Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Bahagia itu sederhana


__ADS_3

"Alhamdulillah selesai juga" kata Fariel.


"Ehhh malah tidur, katanya tadi minta nasgor pake telor orak-arik, malah merem sambil ngimpi" yang melihat Fida tertidur dalam senderan dipundak ku.


Ku turunkan kepalanya pelan-pelan secara perlahan agar tak menggagu tidurnya yang sudah nyenyak karena lelah menungguku yang mengerjakan beberapa pekerjaan.


Kuletakkan kepalanya diatas bantal dan lalu memiringkan kekiri dan menyelimuti nya dari ujung kaki hingga keleher.


Setelah itu langsung kukemasi lembaran kerjaku juga mematikan laptop dan membawanya ke kamarku.


Setelah dari kamar aku langsung balik lagi kebawah memanggil bibi untuk menemaninya tidur, karena gak tega melihatnya tidur sendirian takut nanti ada apa-apa padanya atau meminta sesuatu.


"Assalamu'alaikum Bi" kata Fariel, sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Waalaikumsalam, bentar Den" kata Diah.


Setelah pintu dibuka dan bibi keluar dari kamarnya yang mungkin sudah tertidur karena sudah hampir jam setengah satu malam.


"Bi, tolong temenin kak Fida tidur ya" kata Fariel.


"Diia ada di ruang TV sudah tidur, kasian kalau tidur sendiri, kalau aku temenin gak baik, karena kami bukan sepasang suami istri atau bukan muhrim nya."


"Oh iya Den, bibi kedepan sekarang juga, tadi ibu dah berpesan kok sama kami buat nemenin nak Fida tidur" kata Diah.


"Ya dah kalau gitu bibi duluan aja kedepan, takut nanti malah kebangun dan malah bingung karena tidur sendirian" kata Fariel.


"Baik Den, kalau gitu bibi kedepan ya Den permisi" kata Diah.


"Oh ya silahkan" kata Fariel.


Setelah bibi pergi aku kedapur untuk minum dan meletakkan gelas kotor.


Setelah itu balik lagi kekamar dan melihat kak Fida dan bibi sebelum naik kekamar.


"Loh kok malah bangun" kata Fariel.


"Katanya lapar tadi Den, minta makan" kata Diah.


"Ohh, ya dah kalau gitu buatkan nasgor aja bi, biar aku yang disini" kata Fariel.


"Gak mau bibi yang buat nasgornya, maunya Uda aja yang buatin nasgor" kata Fida.


"Ya dah kalau gitu bibi disini aja, biar aku yang kedapur buat buat nasgor nya" kata Fariel.

__ADS_1


"Nasgor nya seperti yang tadi diminta kan."


"Iya, telurnya buat orak-arik ya" kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


"Nyai disini aja sama bibi, biar Uda yang buatkan dibelakang."


"Bibi ambilkan minum ya bi."


"Oh iya Den" kata Diah.


Aku langsung kebelakang menuju dapur dan kompor buat memasak atau buat nasgor.


Tak lupa ku uleg cabai, bawang putih dan bawang merah dan kunyit juga hingga halus, lalu kuiris daun bawang nya.


Setelah selesai langsung ku masak hingga bau harum bumbunya, lalu ku masukkan beberapa telur setelah itu baru nasinya ku masukan sekitar tiga atau empat piring, tak lupa kecap asin dan manis sedikit.


Skip.


Setelah selesai dan matang langsung kumasukkan kedalam panci untukk kubawa kedepan.


"Nasgornya dah jadi, ayok kita makan" kata Fariel, sambil membawa nampan berisi nasgor dan piring juga sendok, dan timun yang diiris besar-besar.


"Ayok bi kita makan" kata Fariel.


"Gak usah malu bi, kita semua yang ada disini kan masih keluarga juga, jangan malu, kita makan."


"Iya bi, kita makan bareng biar makin enak" kata Fida.


"Iya Den, dan nak Fida" kata Diah.


"Kok timunnya gak dipotong kecil-kecil sih, masa cuman dipotong besar kaya gini" kata Fida.


"Malah ini gak dipotong."


"Yang gak dipotong nanti buat aku aja" kata Fariel.


"Sekarang langsung makan aja ya, ini dah malam, bis makan langsung tidur dikamar."


"Iya Uda" kata Fida.


"Ayok bi, ambil aja duluan, yang muda terakhir aja" kata Fariel.

__ADS_1


"Aden aja dulu" kata Diah.


"Gak dong, yang muda menghormati yang lebih tua" kata Fariel.


"Jadi bibi duluan aja ya."


Setelah semuanya mengambil nasgor dalam piring masing-masing barulah kita makan.


"Ayo makan, selamat menikmati" kata Fariel, setelah membaca doa makan.


Dan kami makan tanpa suara, bahkan sampai nasgornya habis dalam panci karena Fida yang nambah.


"Alhamdulillah kenyang" kata Fida.


"Enak Da, jadi mau lagi besok-besok."


"Iya, besok-besok Uda buatkan lagi, sekarang nyai sama bibi kekamar langsung ya, biar ini aku aja yang beresin dan bawa kebelakang" kata Fariel.


"Nyai mau tidur disini aja, males kekamar" kata Fida.


"Uda tidur disini kan."


"Ya ya ya."


"Iya nanti, biar Uda tidur disofa" kata Fariel.


"Sekarang kamu tidur duluan sama bibi."


"Kasian bibi dah ngantuk tuh, kamu tidur lagi ya, jangan melek dan nonton TV, tvnya matikan."


"Iya Uda" kata Fida.


"Bibi temanin tidur ya, biar ini aku aja yang bawa kebelakang" kata Fariel.


"Baik Den" kata Diah.


Aku langsung menuju ke belakang membawa piring kotor dan beberapa gelas. kemudian balik ke kekamar buat sikat gigi, lalu balik kebawah dan merebahkan badan disofa panjang lalu menyelimuti badan.


"Bahagia itu sederhana, saat bisa melihat mereka tersenyum bahagia dan mampu memberikan apa yang kalian minta" kata Fariel.


"Selamat tidur dan mimpi indah."


"Tetap tersenyum jangan biarkan air mata kalian jatuh hanya karena rasa sakit yang tak seberapa."

__ADS_1


Lalu langsung kubaca doa dan tidur.


__ADS_2