Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Spesial itu mahal


__ADS_3

Setelah aku terlelap dipangkuan Ervi, lalu bangun.


"Makasih adekku yang cantik, maksih ceritanya, membuat tidur mas nyenyak" kata Fariel, sambil duduk.


Kalu melihat ke arah Fida yang masih asik nonton dan memberikan kode padanya dengan jari telunjuk dimulutnya agar diam.


"Aku mau keluar ya kak" kata Fariel, ucapnya pelan.


Fida hanya ngangguk.


Lalu aku berdiri dan menghampiri kak Fida.


"Nanti kalau ade bangun bilang aja kalau aku lagi didepan nyuci motor, alnya aku mau keluar pake mobil Mami biar gak curiga kalau akun pergi."


"Iya, dah sana pergi, nanti keburu adek bangun, bisa gagal lagi kamu kalau kelamaan disini" kata Fida.


"Nakasih kakaku yang cantik dan baik hati" kata Fariel.


"Dada dedek bayi" sambil berjalan dan melihat kearah Ervi yang terlelap lalu berjalan keluar.


"Padahal kakak juga gak mau kalau kamu keluar dek, kakak berharap kamu bisa nemenin kakak buat ngobrol" kata Fida, ucapnya dalam hati.


"Maafin aku mas jika aku gak bisa memenuhi keinginan mas, aku takut akan ada yang terluka jika memenuhi permintaan terakhir mas dalam surat mas" ucapnya sedih kerana takut gak bisa memenuhi permintaan terakhir almarhum suaminya.


Kini aku pun berada di garasi mobil untuk meminta kunci pada Pak Udin.


"Pak kunci mobil Mami yang itu mana" kata Fariel, menunjuk pada mobil hitam.


"Oh bentar den biar ku ambilkan" kata Udin, lalu berjalan mengambil kunci, sedangkan aku cuci muka di kran khusus cuci mobil dan balik.


"Nih den kuncinya."


"Makasih pak" kata Friel, yang menerima kuncinya.


"Dah bilang belom Den sama Mami, nanti Bapak yang kena, karena ngasih kunci mobil ini, kan Aden hanya boleh pake mobil yang lain selain ini, ini spesial loh Den" kata Udin, yang menunjuk mobil jeep hitam.


"Nanti aku telpon Mami dijalan, Bapak santai aja, kalau Mami marah aku yang tanggung Bapak hanya jawab aja, alnya kalau aku pake yang lain nanti ketahuan sama Ervi kalau aku keluar rumah, kan bisa berabe, bisa-bisa di cuekin seminggu, ini aja harus nunggu dia tidur dulu baru bisa keluar dengan cara ngendap-ngendap kaya maling" kata Fariel.


"Oke deh, Bapak jawab nanti kalau Mami nanya" kata Udin.


"Ya udah sana cepetan den keluar sebelum Ervi nongol."


"Oke Pak, Bapak jangan keluar sebelum aku pulang, Bapak nunggu aja didepan didalam ruangan security, biar dikira bapak yang keluar, oke" kata Fariel.

__ADS_1


"Beres bos, tapi ada ininya dong" kata Udin, dengan dua jari yang sperti meminta uang tutup mulut atau keamanan.


"Iya nih limpul, cukup kan" kata Fariel, yang memeberikan uang lewat jendela.


"Cukup bos, aman, biar aku keluar beli makanan, biar makin gemuk ni perut" kata Udin.


"Jangan gemuk-gemuk, nanti kalau diangkat malaikat bilangnya titip dulu bos, berat" kata Fariel, lalu tersenyum.


"Ah Aden ada aja mah" kata Udin.


"Ya udah aku berangkat ya, Assalamu'alaikum" kata Fariel, lalu menyalakan mobil dan menutup kaca mobil.


"Waalaikumsalam, ati-ati Den" kata Udin.


Akupun langsung mengabari lewat pesan singkat kalau aku baru bisa keluar karena ada masalah sedikit, jadi terlambat, lalu menelpon mami untuk minta izin karena membawa mobilnya dulu baru bilang.


"Hallo Assalamu'alaikum Mi" kata Fariel.


"Waalaikumsalam, iya nak ada apa" kata Mami.


"Mi, mobil Mami aku pake ya, ini dah aku bawa jalan, alnya kalau aku pake yang lain nanti Ervi bakal marah kalau tau aku pergi Mi, boleh ya" kata Fariel.


