Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Masih sama


__ADS_3

Dokter langsung memeriksa setelah Ervi dan Fida memanggilnya untuk memeriksanya karena melihat jari-jari tangannya bergerak gerak.


"Gimana Dok" kata Mama.


"Hanya sedikit saja ada kemajuan, mungkin dengan terus menerus mengajaknya ngobrol akan membuatnya terbangun dari tidur panjangnya" kata Dokter.


"Teruslah ajak dia bicara, atau ceritakan sesuatu yang dia suka, itu akan membangkitkan semangatnya lagi."


"Kalau gitu saya permisi."


"Baik Dok, makasih" kata Mami.


Dokter pun langsung keluar dari kamar lagi setelah memeriksanya bersama Papi dan Bapak juga, yang berarti dikamar hanya menyisakan empat perempuan yaitu Mama, Mami, Fida, dan Ervi.


"Nak apa kamu gak ingin bangun melihat Mama lagi dan yang lainnya" kata Mama.


"Kalau kamu bangun mlMama akan turuti semua kemauan mu, apapun itu" ucapnya lirih.


"Mama gak mau kehilangan kamu."


"Kamu anak Mama satu-satunya."


"Penyemangat kami semua."


"Mama ingin melihat mu bahagia."


"Bukalah matamu nak, Mama kangen sama kamu."


"Nak bangun" kata Mami.


"Kasian Mama kamu yang sedih melihatmu seperti ini."


"Ayok nak bangun, anak ganteng harus kuat."


"Harus segera bangun, buat kami bahagia lagi."


"Mami kangen sama kamu yang bisa menenangkan Fida dan Ervi kalau mereka lagi berantem."


"Mami juga rindu sama kamu yang selalu jemput Mami saat dibutik dan membantu mendesain baju dan gaun pesta juga pengantin."


"Iya mas, mas harus bangun" kata Ervi.


"Adek bosen berangkat kuliah diantar Pak Udin mulu sama dijemput."


"Mas bangun."


"Ade mau mas yang ngantarin Ervi berangkat kuliah dan dijeput saat pulang kuliah juga."


"Mas kan janji bakal ngantarin adek kuliah sama jemput juga."


"Jadi mas harus bangun sekarang."


"Uda dah janji saat nyai bakal menuruti permintaan nyai terakhir kan" kata Fiida.


"Jadi uda harus bangun dulu, baru nyai katakan permintaan nyai."


"Sekarang nyai minta uda bangun."


"Nyai dah belajar masak masakan kesukaan uda loh."


"Uda harus bangun buat nyobain."


"Nyai dah bawa nih makannya kesini buat uda."


"Ada serundeng kelapa sama peyek kesukaan uda."


"Uda harus bangun cobain buatan nyai rasanya gimana."


"Bahkan ada satu lagi ini buatan aku juga tadi pagi yang khusus buat uda."


"Sayur bening atau tegean yang sering uda bilang."


"Ini sesuai kesukaan uda yang pake dau katu, bayam dan jagung manis."

__ADS_1


"Ini pasti akan seger banget da."


"Uda bangun ya, biar kita cobain dan makan makanan ini sampai habis."


"Kalau kurang nanti bakal nyai buatkan juga lagi."


"Iya mas harus bangun cicipi makanannya" kata Ervi.


"Kasian loh kaka dah capek-capek buatkan makanan buat mas tapi mas gak bangun-bangun."


"Adek juga sudah belajar masak sesuai keinginan mas."


"Kata mas cewek itu harus pandai masak, biar suaminya nanti betah makan dirumah gak suka jajan makanan diluar, karena masakannya kurang enak."


"Nas harus bangun biar nanti ade buatkan sesuatu yang spesial buat mas makan."


"Ayok mas bangun."


"Lihat tuh nak banyak banget, kamu segera bangun" kata Mami.


"Bangun yuk, biar kamu nanti cobain deh masakan mereka, mana yang enak."


"Mami juga mau ikutan nanti lomba masak."


"Kamu harus bangun dan cicipi masakan kami."


"Kamulah yang akan menjadi jurinya nanti."


"Jadi sekarang kamu harus bangun sekarang."


"Ayok nak bangun" kata Mama.


"Mereka semua butuh kamu."


"Mama juga ingin masak buat kamu lagi."


"Mama sudah lama gak buatin kamu masakan kesukaan kamu."


"Ayok bangun nak."


