
"Mau kemana, disuruh duduk malah kelayaban" kata Mami.
"Cuman lihat-lihat aja kok Mi, sambil mau beli cemilan, hehehe lapar" kata Fariel.
"Jangan godain cewek mulu, bukannya dah ada Tania disana yang katanya tadi kaya bidadari" kata Mami.
"Hah" kata Fariel.
"Mami dengar, emang CCTV ini gak bisa merekam suara juga, emang nak Fariel pikir hanya untuk merekam video aja apa, makanya cari tau dulu dimana Mami meletakkan beberapa alat suara untuk merekam juga" kata Mami.
"Pantesan Mami tau semuanya, rupanya ada suaranya juga" kata Fariel, ucap dalam hati.
"Dah sana kalau mau beli cemilan, Mami akan mengawasi terus kemana kamu pergi" kata Mami.
"Kunci motor mu mana sini."
"Buat apaan Mi" kata Fariel.
"Biar kamu gak kabur, mana sini cepet" kata Mami.
"Iya Mi, nih" kata Fariel.
"Jangan godain pegawai Mami, ingat kamu dah punya Mami, jadi harus nurut sama Mami juga, Mami dah ada yang bakal Mami jodohin sama kamu, Mama dan Bapak juga dah sepakat setuju, jangan macem-macem" kata Mami.
"Tapi Mi" kata Fariel.
"Kamu dah janji sama Mami, dan yang lain juga, siap nikah sama siapapun yang kami mau, ingat janji adalah utang" kata Mami.
"Mami akan minta pada waktunya nanti, jadi sekarang kamu puasin aja kalau mau godain yang lain."
"Tania kayakanya oke juga tuh buat jadi mantu Mami" bisiknya.
"Mami apaan sih, aku kan hanya becanda padanya" kata Fariel.
"Awalnya becanda lama-lama juga beneran jadi sayang" kata Mami.
"Dah ya Mami tinggal, Mami juga mau keliling."
Akupun langsung berjalan keliling-keliling melihat-lihat saja.
"Eh ada bang tampan disini" kata Putri.
"Kumat lagi deh setresnya, kalau ada bos pasti carper" kata g.
"Apaan sih, biarain aja, sapa tau mau kan sama Putri salju" kata Putri.
"Iya Putri kodok yang ada, Putri salju mana ada tangannya berambut" kata g.
"blBiarin, yang penting kan tangannya halus putih, rambutnya juga gak keliatan nih" kata Putri.
"Bang tumben nongol lagi, kangen ya sama Putri" kata Putri.
"Hemmm, gimana ya, mungkin juga iya" kata Fariel.
"Tuh dengarin" kata Putri.
"Abang kok makin ganteng aja sekarang, macam oppa korea, apalagi rambutnya diwarnain gitu terus pake anting kaya gitu, makin tambah ganteng, Putri jadi makin jatuh cinta deh."
"Maaf Bang, lagi gini" kata g, yang meletakkan jari telunjuk nya dikening.
__ADS_1
Aku hanya ketawa saja.
"Aku gak gila ya, hanya tergila-gila saja sama Abang tampan yang didepan ini" kata Putri.
"Gak bakal bisa tidur deh nanti malam, kalau lihat pangeran didepan mata kaya gini."
"Bang diem disitu sebentar ya."
Lalu langsung cekrek cekrek sampai beberapa kali.
"Dasar, gak minta izin malah lansung main foto aja" kata g.
"Bodo amat, mau aku posting ahh, sapa tau banyak yang komen kan" kata Putri.
"Boleh ya bang ya."
"Terserah kamu aja, aku mau lanjut keliling lagi, ingat jangat yang aneh-aneh" kata Fariel.
"Lanjutkan kerjanya, jangan main HP mulu, entar aku sita hpnya."
"klKalau mau nih ambil aja, tapi sebagai imbalannya, hati kamu dan kamunya buat gantinya" kata Putri.
"Aduhhh, dah makin mereng nih otaknya" kata g.
"Iya aku tuh gila, gila karena ada yang ganteng dengan senyumnya yang bikin aku susah melupakannya" kata Putri.
"Dah ganteng, tinggi, putih, cocok banget kalau jadi suamiku, buat memperbaiki keturunan, kan anaknya pasti bakalan ganteng kaya Bapaknya, dan cantik kaya aku."
