
Dalam kamar.
"Hallo Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam Cami" kata Tia.
"Ada apa, kangen ya" kata Fariel.
"Iya dong, gak ketemu sehari serasa seminggu tau" kata Tia.
"Ah masa. Kalau sehari ya sehari aja, jangan jadi minggu" kata Fariel.
"Iiihhh ngeselin" kata Tia.
"Ngeselin apa ngangenin nih" kata Fariel.
"Dua-duanya, Yank jemput aku dong, pengen ngobrol" kata Tia.
"Tapi ngobrolnya disitu aja ya, dah sore kalau untuk jalan-jalan, kan ada yang jualan juga disitu" kata Fariel.
"Iya, jangan lama ya, kutungguin didepan gerbang" kata Tia.
"Oke, Wassalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" kata Tia.
Langsung ku matikan telepon ku dan bergegegas keluar.
"Saya duluan ya, kalau lapar makan" kata Fariel, godaku pada Tania.
__ADS_1
Sedangkan Tania hanya cuek tanpa ekspresi.
"Semuanya saya duluan. Jangan lupa ingatkan dia untuk makan. Yang semangat" kata Fariel.
Dan akupun langsung keluar menuju motor yang terparkir disana.
"Cie-cie ada yang diperhatikan sama si bos ganteng nih" h.
"Apaan sih" kata Tania.
"Iya. Aku jadi iri lho, apa lagi sampai diajak kepenghulu senin depan" f.
"Bakal siapin kado nih kita" h.
"Harus dong, tapi nanti kalau sudah jadi bos jangan galak-galak ya sama kita" f.
"Ya elo lah. Kan tadi sibos yang bilang ke kita, kalau hari senin akan nikah" h.
"Awas aja kalau ketemu tuh orang nyebelin, beneran ku pites-pites" kata Tania ucap dalam hati.
"Udah-udah, biarkan dia bahagia" c, mencoba menerai mereka, karena dia tau kalau temennya lagi sedang di kerjai si bos.
"Bener katamu" f.
"Dah sana kamu masak nasi" c, tunjuk pada Tania
Tania langsung menuju ruang makan untuk memasak nasi. Karena untuk lauk makannya itu selalu catering sehari dua kali. Catering untuk makan siang yang bekerja shift pertama, dan catering kedua untuk makan malam, untuk shift kedua. Semua itu urusannya langsung pada pemilik minimarket yang setiap bulannya membayar catering untuk para pegawainya.
__ADS_1
Dan makan mereka juga harus bergantian, biar tetap ada yang jaga, karena yang dijual bukan hanya tentang produk makanan, tapi ada baju celana biasa dan olahraga, sepatu cewek dan cowok, parfum, handphone dan asesoris seperti kalung, jam tangan, gelang, topi bahkan permainan anak-anak.
Didalam perjalanan banyak banget orang yang mem perhatian ku dan bahkan ada yang mevidiokan ku, karena heran dengan motor yang kubawa, apa lagi dengan suara kenalpot nya yang seperti suara motor balap atau gp.
Dan kini sampailah di depan gerbang, dan banyak banget yang melihat kearahku. Apalagi dengan pakaian yang aku kenakan dan motor yang ku naiki yang masih memakai helm membuat orang bertanya-tanya, bahkan bidadari ku saja sampai tak mengenaliku.
Langsung kubuka helmku, membuat orang kaget juga dengan bidadari ku yang tak percaya kalau ruapanya Caminya sudah di depannya sedari tadi.
Banyak banget langsung omongan yang keluar dari mereka.
"Wah bukannya itu cowoknya kak Tia ya" v.
"Kayaknya sih iya" w.
"Keren banget, setelannya cool pisan ditambah dengan motornya, jadi pengen dibonceng" z.
"Tapi udah ada yang punya" y.
"Emang kalau belum, mau kalian rebut ya" kata Indah, yang mendengar ucapan mereka.
"Selama belum dikatakan sah oleh saksi dan penghulu berarti masih milik kita bersama, dan kita masih bisa memilikinya" y.
"Iya bener " v ,w dan z.
"Dah setres nih pada satu kos-kosan disini, gara-gara lihat cogan bawa moge" kata Nia.
"Yuk ahh, katanya mau makan, sapa tau dapat gratisan" kata Nia.
"Hayuk, capcus" kata Indah, dengan semangat.
__ADS_1
Dan mereka langsung berjalan menuju arahku.