia kabur pasti ingin menemui uda dan ngajak kabur uda" kata Fida.

__ADS_1


"Mami setuju pendapat kakak, pasti dia kabur untuk mengajak kamu kabur juga" kata Mami.


"Awas aja kalau berani kabur bawa anak orang, ingat berkah anak tergantung pada orang tua, jangan macem-macem" kata Mama.


"Iya Ma, aku gak akan melakukan hal bodoh" kata Fariel.


"Ya dah nanti kami bantu cari informasi tentangnya, biar masalah ini cepet selesai gak bawa-bawa kamu jadi biang masalah kaburnya Tia" kata Mami.


"Makasih Mi" kata Fariel.


"Tapi kalau bisa ini masalah aku aja yang urus Mi, aku gak ingin membawa kalian ke masalahku ini."


"Nanti juga aku harus kekantor polisi untuk menemui orangtuanya yang melaporkan aku."


"Ohh dah berani tuh orang pake laporin anak Mami ya, awas aja bakal Mami turun tangan" kata Mami.


"Mami ikut kamu kekantor polisi, kapan berangkat."


"Mama juga ikut" kata Mama.


"Bapak juga ikut" kata Bapak.


"Papi ikut juga dong" kata Papi.


"Byai juga ya" kata Fida.


"Yah, berarti Ervii yang gak ikut pergi dong karena kuliah" kata Ervi.


"Ervi bolos lah kali ini, bolehkan Mi, Pi."


"Gak boleh" ucap Papi, Mami, fida secara bersama.

__ADS_1


Ervi langsung memajukan bibirnya.


"Kamu kan harus rajin kuliah biar gak ketinggalan pelajaran nya, katanya mau jadi anak Mama, harus buktikan kalau kamu bisa jadi lulusan dengan nilai bagus" kata Mama.


"Tuh dengerin Mama" kata Fida.


"Kali ini aja ya Ma, plissss" kata Ervi.


"ya udah boleh, lain kali tidak" kata Mama.


"Nakasih mamaku yang baik, jadi gak sabar pengen jadi Mamaku yang sesungguhnya" kata Ervi.


"Jadi kekantor polisi jam berapa nak" kata Mami.


"Sekitar jam sepuluhan Mi" kata Fariel.


"Oke, kalau gitu nanti kami berangkat bareng, kamu duluan aja, biar Mami mau lihat seperti apa mereka melakukan terhadapmu" kata Mami.


"Iya Mi, makasih, nanti aku bakal berangkat sendirian kesana lima belas menit sebelumnya" kata Fariel.


"Oke jadi sekarang masalah ini sudah kita bahas bersama, kamu gak usah masuk kantor, nanti biar Papi suruh telpon sekertaris untuk mengantarkan berkas pekerjaan kantor kerumah, termasuk punyamu juga, kamu istirahat aja dulu sebentar sama minum fitamin aja dulu, biar gak terlalu pucet gitu" kata Mami.


"Iya Ni, nanti ki minum fitamin nya" kata Fariel.


"Nanti biar Mami kasih fitaminnya untuk mu" kata Mami.


"Sekarang kamu kekamar atau mau kedepan nonton sambil merebahkan badanmu dulu, biar Mami ambil obatnya" kata Mami.


"Iya Mi makasih, kalau gitu aku kedepan dulu permisi Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" ucap semuanya.

__ADS_1


Akupun langsung meninggalkan mereka yang masih asik menikmati hidangan dimeja makan sambil ngobrol.


__ADS_2