
Ketika aku baru bangun.
"Duh anak Mama tidurnya nyenyak banget kayaknya, sampai lewat waktu" kata Mama.
"Emang jam berapa Ma" kata Fariel, yang masih dengan separuh bangun.
"Bentar lagi kayaknya sih udah mau adzan maghrib, sekitar dua puluh menintan lagi" kata Mama.
"Hah, aku belom Asharan lagi" kata Fariel, yang langsung duduk.
"Mandi dulu aja, biar Mama bantu, apa mau Mama mandiin juga" kata Mama.
"Maaa, aku bukan anak kecil lagi" kata Fariel.
"Hehehehe, ya sapa tau minta dimandiin sama Mama juga" kata Mama.
"Aku bisa sendiri Ma mandinya" kata Fariel.
"Yaudah lepas bajunya, biar Mama bantu sampai dalam, nanti Mama siapin semuanya" kata Mama.
Akupun langsung membuka bajunya, menyisakan celana pendek bukan elana ya bukan CD.
Lalu Mama membantuku berjalan ke kamar mandi.
"Mandinya sambil duduk ya, ni korsinya, handuk nya Mama ambilin, dan celananya" kata Mama.
"Iya Ma, makasih" kata Fariel.
"Handuknya dan celanya Mama taro sini ya" kata Mama, yang meletakkannya disamping aku
"Mama tunggu diluar, kalau sudah selesai panggil Mama ya".
"Iya Ma" kata Fariel.
Setelah lama mandi dengan susah payah mamakai celana akhirnya bisa juga.
"Ma, Ma, udah siap mandinya" kata Fariel.
"Iya" kata Mama, sambil berjalan kearah ku
"Yuk pelan-pelan jalannya, licin lantai nya masih basah.
"Bih bajunya, pakai sarung aja ya" kata Mama.
"Apa mau celana trening longgar".
"Celana aja deh ma" kata Fariel.
"Yaudah sini Mama bantu bakai bajunya biar cepat" kata Mama.
"Iya Ma" kata Fariel.
Lalu akupun dipakaikan baju dan celanya.
"Duh gantengnya anak Mama, pasti banyak cewek yang ngantri buat jadi pacarnya" kata Mama, yang sambil menyisir rambutku.
"Gak juga, dah ah Ma, aku mau Shalat Ashar, dah telat nih Ma" kata Fariel.
"Ya udah ayok Mama bantu" kata Mama.
"Sambil selonjoran aja shalatnya, mama mau kebawah dulu" kata Mama.
"Iya Ma" kata Fariel.
"Nanti Mama ke sini lagi kalau sudah Shalat Maghrib, Assalamu'alaikum" kata Mama.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
Akupun langsung melaksanakan kewajibanku, baru selesai Shalat Ashar nya sudah terdengar suara Adzan Maghrib.
Jadi lanjut lagi untuk Shalat Maghrib juga.
__ADS_1
Malam hari setelah Shalat Isya akupun makan sendiri karena gak mau disuapin, malu masa setiap makan disuapin mulu, pagi, siang dan bahkan malam juga, jadi malam ini hanya ingin makan sendiri tanpa disuapin
"Sudah selesai makannya" kata Mama.
"Sudah Ma" kata Mama.
"Kaalau gitu Nama antarin ini ya, apa mau Mama buatin sesuatu, sebelum Mama makan sama yang lain juga" kata Mama.
"Kalau boleh jus pokat kayaknya enak, kalau ada sih Ma, tapi setelah Mama maka aja" kata Fariel.
"Iya nanti Mama tanya sama Mami apa punya buah pokatnya, kalau ada pasti Mama buatin, Mama turun dulu ya" kata Mama.
"Assalamu'alaikum".
"Iya Ma, Waalaikumsalam" kata Fariel.
Setelah Mama pergi aku meraih HP yang kuletakan disamping bantal, lalu VC pemilik hati.
"Assalamu'alaikum canisku yang cantik" kata Fariel, setelah tersambung.
"Waalaikumsalam salam camiku".
"Cami kok udah pulang gak bilang-bilang" kata Tia.
"Maaf cami gak punya pulsa tadi, ini aja baru diisi sama kakak tadi, jadi maaf ya canisku sayang yang paling gemes" kata Fariel.
"Iya camiku sayang, tadi canis kerumah sakit loh bawain makanan banyak banget, eh ternyata sudah pulang kata susternya" kata Tia.
"Emang bawain makanan apaan buat cami" kata Fariel.
"Ada bubur sumsum, ada makanan lain juga seperti waktu cami makan dirumah" kata Tia.
"Maaf ya canisku bidadari bumiku, cami gak boleh makan sembarangan, hanya boleh makanan yang rendah minyak dan gak boleh terlalu banyak micin takut lukanya datang lagi, jadi cami juga hanya makan sayur-sayuran sama ikan bakar aja tiap hari, katanya biar luka jahitan nya cepat kering" kata Fariel.