"Iya, pake aja, Mami aja gak pernah pake, yang pake paling Papi sama Pak Udin, Mami kan gak boleh nyetir sama Papi, jadi dipake aja" kata Mami.


"Oke Mi makasih" kata Fariel.


"Iya, emang mau kemana sih" kata Mami.


"Ada urusan ketemu temen-temen Mi, nanti siang juga dah balik kok Mi" kata Fariel.


"Ya udah ati-ati ya, jangan ugal-ugalan dijalan mentanh-mentang pake mobil keren" kata Mami.


"Mami juga mau lanjut lagi ini ngurusin butik Mami."


"nlNanti pulangnya mampir kebutik buat jemput Mami, alnya Papi pergi keluar buat ketemu temennya yang pasti bakal lama pulang bisa sampai sore."


"Iya Mi, ini pelan kok aku bawanya" kata Fariel.


"Assalamu'alaikum Mami."


"Lanjutin kerjanya ya Mi, kapan-kapan aku bantu Mami di butik, sapa tau bisa jadi modelnya."


"Nanti aku jemput Mami habis ketemu temen."

__ADS_1


"Iya, nanti Mami tunggu janjimu" kata Mami.


"Ya udah, waalaikumsalam."


Lalu aku mematikan sambungan telepon nya dan fokus kearah jalan.


Sampai ditempat yang di tuju lalu aku kembali memberi pesan kalau aku sudah didepan gerbang dalam mobil hitam, lalu dibalasnya.


📩Cami masuk aja, parkir kan didalam, canis lagi mau aja mandi, karena canis baru bangun dari ketiduran barusan, maaf ya camiku sayang, bentar canis mandi dulu, cami tunggu aja diparkiran atau didepan kos biar canis buatin kopi.


📤Oke canis ku sayang, kopinya satu ya buk yang biasa, tapi gratis ya buk, atau bon dulu deh, belom gajian nih.


📩Iya tuan, ditunggu ya pesanannya, biar ku buatkan dulu minumnya, silahkan duduk dulu.


Akupun langsung masuk kedalam parkiran setelah meminta izin ke penjaga gerbang.


Setelah memarkirkan mobilnya aku langsung turun dan berjalan menuju depan rumah kos, lalu duduk di korsi yang tersedia walau hanya bangku plastik mini dan juga meja plastik mini khsus buat anak-anak.


"Nih tuan kopinya, bonnya dah aku masukan kedalam buku kasbon ya, bayarnya kalau sudah gajian tapi harus lunas ya, jangan ngutang lagi, nanti warung saya bisa tutup kalau tuan ngutang mulu gak bayar-bayar" kata Tia.


"Siap Buk, nanti saya bayar lunas dimuka Bu, bahkan kukasih bonus" kata Fariel.


"Oke makasih, kalau gitu saya tinggal dulu ya Tuan, kalau ada yang mau dipesan lagi nanti panggil aja aku ya" kata Tia.


"Iya Buk" kata Fariel.


"Silahkan diminum kopinya dan dinikmati mendoan nya kesukaan tuan" kata Tia.


"Itu hanya satu juta aja kok tuan kopi dan mendoan dan juga cebenya." dengan senyum manisnya.



"Hah mahal amat Bu, mendoan sepiring sama kopi secangkir kok sayuto, cabenya aja gak ada sekilo ini" kata Fariel.


"Itu spesial Tuan, jadi sedikit mahal, cabenya juga metik sendiri dari pohonnya langsung, jadi aga mahal sedikit, pupuk nya juga organik tuan, kalau mau yang murah itu didepan ada banyak cabe yang murah, cabe-cabean juga ada kalau Tuan mau, mari" kata Tia.


"Jadi yang spesial itu mahal Tuan, beda sama yang biasa-biasa aja" dengan senyuman nya lalu masuk kedalam.


Aku hanya tersenyum karena perlakuaanya itu lalu menyeruput kopi dan memakan mendoan dengan cabe rawit yang disajikan yang katanya spesial, se spesial apa sih memangnya.


"Ini kayaknya buatnya pake cinta, mendoan nya gurih tapi kok keasinan ya, kebanyakan garam apa kebanyak bucin ya" ucapku pelan.


"Tapi enak sih walaupun keasinan, asal jangan terlalu asin."

__ADS_1


Lalu aku lanjut memakan lagi dan juga menikmati kopi buatannya yang katanya juga spesial.


__ADS_2