"Iya kan Bang."
"Iya, cocok, kulitnya bakal putih kaya tembok atau kaya ubi kayu" kata Fariel.
"Ngaconya jangan ketinggian, ntar jatuh nya nyungsep" kata g.
"Kalau mau nikah harus ada calon nya" kata Fariel.
"Nah ini yang didepan aku kan calon nya dari Bapak anak-anak aku" kata Putri.
"Bapak kamu petani ya."
"Iya, Bapak ku petani, Mamaku juga petani, kenapa emang" kata Fariel.
"Karena engkau telah menanam cinta di hatiku" kata Putri.
"Duh makin kumat aja" kata g.
"Bapak kamu tukang cabe ya" kata Fariel.
"Kok tau" kata Putri, dengan semangat dan senyum.
"Noh cabenya nempel merah" kata Fariel.
"Hahahahaha" ketawa g.
"Gak papa, gak di gombalin yang penting disayang-sayang" kata Putri.
"Ini namanya bukan cabe Bang, tapi ini tuh lip care, jadi bukan cabe."
"Ohhh, abis omonganmu pedas sih sampe kehati" kata Fariel.
__ADS_1
"Aaahhhhhh" kata Putri.
"Dia bukan gombal dodol" kata g.
"Dah ya, lanjutk kerja aja, saya tinggal" kata Fariel.
"Iya Bang, dada Babang tampan ku" kata Putri, sambil membentuk bentuk love dengan dua tangan di depan hatinya.
Aku hanya tersenyum saja sambil jalan-jalan lagi, lalu mengambil beberapa cemilan dan berjalan lagi menuju kasir buat duduk-duduk lagi.
"Maaf lama" kata Fariel.
"Mau lama mau bentar egp, situ kan bosnya" kata Tania.
"Kalau kelamaan ntar kangen, lalu nuduh yang aneh-aneh, kan bahaya" kata Fariel.
"Nih ada cemilan kalian makan aja, tenang aku yang bayar, gak usah takut, apa mau yang lain, minum mungkin."
"Gak usah makasih, kasihkan aja sama yang lain aja" kata Tania.
"Nih dihitung berapa, biar nanti dibayar" kata Fariel.
"Kalian kalau mau boleh ambil dan makan aja, aku mau duduk sambil menikmati minuman yang dibuatkan khusus oleh orang yang spesial untuk orang yang spesial" kata Fariel.
Lalu aku menyeruput sedikit minumnya.
"Emmm enaknya, emang buatan bidadari rasanya beda ya, sangat enak, dah cocok kalau jadi Ibu buat anak-anak ku kayaknya."
Sedangkan Tania hanya menatap dengan jengah.
"Kalau kalian haus buat minum, sekalian buat minum untuknya ya" kata Fariel.
"Iya Bang makasih, kami dah ada minum nih air putih yang selalu tersedia disini saat haus" kata c.
"Ooh, ya sapa tau mau buat kopi atau susu mungkin atau teh" kata Fariel.
"Mari ngeteh mari bicara, ya gak bidadari bumi."
"Bang kayaknya lagi sariawan tuh makanya diem aja, biasnya mah cerewet, sekarang jadi diem, apa karena kangennya sudah terobati ya, biasanya kalau malam suka senyum-senyum sendiri, bikin merinding" kata d.
"Iyalah senyum-senyum sendiri, kan lagi mikirin aku, ya gak" kata Fariel.
"Kalau kangen telpon aja, kan sudah ada dihp kamu, gak usah malu, kalau ditahan bisa bahaya."
"Bener tuh apa yang dibilang, daripada cuma bayangin mending sekarang aja, ya gak Bang" kata a.
"Kalian apaan sih" kata Tania.
"Gak usah muna, nanti sampe kos nyesel lagi kaya yang udah-udah" kata d.
"Iya, nanti melamun lagi sambil senyum-senyum" kata a.
"Udah-udah, kerja-kerja, noh ada yang datang" kata c.
"Kalian lanjut kerja, aku mau istirahat sejenak melepas lelah" kata Fariel.
"Sapa tau bisa mimpi nikah sama bidadari hari ini."
Akupun langsung meletakkan kedua lenganku dimeja lalu meletakkan kepalanya diatas lengan.
__ADS_1