"Karena banyak yang mengira Mama ini bukan Mama kamu tapi mungkin pacar kamu, karena Mama dulu masih muda dan badan kamu juga sudah besar."


"Apalagi kamu minta Mama buat pegangannya meluk kamu, pasti banyak yang melihat kita seperti orang pacaran, karena kita pake helm dan kacamata hitam kaya anak muda gitu."


"Ayok bangun, Mama ingin sekali naik motor kamu lagi, dibonceng keliling kota ini ataupun kemana aja asal kamu bangun."


"Ayok bangun nak, badanmu sudah mulai kurus dan mengecil lengannya."


"Katanya ingin punya badan kaya artis luar itu, kesukaan kamu yang suka jadi robot di filmnya."


"Ayok bangun dan olahraga lagi biar bisa menyaingi dan punya badan kaya artis favorit kamu itu si Arnol Arnol itu" 'Arnold Schwarzenegger' yang dimaksud.


"Iya nak kamu harus bangun" kata Mami.


"Masa badan Arnol kurus, jadi kamu harus bangun."


"Biar nanti bisa olahraga biar punya badan bagus lagi, bahkan mungkin bisa melebihi itu."


"Banti Mami panggilin sesorang biar bisa ngajarin kamu olahraga dengan baik biar bisa punya badan kaya itu."


"Ayok mas bangun" kata Ervi.


"Ade juga mau dibonceng lagi naik motor mas."


"Ade dah lama gak naik motor dibonceng mas lagi."


"Ade kan mau dibonceng lagi sama mas, biar bisa meluk mas dari belakang lagi."


"Ayok mas bangun."


"Iya uda bangun" kata Fida.


"Uda gak kasian sama nyai."

__ADS_1


"Byai juga mau dong diajak naik motor uda."


"Dibawa uda jalan-jalan naik motor."


"Masa hanya Ervi yang sudah, nyai kapan diajak naik motor uda dibonceng uda nya."


"Uda harus bangun."


"Biar nyai bisa ngerasain naik motor uda dan pegangan pada tubuh uda."


"Ayok da bangun."


"Dengarin tuh nak" kata Mami.


"Banyak banget yang ingin minta kamu buat dibonceng sama kamu naik motor kamu."


"Mami juga mau kalau kamu nawarin naik motor dibonceng kamu, biar keliatan muda lagi dan sapa tau buat Papi bisa cemburu."


"Mami juga punya kacamata hitam sama helm batok, jadi nanti kalau kamu bangun dan ngajak Mami buat naik motor Mami dah punya helm sendiri."


"Apa kamu mendengarkan mereka nak" kata Mama.


"Mereka juga ingin kamu segera bangun."


"Ingin diajak sama kamu jalan-jalan naik motor."


"Ayok bangun, biar nanti kita bisa jalan-jalan bersama naik motor bergantian dibonceng."


"Auuuu" kata Fida.


"Kenapa nak" kata Mama dan Mami, ucap bersamaan.


"Perutku mules" kata Fida.


"Tapi inikan belum ada sembilan bulan, baru tujuh, apa mungkin" kata Mami.


"Gak tau Mi, tapi ini sakit Mi" kata Fida.


"Panggil atau telpon dokter, sekarang kamu rebahkan dulu badannya disini disebelah Nak Fariel dulu sebentar" kata Mama.


Mami langsung menelpon Dokter kandungan.


"Uda bangun, perut nyai sakit" kata Fida, sambil merintih menahan sakit tangan kiri memegangi perutnya dan yang kanan meremas tanganku.


"Bantu nyai menahan rasa sakit ini."


"Uda bangun uda, nyai gak kuat."


"Ini beneran sangat sakit uda."


"Sakit uda sakit."


Sehingga membuat?.


Tunggu di episode atau bab selanjutnya ya.


Penasaran kan.?


Aku juga.


Tunggu yang sabar yaaaa!.


Kelanjutan ceritanya.


Do'akan saja supaya saya sehat bisa update terus untuk cerita selanjutnya.


Dan bisa pulang kerumah dengan selamat setelah hampir tiga bulanan dari desa ke desa untuk tugas saya membantu para warga vaksin.


Sekarang saya dan rekan-rekan akan pulang.


Do'akan kami selamat sampai tujuan dan rumah masing-masing ya.


Terimakasih.

__ADS_1


Assalamu'alaikum para pembaca.


__ADS_2