
Setelah lama memandangi berkas dan mencocokkan nya, lalu aku keluar menunuju ruangan Papi berada.
"Assalamu'alaikum, Pi aku mau izin untuk" kata Fariel.
"Iya udah sana pulang, kasian kakakmu" kata Papi, potongnya.
"Beneran Pi boleh" kata Fariel.
"Iya boleh, kamu juga butuh merilekskan pikiranmu, udah sana" kata Papi.
"Makasih Pi, nanti aku kerjain dirumah kerjaan yang belum aku selesai kan hari ini" kata Fariel.
"Iya, nanti Papi kasih kamu tugas satu lagi buat dirumah, Papi juga mau pulang bentar lagi, kamu duluan aja sana" kata Papi.
"Baik Pi, Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" kata Papi.
Aku langsung keluar dari ruangan dan masuk lagi keruangan ku untuk mengambil beberapa pekerjaan yang harus aku selesai kan dirumah.
Setelah semuanya sudah beres merapikan meja dan memasukkan beberapa berkas kedalam tas langsung aku cabut untuk pulang kerumah.
Sampai dirumah, baru masuk langsung menerima telpon.
"Hallo Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" kata Ervi.
"Mas jemput adek sekarang di tempat kuliah."
"Iya, nih mas langsung kesan sekarang juga, tadi bilang nya mau pulang sama temen karena mau mampir dulu" kata Fariel.
"Cepet mas, aku dah di gerbang ini, jangan lama" kata Ervi, langsung mematikan telponnya.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
Lalu meletakkan tasku disofa lalu keluar rumah lagi.
"Adek mau kemana lagi, apa gak jadi" kata Fida, dengan muka cemberut nya.
__ADS_1
"ajadi kak, bentar jemput adek dulu, minta dijemput barusan nelpon, kasian dah nunggu, kakak mandi, dandan aja dulu, bentar kok" kata Fariel.
"Jangan cemberut gitu kak, adek gak bisa lihatnya, senyum."
"Assalamu'alaikum."
Lalu senyum sedikit.
"waalaikumsalam" kata Fida.
"Gitu kan jadi cantik" kata Fariel.
Lau aku langsung keluar dan kembali masuk kedalam mobil lalu berangkat untuk menjemputnya.
Sampai ditempat langsung keluar dari mobil.
"Maaf kalau lama" kata Fariel.
"Ayok masuk"
"Iya, kenalin dong, masa punya cogan gak mau dikenalin sama kita, ya gak Nad" kata Diana.
"Iya, katanya best friend" kata Nadia.
"Jangan bilang ini yang kamu sering ceritain kekita itu" kata Diana.
"Iya, ini namanya mas Fariel" kata Ervi.
"Ini Nadia dan yang ini Diana mas."
"Dah ya aku mau pulang, dada."
"Yuk mas."
"Kita gak diajak gitu buat numpang pulang, apa takut ganggu ya" kata Nadia.
"Motor kalian mau taro dimana, di tinggal" kata Ervi.
"Becanda kali Vi, dah sana, kasian masmu tuh nanti luntur gantenya kalau kelamaan disini, disini banyak nyamuk, bentar lagi keluar nyamuknya" kata Diana.
__ADS_1
"Dada, duluan ya" kata Ervi.
"Duluan ya" kata Fariel, dengan senyumnya.
"Iya, jagain sahabat gue, jangan buat dia nangis, kasian belum pernah punya cowok, jangan disakitin ya" kata Nadia.
"Jangan buat patah hatinya."
Aku hanya memberikan jempol kepada mereka, lalu masuk kedalam mobil.
"Pake sabuknya dek" kata Fariel.
Ervi langsung memasang sabuknya dengan mode kembali ke cemberut nya.
"Langsung pulang aja ya, kasian kakak dirumah, dah minta jalan-jalan, tadi aja dah ngambek karena harus jemput adek dulu, makanya sedikit lama, maafin mas ya" kata Fariel.
"Iya" kata Ervi, dengan muka.
Aku langsung cabut untuk pulang.
Sampai digarasi ku parkir kan mobilnya tapi menahan tangan Ervi.
"Sebentar mas mau ngomong" kata Fariel.
"Kamu kenapa sih dari pagi hingga sekarang mukanya cemberut gitu, apa ada masalah, atau mas punya salah sama adek, biar kita selesai kan masalah ini disini."
"Gak ada" kata Ervi.
"Dek, mas tuh sayang banget sama kamu dek, melebihi rasa sayang mas ke yang lain selain orang tua mas, tapi kamu kenapa seperti ini ke mas, kalau mas punya salah cerita sama mas dimana letak kesalahan mas, biar mas tau salahku biar kurubah kesalahan yang mas lakukan sama adek" kata Fariel.
"Adek jangan diam aja, mas gak bisa lihat kalian itu cemberut, murung seperti itu, mas berusaha semampu mas buat kalian itu selalu terlihat senyum bahagia."
"Udah ngomongnya" kata Ervi.
"Aku mau tidur, capek" yang langsung keluar dari mobil.
"Ada apa sih sebenernya, kenapa seperti itu, gak seperti biasanya" kata Fariel.
Lalu keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1