"Ohhh, berarti kalau tadi canis bawain pun gak bakal cami makan dong" kata Tia.
"Paling buburnya aja yang cami makan, itupun kalau enak, dan gak pake dukun juga" kata Fariel, sambil tersenyum.
"Ih jahatnya, akukan anak baik-baik, gak pake dukun aja cami dah klepek-klepek, apa lagi kalau pake, mau nempel dan ngikutin terus kemanapun canis pergi kaya anak ayam" kata Tia.
"Canis dah makan pa belom" kata Fariel.
"Udah barusan sama si dua kepo nih, yang lagi kepo juga, alias tukang ngupingin orang lagi vc" kata Tia.
"Kenapa gak undang yang lain buat ikut makan, katanya bawa banyak makan buat cami tadi, dariapada dibuang kan mubasir" kata Fariel.
"Sudah aku kasih sama satpan, Ibu kos dan yang lainnya juga kok, kalau aku makan sendiri mana abis, kecuali si duo ini yang selalu rakus" kata Tia.
"Ehhh aku gak gitu, tapi kalau gratis ya apa boleh buat, ya gak" Indah.
"Betul bingits Ndah".
"Sepitu pokoknya gua mah" kata Nia.
"Sepitu sepitu, setuju kali woy" kata Tia.
"Pitu sama tujuh kan sama hanya lain bahasa aja ya gak Bud" kata Nia.
"Iya dong Yan to" kata Indah.
"Sialan loh Budiarto, manggil gua Yanto" kata Nia.
"Kan lo dulu yang manggil aku Budi" kata Indah.
"Udah-udah, kalian ganggu aja, kalau mau debat sana diluar, gak tau apa orang lagi kangen-kangenan" kata Tia.
"Iya deh iya, yang lagi VC sama si cami" kata Nia.
"Jangan galak-galak dong nyai, kan atut akunya" kata Indah.
"Diem ah, atau mau keluar" kata Tia.
__ADS_1
"Iya nyai kami diem" ucap berdua.
"Maaf ya camiku sayang, ada tikus tadi lagi berantem rebutan makanan" kata Tia.
"Sialan" berdua.
"Iya gak papa, tikusnya juga lucu kok tadi kayaknya pas berantem" kata Fariel.
"Maaf ya bambang kami bukan tikus" kata Nia.
"Tapi hamster" kata Indah, dengan nada sedikit tinggi.
"Sama aja dong" kata Nia.
Aku malah ketawa mendengar ucapan mereka.
"Mi, kapan canis boleh main kerumah" kata Tia.
"Gak tau, nanti cami usahakan deh, tapi kalau kerumah emang mau apa hayooooo" kata Fariel.
"Apa yaaaa".
"Hemmmmmm apa aja deh" kata Tia.
"Berarti kalau ke rumah tandanya dah siap buat diiii" kata Fariel, dengan menguntungkan kata di.
"Ihhh dasar omes" kata Tia.
"Hah apa tadi omes, lah emang cami ngomong apaan, hayo siapa yang omes nih" kata Fariel.
"Gak tau, sitikus kali" kata Tia
"Hahahaha, canis lucu deh".
"Kan cami hanya mau bilang berarti dah siap buat ditanya-tanya sama orang rumah dong kalau canis kerumah" kata Fariel.
"Emang ditanya apaan" kata Tia.
"Ya paling ditanya, kapan mau dilamar".
"akapan nikah".
"Kapan mau dikasih kami cucu".
"Kurang lebih seperti itu" kata Fariel.
"Kalau gitu canis belum siap, berarti kerumah cami nya nanti aja kalau sudah mau lulus, dan dah siap aja" kata Tia.
"Siap apaan" kata Fariel.
"Siap" kata Tia.
"Dibuntingin" ucap Indah dan Nia bersama.
"Sialan lo" kata Tia.
"Dah dulu ya canis ku, bidadariku, nyaiku, ratuku, tuan putriku, cami mau buang dulu" kata Fariel.
"Buang apaan mi" kata Tia.
"Ada pokoknya, dah diujung ini, gara-gara ketawa".
"Dah ya, besok lanjut lagi Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Iya camiku sayang yang paling aku sayang yang selalu aku rindukan, kiss dulu di kening, buat nemanin tidurku" kata Tia, dengan mulut sedikit manyun.
"Iya iya bidadari ku, emmmuaaaachhhh, dah ya Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Emmuch juga, Waalaikumsalam cami" kata Tia.
__ADS_1
Akupun langsung mematikan sambungan VCnya, kalau turun dari kasur dan menuju kamar mandi buat buang air.
Baru keluar dari kamar mandi rupanya sudah ada yang datang dengan membawa sesuatau.